Jika Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, Status Tanggap Darurat Jadi Opsi

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 08 Agu 2026 23:19 WIB
Foto: Karhutla di Kotawaringin Barat, Kamis (9/7/2026). (dok BPBD Kobar)
Kotawaringin Barat -

Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memasuki fase yang mengkhawatirkan. Pemkab Kobar menyiapkan opsi menaikkan status penanganan dari siaga menjadi tanggap darurat.

Langkah tersebut menjadi perhatian serius setelah data penanganan karhutla menunjukkan angka kebakaran terus meningkat di sejumlah wilayah. BPBD Kobar mencatat 120 titik panas (hotspot), 102 kejadian karhutla, serta total luas lahan terbakar mencapai 194,568 hektare. Data tersebut tersebar di enam kecamatan.

Kecamatan Arut Selatan tercatat sebagai wilayah dengan hotspot dan kejadian karhutla terbanyak. Di wilayah tersebut terdapat 46 hotspot dan 57 kejadian karhutla.


Sementara itu, Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan dampak kebakaran paling luas. Sepanjang Januari hingga 29 Juli 2026, luas lahan yang terbakar di Kecamatan Kumai mencapai 75,05 hektare.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan data BPBD pada pertengahan Juli. Sebelumnya, BPBD Kobar mencatat 63 kejadian dengan luas lahan terbakar 113,51 hektare dan 85 hotspot sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Kobar tidak ingin menunggu situasi semakin parah. Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan pemerintah daerah tengah mempertimbangkan peningkatan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat.

"Kalau ada kondisi-kondisi kedaruratan dan terjadi peningkatan, saat ini kita masih siaga. Mungkin nanti kita akan naikkan menjadi tanggap darurat," kata Nurhidayah, Sabtu (8/8/2026).



Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"


(sun/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork