Disdag Jogja Buka Suara soal Curhat Difabel Dilarang Jual Asongan di Ngasem

Disdag Jogja Buka Suara soal Curhat Difabel Dilarang Jual Asongan di Ngasem

Adji G Rinepta - detikJogja
Minggu, 19 Jul 2026 14:40 WIB
Wisatawan nampak berkeliling di Pasar Ngasem Jogja, Minggu (6/7/2025).
Suasana di Pasar Ngasem Jogja. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja angkat bicara soal curhatan seorang pedagang kerupuk rambak penyandang Disabilitas, Gilang Rizki yang diusir saat menggelar dagangan di Pasar Ngasem Kota Jogja. Disdag Jogja berjanji mencarikan solusi untuk pedagang difabel.

Kepala Bidang Pasar Rakyat, Disdag Kota Jogja, Gunawan Nugroho Utomo membenarkan kejadian yang dialami Gilang saat berdagang di Pasar Ngasem. Menurutnya, petugas memberikan pengertian secara persuasif kepada Gilang saat berjualan di Ngasem Sabtu (18/7).

"Karena aturan tidak memperbolehkan Pedagang asongan masuk pasar. Maka Anggota Kamtib memberi pengertian dengan santun, bahwasannya di kawasan pasar Ngasem pedagang asongan tidak diperbolehkan masuk," jelasnya saat dihubungi detikJogja, Minggu (19/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pedangan tersebut di antar ke depan pintu masuk, menunggu jemputan. Untuk pedagang asongan memang mekaten (begitu aturanya) mas," sambung Gunawan.

ADVERTISEMENT

Meski menegaskan jika pedagang asongan dilarang berjualan di Pasar Ngasem, namun Gunawan bilang, pihaknya akan mencoba mencarikan solusi pedagang difabel seperti Gilang bisa tetap berjualan di pasar Ngasem.

Gunawan belum membeberkan teknisnya akan seperti apa. Pihaknya akan membahas secara internal dan melibatkan OPD lainnya sebelum menentukannya.

"Coba akan kami coba bantu nanti kalau memungkinkan fasilitasi khusus kagem sederek-sederek (untuk teman-teman) difabel mas, segera akan kami coba bantu kebijakan fasilitasinya mas," ungkapnya.

"Mungkin nanti kami coba (membahas teknis) di internal dinas kita rumiyen (dulu) mas, kemudian juga dengan OPD terkait," imbuh Gunawan.

Diberitakan sebelumnya, seorang pedagang kerupuk rambak penyandang Disabilitas, Gilang Rizki curhat diminta tak lagi dagangan di Pasar Ngasem Kota Jogja. Meski menyadari bahwa pedagang liar dilarang di Pasar Ngasem, namun Gilang mengaku tak punya pilihan untuk mengais rezeki.

Gilang menuturkan dia didatangi oleh petugas pasar pada Sabtu (18/7), saat ia menggelar dagangan di depan gapura pasar Ngasem. Dia menyebut mengusiran itu dilakukan dengan cara halus tanpa tindakan represif.

"Kemarin aku dibilangin. Iya (ada yang mendatangi), kayak petugas sananya. Aku dibilang gitu, 'sebenarnya nuwun sewu ya, Mas. Ini sebenarnya tuh udah nggak boleh yang liar-liar gitu, gimana kalau misal cari tempat lain?'," terang Gilang saat dihubungi detikJogja, Minggu (19/7/2026).

Gilang mengaku sudah beberapa kali diimbau seperti itu, namun ia mengaku lupa berapa kali persisnya. Gilang juga paham betul jika pedagang liar dilarang di Pasar Ngasem, namun apa daya, penyandang tunanetra itu mengaku tak punya pilihan.

"Sebenarnya itu kan semua semua pedagang kan, Mas. Semua pedagang yang, maksudnya nggak cuman aku tok, maksudnya yang liar gitu lho. Ya memang sebenarnya kan itu memang dilarang kan kalau yang liar. Karena kan biar bersih gitu lho. Jadi bersih dari pedagang pedagang liar," ujarnya.

"Nah mereka itu kebanyakan normal, Mas. Yang difabel tuh cuma aku tok. Cuman aku, soale ya pencahariannya cuma itu sementara. Emang terus terang aku waktu dilarang tuh memang agak keberatan," lanjut Gilang.

Gilang mengaku sangat mengandalkan Pasar Ngasem sebagai tempatnya mencari nafkah. Selama ini dagangannya selalu laku terjual saat berjualan di tempat itu.



(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads