Jarak Pandang di Sampit Cuma 150 Meter, Kabut Asap Pekat saat Siang-Sore

Kalimantan Tengah

Jarak Pandang di Sampit Cuma 150 Meter, Kabut Asap Pekat saat Siang-Sore

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 18 Sep 2026 18:59 WIB
Asap di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, hari ini, Jumat (18/9/2026). (dok istimewa)
Foto: Asap di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, hari ini, Jumat (18/9/2026). (dok istimewa)
Kotawaringin Timur -

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Jumat (18/9/2026) pagi hingga sore. Kondisi kali ini terbilang berbeda karena kabut justru semakin pekat saat memasuki siang hari.

Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) H Asan Kotim, jarak pandang di Sampit pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB hanya mencapai 150 meter. Prakirawan BMKG Stamet H Asan Kotim, Rahmat Wahidin Abdi, mengatakan jarak pandang tersebut merupakan hasil pengamatan aktual dari kantor BMKG Kotim.

"Jarak pandang aktual sekarang pukul 14.00 WIB, 150 meter yang kami amati dari Kantor BMKG Kotim," kata Rahmat, Jumat sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmat menjelaskan, kondisi tersebut terutama dipengaruhi karhutla yang terjadi di sekitar wilayah Kotim. Kondisi atmosfer turut membuat asap bertahan di dekat permukaan dan sulit menyebar.

"Penyebabnya yang utama pasti karena adanya karhutla, didukung dengan kondisi awan yang cukup tebal dan kecepatan angin yang rendah sehingga asap tidak bisa tersebar ataupun naik ke lapisan atas," jelasnya.

BMKG memastikan kabut asap yang menyelimuti Sampit pada Jumat tidak berkaitan dengan hujan yang terjadi sehari sebelumnya. Menurut Rahmat, hujan tersebut tidak menjadi faktor penyebab kondisi kabut asap saat ini.

"Tidak ada pengaruh hujan kemarin dengan kabut asap sekarang," tegasnya.

Untuk kondisi cuaca Jumat, BMKG memperkirakan tidak terdapat potensi hujan di wilayah tersebut. Cuaca diprakirakan cerah hingga berawan, sehingga warga diminta tetap mewaspadai kondisi udara dan jarak pandang akibat kabut asap.

Kabut asap tidak hanya mengurangi jarak pandang. Aroma asap yang menyengat juga dirasakan warga di sejumlah wilayah Sampit, bahkan hingga masuk ke dalam rumah.

Aris Susenao, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengatakan kondisi kabut asap pada Jumat semakin tebal menjelang siang bingga sore. Ia pun terpaksa menutup sejumlah lubang angin di rumah untuk mengurangi masuknya asap.

"Semakin siang semakin tebal kabutnya bahkan sampai sore ini. Bahkan sampai masuk rumah. Kebetulan di rumah saya banyak lubang angin. Jadi kami berusaha menutupi lubang-lubang angin agar asap tak masuk lagi," ujar Faris.

Menurut Faris, kabut asap sebenarnya telah dirasakan warga sekitar sebulan terakhir. Namun, kondisi pada Jumat berbeda karena kabut asap tetap pekat meski waktu sudah memasuki siang.

"Asap yang masuk ke rumah juga mulai dirasakan berdampak pada kondisi tubuh. Faris mengaku mengalami mata perih, tenggorokan sakit dan kering hingga sesak napas," pungkasnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads