Ratusan Orang Antar Nasirun ke Pusara Terakhir

Ratusan Orang Antar Nasirun ke Pusara Terakhir

Adji G Rinepta - detikJogja
Sabtu, 01 Agu 2026 16:26 WIB
Suasana rumah duka maestro lukis Nasirun di Kasihan, Bantul.
Suasana rumah duka maestro lukis Nasirun di Kasihan, Bantul. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Bantul -

Ratusan orang mengantar maestro lukis Nasirun dari rumah duka di Kasihan, Bantul, menuju ke pusara terakhirnya Taman Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto, Imogiri, Bantul. Gema tauhid mengiringi langkah pelayat mengantar sang maestro.

Sebelum jenazah diberangkatkan, sambutan dari perwakilan warga, perwakilan seniman, dan perwakilan keluarga lebih dulu disampaikan. Lalu ditutup doa yang menjadi pengiring Nasirun meninggalkan rumahnya.

Ratusan pelayat yang sedari pagi berkumpul, tampak khidmat memandang keranda masuk ke ambulans. Sesekali terdengar isak tangis dari kerabat seakan masih tak percaya sang Maestro telah berpulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah keranda masuk ke ambulans, rombongan pun mulai berjalan menuju pemakaman. Tanpa banyak suara, hanya suara langkah kaki, Nasirun pun diantar ke pusaranya.

"Setiap ucapannya bisa menjadi tawa, bahkan sebelum bicara sudah tertawa, menghibur. Tidak pegang HP. Lukisannya fantastis, lalu apa yang kurang? Sehingga dia tiba-tiba pergi ini mengejutkan yang tak terkira," kenang wartawan senior sekaligus sastrawan, Sindhunata di rumah duka, Sabtu (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

Meski merasakan duka yang amat mendalam, Romo Sindhu ingin kepergian Nasirun menjadi refleksi bagi para seniman agar jangan putus asa untuk memperjuangkan seni dan kebudayaan di tengah hiruk pikuk kemelut masyarakat.

"Dan Nasirun sangat berjasa di dalam hal ini karena dia tidak hanya secara nasional tapi juga internasional membawa harum nama Indonesia dengan cara melukisnya yang khas, sangat terikat pada kebudayaan setempat, lokal, dan mempunyai daya mistik yang kuat," ujarnya.

"Sehingga kita pendeknya kehilangan seorang tokoh besar di dalam seni rupa dan suatu kehilangan yang luar biasa dan ini masih buat saya khususnya belum habis percaya bagaimana menyembuhkan luka kehilangan ini gitu. Saya kira itu," pungkas Romo Sindhu.



(adg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads