1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 8 Mei 2026? Cek Kurs dan Alasan Melemahnya

1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 8 Mei 2026? Cek Kurs dan Alasan Melemahnya

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJogja
Jumat, 08 Mei 2026 11:28 WIB
Tembus Rp 15.500, Dolar AS Makin Menggila
Ilustrasi Dolar AS (Foto: Pradita Utama)
Jogja -

Kabar kurang menyenangkan buat masyarakat Indonesia kembali datang dalam urusan rupiah. Hari ini mata uang rupiah sedang "kalah telak" lawan dolar Amerika Serikat (AS). Harganya bahkan sudah menyentuh angka yang bikin banyak orang kaget dan khawatir.

Buat kamu yang ada rencana mau tukar uang atau beli barang dari luar negeri, wajib untuk memantau harganya terus. Pasalnya, naik turunnya nilai rupiah sedang dipengaruhi banyak hal, mulai dari urusan dunia sampai kondisi di dalam negeri sendiri.

Sebenarnya, apa penyebab rupiah terus mengalami kemerosotan nilai tukar ke dolar AS? Berapa 1 dolar AS dalam kurs rupiah hari ini? Yuk, intip update kurs dan penjelasannya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kurs Dolar AS ke Rupiah 8 Mei 2026

Berdasar catatan Bank Indonesia pagi ini, Jumat, 8 Mei 2026 jam 09.30 WIB, kalau kamu mau beli dolar, maka harganya sudah di angka Rp 17.448,81 naik dari sebelumnya, yakni Rp 17.362,00. Namun, jika detikers punya dolar AS dan mau dijual ke bank, 'hanya' dihargai Rp 17.275,19.

Nah, kalau kita lihat harga di pasar dunia dilansir Bloomberg, dolar AS sekarang ada di level Rp 17.363,50. Angka ini ternyata lebih mahal 30 perak dibanding harga saat penutupan kemarin, Kamis, 7 Mei 2026. Artinya, uang rupiah melemah sekitar 0,18 persen dibanding kemarin sore yang berada pada Rp 17.333.

Kurs Dolar Singapura ke Rupiah 8 Mei 2026

Bagaimana halnya dengan dolar Singapura? Berikut rincian harganya di Bank Indonesia hari ini:

  • Harga Jual: Rp 13.789,17
  • Harga Beli: Rp 13.643,33

Angka ini naik dari perdagangan kemarin pada angka Rp 13.775,42 untuk harga jual dan Rp 13.626,54 untuk harga belinya. Itu artinya, rupiah juga melemah di hadapan dolar Singapura (SGD).

Kenapa Rupiah Terus Melemah?

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin PhD, menjelaskan alasan mengenai melemahnya rupiah kita di mata uang dolar. Dilansir laman Universitas Gadjah Mada, berikut alasannya:

  • Untung Penjualan ke Luar Negeri Berkurang: Margin keuntungan dalam kegiatan ekspor yang menurun.
  • Harga Minyak Dunia Naik: Karena Indonesia lebih banyak beli minyak dari luar negeri daripada produksi sendiri, ketika harganya naik, pemerintah mesti harus keluar uang lebih banyak. Ini yang membuat rupiah tertekan.
  • Amerika Lagi 'Pelit': Bank sentral Amerika (The Fed) tidak menurunkan bunga bank mereka. Akhirnya, orang-orang yang punya banyak uang lebih memilih menyimpannya di Amerika karena dianggap lebih aman dan menguntungkan ketimbang di Indonesia.
  • Masalah di Dalam Negeri: Barang-barang di pasar mulai naik harganya (inflasi) plus Indonesia masih punya banyak utang ke luar negeri. Efeknya seperti pisau bermata dua. Bagusnya, barang buatan Indonesia jadi terasa lebih murah buat orang luar negeri sehingga mereka makin rajin beli. Jeleknya, pabrik atau usaha yang bahan bakunya membutuhkan impor, macam bensin, makanan, atau mesin akan pusing karena biaya produksinya membengkak.

Tips Menghadapi Melemahnya Rupiah

Ada beberapa tips yang bisa detikers terapkan dalam kondisi terus melemahnya rupiah, meliputi:

  • Jangan Taruh Uang di Satu Tempat: Coba lakukan diversifikasi harta. Hindari menyimpan dalam bentuk rupiah saja
  • Pilih Saham yang 'Tahan Banting': Buat detikers yang memasukkan sebagian uang di dunia saham, cari perusahaan yang bisnisnya tidak terlalu terpengaruh sama urusan ekonomi dunia.
  • Hati-hati dengan Surat Utang: Kalau simpan uang di surat utang jangka panjang, mungkin untungnya turut tergerus dengan penurunan nilai rupiah ini.

Demikian informasi terbaru mengenai kurs dolar AS terhadap rupiah hari ini 8 Mei 2026. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads