Hampir 870 Hektare Lahan di Kotawaringin Barat Terbakar

Kalimantan Tengah

Hampir 870 Hektare Lahan di Kotawaringin Barat Terbakar

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 20 Agu 2026 16:31 WIB
Lahan di Paring Kuning Kobar Terbakar
Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. luasan lahan yang terbakar terus bertambah.

Berdasarkan data BPBD Kobar hingga Kamis (20/8/2026) pukul 07.00 WIB, sepanjang Januari hingga 20 Agustus telah tercatat 204 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terdampak mencapai 867,49 hektare. Terkini, data titik panas dari SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 527 hotspot di wilayah Kobar.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena karhutla masih terjadi hampir setiap hari di sejumlah wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karhutla masih terjadi hampir setiap hari. Karena itu kami terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama tim di lapangan," kata Samuel, Kamis (20/8/2026).

Jika dilihat dari perkembangan bulanan, peningkatan kasus paling terasa memasuki Juli dan Agustus.

Sepanjang Juli tercatat 62 kejadian karhutla. Sementara hingga 20 Agustus, jumlah kejadian yang tercatat sudah mencapai 94 kasus.

"Lonjakan juga terlihat pada jumlah hotspot. Dari total 527 titik panas sepanjang periode pemantauan, sebanyak 400 hotspot terdeteksi hanya pada Agustus hingga 20 Agustus," katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan kebakaran semakin meningkat di tengah musim kering. Data per kecamatan menunjukkan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 283 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Kumai dengan 131 hotspot, Arut Utara 65 titik, Kotawaringin Lama 36 titik, dan Pangkalan Banteng 12 titik.

"Arut Selatan juga menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi. BPBD mencatat sedikitnya 111 kejadian sepanjang Januari hingga 20 Agustus 2026," katanya.

Namun, dari sisi luas lahan yang terbakar, Kumai menjadi wilayah paling terdampak dengan total mencapai 588,41 hektare. Arut Selatan menyusul dengan luasan sekitar 184,475 hektare.

Melihat kondisi tersebut, BPBD Kobar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Samuel mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi sekarang sangat mudah memicu api meluas," imbau dia.

Kerahkan Heli Water Bombing

Langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kini diperkuat dari udara. Sebuah helikopter water bombing terlihat melintas di langit Pangkalan Bun, Rabu (19/8/2026).

Kemunculan helikopter tersebut menarik perhatian warga. Di tengah kondisi Kobar yang masih menghadapi ancaman karhutla, pemadaman dari udara menjadi salah satu opsi untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditembus personel dan kendaraan pemadam di darat.

"Kobar sudah mengusulkan water bombing dan sudah mulai melakukan pemadaman via udara," kata Samuel, Rabu (19/8).

Dalam operasi water bombing, helikopter membawa air menggunakan perangkat khusus seperti bambi bucket. Air kemudian dijatuhkan dari udara langsung ke kawasan yang terbakar untuk membantu memadamkan api dan menekan potensi perluasan kebakaran.

"Helikopter dapat mengambil air dari sumber terdekat, seperti sungai atau danau, kemudian kembali menuju lokasi kebakaran. Pola tersebut dilakukan berulang sesuai kebutuhan operasi," ujarnya.

Untuk memperkuat penanganan, status tanggap darurat karhutla di Kobar juga diperpanjang. Kebijakan tersebut diambil karena ancaman kebakaran belum sepenuhnya mereda dan penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

"Pengerahan water bombing diharapkan mampu mempercepat pemadaman, terutama pada titik api yang sulit dijangkau dari darat. Selain memadamkan api, pembasahan dari udara juga diharapkan dapat membantu mencegah kebakaran merembet ke kawasan lain," pungkasnya.

BPBD Kobar bersama unsur terkait terus memantau perkembangan hotspot dan kejadian karhutla. Masyarakat pun diminta tidak lengah dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya saat kondisi lahan masih kering dan mudah terbakar.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads