Pengelola Kapal Virgo Transport 8, PT Virgo Karya Shipping (VKS), membantah tak adanya bunyi alarm saat kejadian kapal akan terbalik. Pihak pengelola mengklaim alarm telah berbunyi untuk mengirim signal bahaya kepada Basarnas dan kapal terdekat.
Juru Bicara PT VKS, Simson Rigi menjelaskan bahwa alarm tanda bahaya telah berbunyi untuk memberikan signal. Ia menegaskan bahwa alarm dalam kondisi hidup dan kapal dalam kondisi baik.
"Alarm itu berbunyi otomatis, kalau alarm tidak berbunyi maka kami juga tidak bisa mengirim signal bahaya kepada Basarnas dan kapal-kapal terdekat," ujar Simson, Sabtu (19/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simson mengungkapkan bahwa area dalam kapal saat kejadian sedang black out, dan kapal tenggelam begitu cepat. Hal itu diperkirakannya membuat alarm mungkin tidak terdengar langsung oleh penumpang.
"Namun dikarenakan kapal sangat cepat tenggelamnya, jadi ada bagian yang tidak bisa terdengar dan kondisi sedang blackout," ungkap Simson.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu didalami dalam pemeriksaan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara utuh, termasuk bagaimana respons di atas kapal ketika situasi darurat terjadi.
Terkait kondisi kapal sebelum berlayar, Simson menyebut kapal telah menjalani refit pada 2025 di Batam. Menurutnya, perbaikan tersebut dilakukan pada bagian-bagian kapal yang membutuhkan penanganan.
"Sebelumnya kami sudah melakukan refit 2025 di Batam, artinya kita bisa pakai untuk perhitungan usia kapal dari pembangunan ulang di bagian kapal manapun yang dibutuhkan," tutup Simson.
