50 Istilah Kekerabatan dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

50 Istilah Kekerabatan dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Desi Rahmawati - detikJogja
Sabtu, 21 Mar 2026 12:58 WIB
Pengertian Unggah-Ungguh Basa Jawa Lengkap dengan Contoh Ngoko dan Krama
Ilustrasi masyarakat Jawa. (Foto: Trưởng Bản Review/Pexels)
Jogja -

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, dikenal sistem kekerabatan yang erat dan terstruktur. Setiap hubungan keluarga memiliki istilah atau sebutan yang berbeda-beda.

Istilah kekerabatan ini lahir dari sikap masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kehormatan kepada orang lain. Bagi mereka, penggunaan istilah tersebut menjadi bentuk rasa hormat terhadap keluarga maupun saudara.

Mulai dari garis keturunan hingga ikatan pernikahan, masyarakat Jawa menyebutnya dengan istilah yang beragam. Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar istilah kekerabatan orang Jawa yang dihimpun dari buku Jelajah Jawa Tengah: Tata Nilai dan Adat Istiadat Jawa Tengah oleh Bungsu Ratih Puspitarini dan buku Baboning Pepak Basa Jawa oleh Budi Anwari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah Kekerabatan Berdasarkan Garis Keturunan

1. Wong tuwo: orang tua, yakni bapak dan ibu.

ADVERTISEMENT

2. Embah: orang tua dari bapak atau ibu

3. Buyut: orang tua dari embah (kakek atau nenek)

4. Canggah: buyut dari bapak atau ibu atau anak buyut

5. Wareng: orang tua dari buyut dari bapak atau ibu

6. Udheg-udheg: orang tuanya dari wareng

7. Gantung siwur: orang tua udheg-udheg atau embah dari wareng

8. Grepak senthe: orang tuanya gantung siwur atau embah dari udheg-udgheg

9. Debog bosok: orang tua dari grepak senthe

10. Galih asem: orang tua dari debog bosok

11. Putu: cucu atau anaknya anak

12. Anak: anaknya orang tua

Istilah Kekerabatan dalam Ikatan Saudara Kandung

1. Pembarep: anak pertama

2. Panggulu: anak kedua

3. Pandhadha: anak ketiga

4. Sumendhi: anak setelah anak ketiga dan sebelum anak terakhir

5. Wuragil: anak paling akhir

Istilah Kekerabatan dalam Bentuk Sapaan dan Persaudaraan

1. Simbah/mbah/pak tuwa/kaki/mbah kakung/eyang kakung: orang tua laki-laki ayah/ibu.

2. Simbah/mbah/mbok tuwa/nini/mbah putri/eyang putri: orang tua perempuan ayah/ibu.

3. Ibu/simbok/biyung/simak/mamak: orang tua perempuan.

4. Bapak/ramak/rama: orang tua lai-laki.

5. Adhi/dhik/thole/le:saudara muda laki-laki.

6. Adhi/dhik/gendhuk/nduk/dhenok: saudara muda perempuan.

7. Mas/kakang mas/kang mas/kang: saudara tua laki-laki.

8. Mbak/mabkyu/mbak ayu/yu/yune: saudara tua perempuan.

9. Pak gedhe/pakdhe/siwa kakung/uwa: saudara tua laki-laki dari ayah atau ibu.

10. Mbok gedhe/mbokdhe/siwa putri: saudara tua perempuan dari ayah atau ibu.

11. Paklik/pak cilik/lik/paman: saudara muda laki-laki dari ayah atau ibu.

12. Mbok cilik/bulik/lik/bibi: saudara muda perempuan dari ayah atau ibu.

13. Keponakan: anak dari saudara yang lebih tua.

14. Prunan: anak dari saudara yang usianya lebih muda.

15. Nak sanak/nak ndulur: saudara sepupu dari saudara laki-laki maupun perempuan ayah atau ibu.

16. Misan: cucu dari uwa, paman, dan bibi atau generasi ketiga.

17. Mindhoan: anak dari anak suadara nenek atau kerabat satu buyut.

18. Putu keponakan: anaknya keponakan

19. Putu mantu: suami atau istri dari putu

20. Sadulur: saudara kandung bapak dan ibu

21. Sadulur asu: saudara kandung ibu beda bapak

22. Sadulur kuwalon: saudara satu bapak beda ibu

23. Tunggal banyu: saudara satu nenek atau kakek atau satu keturunan

24. Tunggal welat: saudara kandung

Istilah Kekerabatan yang Terikat Hubungan Pernikahan

1. Bojo: suami atau istri.

2. Sing wedok: istri yang dianggap sebagai adik perempuan suami.

3. Sing lanang: suami yang dianggap sebagai kakak laki-laki istri.

4. Maratua: orang tua dari suami atau istri

5. Anak manthu: menantu layaknya anak sendiri

6. Mas ipe: kakak ipar laki-laki

7. Mbak ipe: kakak ipar perempuan

8. Adik ipe: adik ipar baik laki-laki maupun perempuan

9. Besan: orang tua dari menantu

Itulah sejumlah istilah kekerabatan dalam kehidupan masyarakat Jawa yang hingga kini masih digunakan. Semoga bermanfaat, lur!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads