Menteri KP Cek Kampung Nelayan Merah Putih Bantul: Januari Harus Selesai

Menteri KP Cek Kampung Nelayan Merah Putih Bantul: Januari Harus Selesai

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 02 Jan 2026 12:18 WIB
Menteri KP Cek Kampung Nelayan Merah Putih Bantul: Januari Harus Selesai
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di lokasi KNMP Poncosari, Srandakan, Bantul, Jumat (2/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi kampung nelayan merah putih (KNMP) di Poncosari, Srandakan, Bantul. Trenggono meminta kontraktor memperbaiki beberapa pekerjaannya karena bulan ini KNMP harus sudah selesai.

"Ini melihat progres pembangunan kampung nelayan merah putih di Poncosari, Srandakan, Bantul. Karena kita targetkan di bulan Januari harus sudah bisa selesai," kata Trenggono kepada wartawan di Poncosari, Bantul, Jumat (2/1/2026).

Nantinya, KNMP di Poncosari akan memiliki cold storage (ruangan pendingin), toko logistik untuk keperluan nelayan melaut, hingga bengkel kapal. Untuk memastikan semua fasilitas itu terbangun dengan baik, Sakti meminta kontraktor melakukan beberapa perbaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi saya melihat beberapa kualitas pekerjaannya saya minta diperbaiki oleh kontraktor," ujarnya.

Diharapkan KNMP Poncosari kelak seperti KNMP di Biak Papua yang mana produktivitas hasil tangkapan ikannya meningkat sampai 121%.

ADVERTISEMENT

"Dan kita harapkan kalau ini jadi tentu akan membantu Bupati terkait menggerakkan perekonomian masyarakat di pesisir pantai selatan Bantul," ucap Trenggono.

Ketua Nelayan Pantai Kuwaru, Ponijo, berharap keberadaan KNMP di Poncosari bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan. Salah satunya dengan melibatkan nelayan sebagai pemasok ikan di KNMP.

"Harapannya nelayan jadi pemasok ikan dengan harapan ikan yang dimasukkan ke sini (KNMP) bisa semakin lancar," katanya.

Pasalnya, saat musim tangkap ikan nelayan bisa mendulang hasil tangkapan lebih dari satu ton per hari.

"Kalau pas musim itu bisa sekitar 5 ton per hari, kalau hari biasa 1 kuintal sampai 1 ton," ujarnya.




(dil/ams)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads