Kabut Asap Buat Helikopter Water Bombing di Sampit Belum Bisa Beroperasi

Kalimantan Tengah

Kabut Asap Buat Helikopter Water Bombing di Sampit Belum Bisa Beroperasi

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 19 Sep 2026 11:08 WIB
Asap di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, hari ini, Jumat (18/9/2026). (dok istimewa)
Foto: Asap di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, Jumat (18/9/2026). (dok istimewa)
Kotawaringin Timur -

Helikopter water bombing untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, akhirnya tiba di Sampit. Namun, armada pemadam dari udara tersebut belum dapat langsung dikerahkan karena masih menunggu kondisi cuaca yang aman.

Helikopter kini disiagakan di Bandara H Asan Sampit untuk mendukung pemadaman, terutama di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Danlanud Iskandar terkait kedatangan helikopter tersebut. Dari dua unit yang sebelumnya diminta, saat ini baru satu helikopter yang dapat standby di Sampit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah berkoordinasi dengan Danlanud Iskandar, bahwasanya helikopter water bombing ini sudah dikirim dan standby di Bandara H Asan Sampit," kata Halikinnor, Sabtu (19/9/2026).

Menurut dia, keberadaan helikopter tersebut menjadi tambahan kekuatan dalam menghadapi karhutla, khususnya ketika titik api berada di kawasan yang sulit dimasuki kendaraan atau personel pemadam.

Namun, pengerahan helikopter tidak bisa dilakukan sembarangan. Kondisi cuaca, jarak pandang dan tingkat kegelapan di sekitar lokasi menjadi pertimbangan sebelum pilot menjalankan misi pemadaman.

"Dari dua helikopter water bombing yang kita minta, hanya satu yang bisa standby karena kondisi cuaca. Kalau cuaca tidak mendukung, helikopter juga tidak bisa beroperasi," ujarnya.

Halikinnor menegaskan keselamatan pilot dan penerbangan tetap menjadi prioritas. Menurutnya, operasi pemadaman tidak boleh dipaksakan apabila kondisi di udara membahayakan.

"Helikopter itu kalau cuaca gelap (kabut asap) dan tidak mendukung juga tidak bisa. Itu berbahaya bagi pilotnya. Jangan sampai niatnya ingin memadamkan, malah terjadi kecelakaan," katanya.

Pemerintah daerah pun akan menyesuaikan pengerahan helikopter dengan kondisi lapangan. Jika cuaca membaik dan penerbangan dinilai aman, helikopter diharapkan dapat segera digunakan untuk menjangkau titik-titik karhutla yang sulit dipadamkan dari darat.

"Jadi tetap ada faktor keamanan dalam pelaksanaannya. Semua diperhitungkan dan kita tidak memaksa. Sepanjang bisa, kita harapkan helikopter dapat beroperasi," tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Lapangan Satgas Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel menyebutkan dua helikopter water bombing jenis AS365 dan Kamov direncanakan disiagakan di Bandara H Asan Sampit.

Dukungan pemadaman udara tersebut diperlukan karena sejumlah titik kebakaran berada jauh di dalam kawasan hutan dan lahan. Medan yang sulit dijangkau membuat pemadaman melalui jalur darat membutuhkan waktu lebih lama.

"Dengan satu helikopter yang kini telah standby di Sampit, pemerintah berharap operasi water bombing dapat segera dilakukan begitu kondisi cuaca memungkinkan. Langkah tersebut diharapkan membantu mempercepat penanganan karhutla, terutama pada titik api yang sulit dijangkau tim pemadam di darat," pungkasnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads