Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah kini tak hanya mengganggu jarak pandang. Sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan setelah beraktivitas di tengah pekatnya asap.
Keluhan yang muncul cukup beragam. Mulai dari mata merah, perih dan terasa tidak nyaman, hingga perut mulas yang disertai diare.
Salah satunya diungkapkan Abdul Rokhim, warga Pangkalan Bun. Ia mengaku mengalami keluhan tersebut setelah beberapa hari bepergian ke Kotawaringin Lama untuk mengantar pesanan. Dalam perjalanan, ia harus melewati wilayah yang diselimuti asap cukup pekat.
"Beberapa hari ini saya mengantar pesanan ke Kotawaringin Lama. Asapnya pekat saat perjalanan. Waktu itu tidak begitu terasa, tetapi pas bangun tidur mata saya memerah dan perut mules-mules," kata Abdul, Sabtu (19/9/2026).
Ia mengatakan keluhan justru terasa setelah aktivitas selesai dan saat dirinya beristirahat. Kondisi tersebut membuatnya menduga paparan asap selama perjalanan ikut mempengaruhi kondisi tubuhnya.
Keluhan serupa juga dirasakan Rojak, warga Madurejo. Ia mengaku turut merasakan gangguan kesehatan ketika kondisi asap karhutla di Kobar semakin tebal dalam beberapa hari terakhir.
"Perut mulas dan diare," keluhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino membenarkan telah menerima keluhan masyarakat terkait gangguan kesehatan di tengah kondisi kabut asap. Dia meminta warga yang mengalami keluhan untuk tidak mengabaikannya.
"Saya sudah mendapat keluhan serupa. Harapannya warga segera ke puskesmas setempat," ujar Hardino, Sabtu (19/9/2026).
Paparan asap karhutla diketahui dapat menyebabkan iritasi pada mata. Partikel halus dan zat iritatif dalam asap dapat membuat mata menjadi merah, perih, gatal hingga terasa kering.
"Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan pelindung mata dapat membantu mengurangi paparan langsung. Jangan mengucek mata dan membilasnya menggunakan air bersih apabila terasa mengganjal atau perih," katanya.
Sementara keluhan diare perlu diperhatikan dengan melihat faktor kebersihan makanan dan air. Masyarakat di tengah kondisi berdebu dan berasap disarankan memastikan makanan, minuman, peralatan makan serta sumber air tetap terlindungi dan bersih.
Warga yang mengalami diare juga perlu menjaga kecukupan cairan dengan memperbanyak minum atau mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi.
"Jika diare semakin berat, muncul tanda dehidrasi, atau keluhan tidak kunjung membaik, warga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(aau/aau)