Trump Konfirmasi AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Internasional

Trump Konfirmasi AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Novi Christiastuti - detikJogja
Sabtu, 03 Jan 2026 18:38 WIB
FILE PHOTO: Venezuelas President Nicolas Maduro speaks during a broadcast at Miraflores Palace in Caracas, Venezuela January 29, 2019. Picture taken January 29, 2019. Miraflores Palace/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY./File Photo
Preesiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: REUTERS/HANDOUT
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi serangan terhadap Venezuela. Trump juga mengatakan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya berhasil ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Dilansir detikNews, Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1/2026), mengakui bahwa AS memang melancarkan serangan terhadap wilayah Venezuela. Detail serangan tak dijelaskan oleh Trump.

Pernyataan di Truth Social ini merupakan konfirmasi pertama yang disampaikan AS. Diketahui Venezuela mengadapi rentetan serangan pada Sabtu (3/1) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump juga menyebut Maduro dan istrinya telah berhasil ditangkap. Keduanya disebut telah diterbangkan ke luar negeri.

"Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela, dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negara tersebut," kata Trump dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENT

Presiden AS ini hanya mengatakan bahwa dirinya akan menggelar konferensi pers pada Sabtu (3/1) siang waktu AS, di kediamannya Mar-a-Lago di Florida.

"Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan Penegak Hukum AS. Detail lebih lanjut akan menyusul," sebutnya.

"Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11.00 waktu setempat, di Mar-a-Lago, Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tandas Trump dalam pernyataannya.

Diketahui, setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari. Video beredar menunjukkan kepulan asap menjulang ke udara dari beberapa lokasi yang berbeda.

Media lokal Venezuela, seperti Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital, melaporkan bahwa rentetan ledakan juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, dan di area pesisir Venezuela, serta di area Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda.

Pemerintahan Maduro, lalu menyatakan hal itu merupakan ulah AS. Maduro juga disebut telah menandatangani penetapan keadaan darurat akibat peristiwa ini.

"Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," demikian pernyataan pemerintahan Maduro.



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads