Sejarah Nasi Goreng hingga Menjadi Makanan Khas Indonesia yang Mendunia

Sejarah Nasi Goreng hingga Menjadi Makanan Khas Indonesia yang Mendunia

Ajril L Zahroh - detikJogja
Sabtu, 17 Jan 2026 15:26 WIB
Nasi Goreng
Nasi goreng. (Foto: UNDO KIM/Pexels)
Jogja -

Nasi goreng dikenal sebagai salah satu makanan paling populer dan digemari di Indonesia bahkan hingga mancanegara. Hidangan sederhana ini hadir di rumah, warung kaki lima, bahkan hingga restoran dan hotel berbintang.

Di balik kesederhanaan, nasi goreng memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat masa lampau. Sejarah nasi goreng lahir dari upaya mengolah nasi agar tidak terbuang, lalu berkembang menjadi sajian khas.

Seiring waktu, nasi goreng tidak hanya menjadi menu sehari-hari masyarakat Indonesia, tetapi juga dikenal luas di dunia internasional. Popularitasnya bahkan menempatkan nasi goreng sebagai salah satu makanan khas Indonesia yang mendunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Mula Nasi Goreng

Nasi goreng pada awalnya merupakan makanan dari Tiongkok yang telah ada lebih dari 1.000 tahun yang lalu, dikutip dari History Timeline, tepatnya tahun 4000 SM pada masa Dinasti Sui dan diperkenalkan oleh Kaisar Yang, sebagai cara untuk memanfaatkan nasi sisa dan bahan-bahan lainnya.

ADVERTISEMENT

Dirangkum dari Whetstone Magazine, Nasi goreng diyakini berasal dari kota Yangzhou yang terletak di antara sungai Yangtze. Pada saat itu, masyarakat Cina tidak menyukai hidangan nasi yang sudah dingin, sehingga mereka memasak nasi menjadi nasi goreng dengan campuran berbagai bumbu dan rempah yang ada.

Kota Yangzhou terkenal dengan masakan Tingkok bergaya kekaisaran yang mengutamakan teknik memasak. Sehingga kemudian nasi goreng menjadi sajian dalam jamuan dan pesta untuk orang kaya dan pejabat pada waktu itu.

Nasi goreng lalu berkembang dan menjadi populer selama masa Dinasti Tang di Tiongkok pada tahun 618-907 M. Sajian ini didopsi oleh pada petani dan masyarakat umum sebagai pencegah pemborosan di masa ketidakstabilan ekonomi pada saat itu.

Dikutip dari Museum Pendidikan UPI, Nasi goreng di Tiongkok lebih dikenal dengan nama char kway teow, biasanya dijual oleh para nelayan dan petani di daerah pesisir Tiongkok. Dari sinilah nasi goreng berkembang sampai ke Asia Tenggara.

Perkembangan Nasi Goreng di Indonesia

Nasi goreng berkembang di Asia Tenggara dan Indonesia dibawa melalui imigran dan pedagang dari Tiongkok pada abad ke-16. Nasi goreng kemudian beradaptasi dengan rempah, bumbu, dan lidah masyarakat yang mereka tinggali.

Seiring berjalannya waktu, nasi goreng menjadi makanan pokok dan makanan khas daerah di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang sudah diadaptasi sesuai cita rasa dan bahan lokal.

Di mata dunia, nasi goreng lebih dikenal sebagai masakan Indonesia. Perbedaan nasi goreng Indonesia dan nasi goreng lainnya adalah tambahan kecap manis yang membuat tampilan lebih coklat.

Nasi goreng di Indonesia juga lebih memiliki banyak bumbu dan rempah, seperti bawang putih, bawang merah, dan bahkan terasi yang menunjukkan cita rasa yang khas Indonesia.

Jenis nasi goreng di Indonesia juga beragam, sesuai bumbu masing-masing daerah dan bahan yang ada, seperti nasi goreng kampung, nasi goreng Jawa, nasi goreng seafood, nasi goreng ayam, dan varian nasi goreng daerah lainnya.

Nasi Goreng Mendunia

Perkembangan nasi goreng yang mendunia hingga Dunia Barat, berawal dari para Imigran Tiongkok selama abad Ke-19. Mereka membawa makanan ini ke negara-negara seperti Amerika dan Inggris sebagai cara untuk bertahan hidup di lingkungan baru.

Nasi goreng kini lebih dikenal sebagai makanan khas Indonesia daripada Tiongkok. Banyak restoran Indonesia yang menyajikan nasi goreng dalam menunya. Hal ini dikarenakan promosi pemerintah Indonesia sebagai salah satu makanan khas Indonesia.

Perpaduan bumbu lokal dan teknik memasak yang sederhana membuat nasi goreng mudah diterima oleh berbagai kalangan. Keberagamannya juga mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara.

Bahkan, kini Nasi goreng khas Indonesia menjadi salah satu makanan yang masuk dalam kategori makanan terenak di dunia menurut berbagai platform kuliner seperti versi CNN 2017 sebagai makanan terenak kedua setelah Rendang dan ajang Internasional World Expo Shanghai China 2010 di Shanghai.

Nasi goreng kini bukan hanya sebagai makanan sederhana, berawal dari usaha untuk memanfaatkan makanan sisa menjadi sebuah makanan yang diakui dunia Internasional. Kini, nasi goreng dikenal luas sebagai salah satu makanan khas Indonesia di kancah global. Kepopulerannya menjadi bukti bahwa kuliner tradisional mampu bertahan dan bersaing di tingkat internasional.

Artikel ini ditulis oleh Ajril Lu'lu'a Zahroh peserta Program PRIMA Magang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)



(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads