10 Makanan Khas Jogja yang Wajib Turis Coba, Gak Cuma Gudeg!

10 Makanan Khas Jogja yang Wajib Turis Coba, Gak Cuma Gudeg!

Mardliyyah Hidayati - detikJogja
Senin, 29 Des 2025 18:52 WIB
10 Makanan Khas Jogja yang Wajib Turis Coba, Gak Cuma Gudeg!
Yangko makanan khas Jogja. (Foto: dok. Sibakul Pemprov DIY)
Jogja -

Jalan-jalan ke Jogja tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner khasnya. Bukan cuma gudeg saja, ada berbagai olahan khas Jogja, mulai dari camilan sampai makanan berat yang bisa kalian coba.

Mungkin kalian sudah bosan dengan gudeg sebagai makanan yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Jogja. Padahal makanan khas Jogja itu ada banyak yang perlu kalian coba.

Nah, sekarang detikJogja sudah rangkum 10 makanan khas Jogja selain gudeg yang dikutip dari buku "Kuliner Yogyakarta: Cerita di Balik Nikmatnya" oleh Rifqa Army dan "Jejak Rasa dari Yogyakarta" oleh Agustina Dwi rahayu. Kalian bisa simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan Khas Jogja Selain Gudeg

1. Wajik

Makanan khas yang mesti kalian coba ketika berlibur di Jogja adalah wajik. Wajik merupakan salah satu makanan khas Jogja yang terdapat dalam upacara adat Jawa, seperti pernikahan. Wajik dengan makanan lain dalam upacara pernikahan Jawa melambangkan kehidupan manis dan keharmonisan.

ADVERTISEMENT

Bukan cuman nilai budaya, rasa wajik juga menjadi daya tarik tersendiri. Nikmatnya wajik dengan cita rasa manis dan gurih yang sayang untuk dilewatkan.

Cita rasa wajik yang manis dan gurih berasal dari perpaduan santan dan gula kelapa. Kedua bahan tersebut dicampur bersama bahan dasar wajik, yakni beras ketan yang makin membuat rasanya nikmat dan legit.

Terbayang nikmatnya camilan satu ini? Maka dari itu, kalian wajib coba wajik ketika berkunjung ke Jogja. Kalau tidak suka dengan makanan manis, setidaknya kalian bisa jadikan makanan khas Jogja satu ini sebagai oleh-oleh.

2. Apem

Makanan khas Jogja yang wajib kalian coba selanjutnya adalah apem. Apem merupakan salah satu makanan khas Jogja yang biasanya digunakan untuk upacara adat. Apem ini memiliki kaitan dengan budaya Islam di Jawa.

Istilah apem berasal dari Bahasa Arab 'afwan' atau 'afuwwun' yang memiliki makna "meminta maaf" atau "meminta ampunan." Masyarakat Jawa yang sulit melafalkan 'afwan' atau 'afuwwun' sehingga terciptalah istilah 'apem' ini.

Tidak hanya sejarah dan budayanya, apem juga menyimpan kenikmatan yang wajib kalian coba. Kolaborasi tape singkong, santan dan air kelapa, serta tepung beras yang menghasilkan cita rasa gurih yang nikmat dengan sedikit asam yang menggelitik. Rasanya bakal sayang sekali jika kalian tidak mencobanya ketika berkunjung ke Jogja.

3. Kipo

Selanjutnya ada kipo, makanan khas Jogja yang wajib kalian coba ketika berlibur di kota pelajar itu. Makanan dengan cita rasa manis gurih ini bisa jadi pilihan jajanan yang unik untuk kalian coba sekali ketika jalan-jalan di Jogja.

Kipo merupakan makanan tradisional yang berasal dari daerah Kotagede, Yogyakarta. Keunikan makanan ini terletak pada namanya. Awalnya makanan ini tidak memiliki nama, sehingga banyak orang yang bertanya "iki opo?" atau dalam Bahasa Indonesia berarti "Ini apa?". Dari pertanyaan itulah muncul istilah kipo yang merupakan singkatan dari iki opo.

Kipo ini terbuat dari tepung ketan dengan campuran gula dan kelapa atau yang disebut enten-enten sebagai isiannya. Proses pengolahan kipo ini terbilang sederhana, namun perlu ketelatenan dan kesabaran.

Keunikannya kipo tidak berhenti di situ. Layaknya makanan tradisional Jawa yang berbalut daun pisang, begitu juga dengan kipo. Rasa manis dan gurih dengan sajian khasnya tentu menarik dan wajib kalian coba.

4. Jenang Garut

Jika kalian suka makanan bertekstur lembut dan cenderung cair, bisa coba jenang garut. Jenang garut ini merupakan olahan bubur. Berbeda dengan bubur yang berasal dari tepung beras, jenang garut ini terbuat dari tepung garut.

Garut adalah jenis umbi-umbian yang memiliki kandungan serat. Maka dari itu, jenang garut ini memiliki khasiat yang bagus untuk pencernaan. Terlebih lagi, makanan khas Jogja satu ini juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes sebab kandungan gulanya rendah.

Selain manfaatnya bagi tubuh, rasa dari makanan yang berasal dari daerah Kulon Progo ini juga nikmat. Manisnya yang pas dari gula pasir dan gula kelapa, berpadu dengan gurihnya santan. Setidaknya kalian wajib mencobanya sekali selama berlibur di Jogja.

5. Geplak

Berbicara makanan manis, tentu tidak lupa dengan camilan satu ini. Geplak merupakan makanan dengan cita rasa yang sungguh manis. Makanan ini berasal dari Bantul, Yogyakarta, sebagai daerah penghasil gula tebu dan gula kelapa.

Geplak dibuat dari dua bahan baku utama yang banyak ditemukan di Bantul, yakni gula dan kelapa. Maka tidak salah lagi jika rasa dari camilan satu ini sangat manis. Kandungan gula yang tinggi tersebut membuat makanan khas Jogja satu ini bisa lebih tahan lama, sehingga cocok untuk oleh-oleh liburan.

Seiring berkembangnya zaman, geplak punya variasi rasa yang bisa kalian pilih sesuai selera. Tidak hanya rasa gula tebu dan gula Jawa, adapula rasa jahe, kacang, stoberi, durian, dan masih banyak lagi.

Lebih uniknya lagi adalah kemasan geplak yang menggunakan besek. Besek merupakan wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Kemasan tradisional dengan sentuhan budaya Jawa ini membuat geplak semakin menarik untuk dicoba.

6. Yangko

Jogja memang memiliki banyak kuliner dengan cita rasa manis, salah satunya yangko. Makanan yang berbentuk kotak dan berwarna-warni ini berasal dari Kotagede, Yogyakarta. Nama yangko ini berasal dari kata 'kiyangko', lalu disingkat menjadi 'yangko'.

Makanan khas Jogja satu ini memiliki adonan yang mirip dengan kue mochi. Adonan tersebut terbuat dari tepung ketan dengan rasanya yang manis dan legit. Kemudian pada bagian isinya ada olahan kacang tanah dan gula.

Kini variasi isian dari yangko lebih beragam. Variasinya mulai dari rasa buah-buahan seperti stroberi, nanas, dan durian, serta ada pula rasa keju dan coklat.

Berbeda dengan makanan manis khas Jogja sebelumnya yang dikemas dengan daun pisang, yangko dibungkus dengan menggunakan kertas minyak. Hal tersebut dilakukan agar yangko tidak lengket pada kemasannya.

7. Jadah Tempe

Jadah tempe merupakan salah satu makanan khas Jogja yang wajib kalian coba. Terlebih lagi bagi kalian yang kurang suka dengan rasa makanan yang manis.

Jadah tempe ini berasal dari daerah Sleman, Yogyakarta. Makanan ini sangat terkenal di sekitar tempat wisata yang berada di lereng Gunung Merapi. Jadi bagi kalian yang sedang berada di sekitar Gunung Merapi, bisa mencoba makanan lezat satu ini.

Jadah tempe ini sebenarnya merupakan gabungan dari dua jenis makanan, yakni jadah dan tempe. Mungkin kalian sudah familiar dengan tempe, berbeda dengan jadah.

Jadah merupakan olahan dari ketan dengan rasa yang gurih. Makanan khas Jogja satu ini dibuat dari beras ketan, sehingga teksturnya kenyal dan lembut. Kemudian berpadu dengan santan dan kelapa, menambah cita rasa gurihnya yang nikmat itu.

Sementara itu, tempenya diolah dengan cara dibacem. Olahan bacem itu dibuat dengan bumbu dasar bawang putih, bawang merah, ketumbar, garam, asam jawa, dan gula merah. Semua dicampur dengan tempe dan air secukupnya, lalu dimasak sampai bumbu meresap. Kemudian tempe tersebut digoreng sebentar.

Perpaduan gurih dari jadah dan manis dari tempe menciptakan cita rasa nikmat yang sayang untuk dilewatkan. Maka dari itu, makanan khas Jogja satu ini wajib dicoba turis yang datang ke kota pelajar itu.

8. Bakmi Jawa

Cari makanan khas Jogja yang bisa ganjal perut? Ada nih, namanya bakmi jawa. Makanan satu ini sangat cocok untuk kalian yang sedang berlibur di Jogja saat cuacanya dingin. Kuahnya yang hangat dan melimpah bisa mengikis rasa dingin yang menyelimuti tubuh.

Bakmi jawa ini sedikit mirip dengan mi rebus pada umumnya. Akan tetapi cita rasa dari bumbunya yang khas membuatnya berbeda. Apalagi dibandingkan dengan mi instan, bakmi jawa ini memiliki cita rasa yang nikmat.

Seiring berkembangnya zaman, bakmi jawa disajikan dengan modifikasi yang lebih variatif. Beberapa bahan-bahan ditambahkan dalam sajiannya, mulai dari seafood, bakso, sosis, uritan, sampai babat sapi.

9. Mi Pentil

Makanan khas Jogja berbahan mie yang lain ada mi pentil. Berbeda dengan tekstur mie pada umumnya, mi pentil ini lebih kenyal dengan warna dasar putih dan kuning.

Mi yang terbuat dari tepung tapioka ini memiliki rasa gurih dan nikmat. Umumnya, mi pentil ini dijual di pasar-pasar tradisional di daerah Bantul dengan dibumbui bawang putih, kemiri, dan garam.

Penyajian mi pentil ini dilengkapi dengan taburan bawang goreng, daun seledri, dan sambal mentah yang pedas. Meski terdengar cukup simpel, tapi jangan salah, rasanya tetap nikmat.

10. Sate Klathak

Terakhir ada sate kathak yang merupakan sate khas Jogja yang berbahan dasar daging kambing muda yang dimasak dengan sederhana, yakni hanya dibumbui garam. Bumbu sederhana tersebut memiliki tujuan agar daging kambing yang dibakar masih bercita rasa original.

Uniknya, tusuk sate klathak ini bukan dari lidi, tapi menggunakan jeruji besi. Hal tersebut bertujuan agak daging bisa lebih empuk dan matang sempurna. Besi yang merupakan konduktor atau penghantar panas yang baik.

Nama klatak berasal dari bunyi daging yang sedang dibakar. Ketika daging dibakar akan menghasilkan bunyi yang unik, yaitu 'klotak-klotak.' Penyajian sate klatak ini dilengkapi dengan nasi putih, kuah gulai, serta potongan kubis dan timun ini sayang kalau tidak dicoba, lho.

Itulah 10 makanan khas Jogja yang wajib turis coba selama berlibur di sini. Bukan hanya gudeg, kalian bisa coba pilihan makanan lain yang lebih unik dan mengesankan. Selamat menikmati liburan!

Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/apl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads