Karhutla Kumai Belum Jinak, Asap Tebal Mulai Mengancam

Karhutla Kumai Belum Jinak, Asap Tebal Mulai Mengancam

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 08 Agu 2026 18:20 WIB
Karhutla di Kumai
Karhutla di Kumai/Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kumai -

Karhutla di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum jinak sepenuhnya. Api yang membakar kawasan Jalan DPRD tembus Jalan Padat Karya, Desa Sungai Tendang, masih menyisakan kepulan asap hingga Sabtu (8/8/2026).

Kondisi ini mulai mengusik aktivitas masyarakat. Asap pekat yang menyelimuti kawasan terdampak juga menjadi perhatian serius karena berpotensi menurunkan jarak pandang, termasuk di sekitar jalur menuju Bandara Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengatakan proses pemadaman telah dilakukan hingga Jumat malam. Namun, api masih belum sepenuhnya padam sehingga tim gabungan kembali diterjunkan pada Sabtu siang.

"Pemadaman api sampai tadi malam masih belum dapat dipadamkan. Dilanjutkan hari ini di lokasi Jalan DPRD tembus Padat Karya Sungai Tendang," kata Samuel dalam laporannya, Sabtu (8/8/2026).

Petugas kini terus berupaya mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas. Pemetaan lokasi, pembagian titik pemadaman, hingga penempatan personel telah dilakukan untuk mempercepat penanganan.

Besarnya kepulan asap juga menjadi perhatian karena kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Lanud Iskandar. Apabila asap semakin pekat dan jarak pandang terus menurun, operasional penerbangan dapat ikut terdampak.

Penanganan karhutla melibatkan kekuatan lintas instansi. Tim gabungan terdiri dari BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, TNI/Polri, Manggala Agni, KPHP, Tagana, Dinas Sosial, Masyarakat Peduli Api (MPA), PMI, Relawan Rumah Singgah Itah dan unsur lainnya.

Koordinasi bahkan berlangsung hingga dini hari. Setelah Bupati Kobar meninjau lokasi, rapat bersama Kapolres Kobar, Danlanud Iskandar dan unsur terkait digelar di lokasi kejadian hingga sekitar pukul 01.30 WIB.

"Hari ini tim akan melanjutkan pemadaman," ujar Samuel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mendukung operasi di lapangan, BPBD Kobar juga menyiapkan tenda di Polsek serta di rumah Kepala Desa Sungai Tendang. Fasilitas tersebut digunakan sebagai tempat singgah bagi petugas dan masyarakat sekaligus mendukung pemeriksaan kesehatan yang dilakukan PMI bersama Dinas Kesehatan.

Dinas Sosial Kobar turut menyiapkan dukungan logistik dengan memobilisasi dapur umum untuk memenuhi kebutuhan personel yang berjibaku memadamkan api. "Keseriusan pemerintah daerah dalam menangani karhutla juga ditandai dengan peningkatan status penanganan. Terhitung sejak 7 Agustus 2026, Kabupaten Kobar menaikkan status dari siaga bencana menjadi tanggap darurat bencana selama 14 hari," pungkasnya.

Saat ini, fokus utama seluruh unsur gabungan adalah memutus titik api, mencegah perluasan kebakaran dan mengurangi kepulan asap. Langkah cepat tersebut diharapkan dapat segera mengembalikan kondisi lingkungan agar aktivitas warga Kumai tidak semakin terganggu sekaligus meminimalkan risiko terhadap operasional penerbangan di Bandara Lanud Iskandar.



(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads