Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 9 Januari 2026 merupakan hari biasa sesudah penampakan Tuhan. Dengan peringatan kisah Santo Andreas Korsini, Uskup dan Pengaku Iman; dan Santa Marsiana, Martir. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.
Mengangkat tema tentang pemulihan, mari simak renungan Katolik hari Jumat, 9 Januari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh M Oktaviani FSGM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Jumat, 9 Januari 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 9 Januari 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 9 Januari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 1Yoh 5:5-13, dilanjut Mazmur Mzm 147:12-13.14-15.19-20; bacaan Injil Luk 5:12-16; dan bacaan ofisi Bar 4:5-29. Berikut ini uraiannya:
Bacaan I 1Yoh 5:5-13
- 1Yoh 5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
- 1Yoh 5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
- 1Yoh 5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
- 1Yoh 5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
- 1Yoh 5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
- 1Yoh 5:10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
- 1Yoh 5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
- 1Yoh 5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
- 1Yoh 5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
Bacaan Mazmur Mzm 147:12-13.14-15.19-20
- Mzm 147:12 Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
- Mzm 147:13 Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
- Mzm 147:14 Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
- Mzm 147:15 Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
- Mzm 147:19 Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
- Mzm 147:20 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!
Bacaan Injil Luk 5:12-16
- Luk 5:12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
- Luk 5:13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
- Luk 5:14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
- Luk 5:15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
- Luk 5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Bacaan Ofisi Bar 4:5-29
- Bar 4:5 Kuatkanlah hatimu, hai bangsaku, yang membawa nama Israel!
- Bar 4:6 Kamu telah dijual kepada bangsa-bangsa lain, tetapi tidak untuk dibinasakan. Karena telah memurkakan Allah maka kamu diserahkan kepada para lawan.
- Bar 4:7 Sebab Pembuatmu telah kamu marahkan, dengan mempersembahkan korban kepada setan, bukannya kepada Allah.
- Bar 4:8 Pengasuhmu telah kamu lupakan, yakni Allah kekal, dan hati Yerusalem, dayahmupun telah kamu dukakan.
- Bar 4:9 Melihat kemurkaan Allah mendatangi diri kamu maka Yerusalem berkata: "Dengarlah, hai sekalian tetangga Sion! Allah telah mengirim kepadaku kesedihan besar."
- Bar 4:10 Sebab anak-anakku yang laki-laki dan perempuan kulihat tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka.
- Bar 4:11 Mereka telah kuasuh dengan sukacita, tetapi sekarang kulihat pergi dengan tangisan dan sedih hati.
- Bar 4:12 Janganlah seorangpun bersukaria oleh karena diriku, seorang janda yang telah ditinggalkan banyak anak. Karena dosa anak-anakku aku menjadi kesepian, sebab mereka telah berpaling dari hukum Taurat Allah
- Bar 4:13 dan tidak mau mengenal peraturan-peraturan-Nya; mereka tidak berjalan di jalan perintah-perintah Allah, dan tidak menempuh jalan-jalan pengajaran sesuai dengan kebenaran Allah.
- Bar 4:14 Hendaklah para tetangga Sion datang, dan hendaklah kamu ingat kepada anak-anakku yang laki-laki dan perempuan yang tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka.
- Bar 4:15 Sebab Allah telah mengirim kepada mereka suatu bangsa dari jauh, suatu bangsa biadab dengan bahasa yang asing, yang tidak menghormat uban, dan tidak pula menyayangkan kanak-kanak.
- Bar 4:16 Anak-anak kesayangan si janda dibawa mereka dan ia sendiri ditinggalkannya kesepian tanpa anak-anak perempuannya.
- Bar 4:17 Adapun aku, bagaimana kamu dapat kutolong?
- Bar 4:18 Dia yang telah mengirim bencana-bencana itu kepadamu akan melepaskan kamu dari genggaman musuhmu.
- Bar 4:19 Pergilah saja, hai anak-anakku, pergilah, sebab aku telah tertinggal kesepian.
- Bar 4:20 Pakaian kebahagiaan telah kutanggalkan dan karung permohonan kukenakan. Sepanjang umur hidupku hendak kujerit kepada Yang Kekal!
- Bar 4:21 Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah, niscaya kamu akan dilepaskan-Nya dari kekuasaan dan genggaman musuh.
- Bar 4:22 Sebab aku mengharapkan keselamatanmu dari Yang Kekal, maka sukacita telah datang kepadaku dari Yang Kudus, oleh karena belas kasihan yang segera datang kepada kamu dari Yang Kekal ialah Penyelamatmu.
- Bar 4:23 Sebab dengan sedih hati dan tangisan aku membiarkan kamu pergi, tetapi kamu dikembalikan kepadaku oleh Allah dengan sukaria dan sukacita untuk selama-lamanya.
- Bar 4:24 Sebab seperti sekarang tetangga Sion melihat kamu tertawan, demikianpun mereka segera akan melihat penyelamatanmu yang datang dari Allah, yang akan sampai kepada kamu dengan kemuliaan besar dan dengan kilauan dari Yang kekal.
- Bar 4:25 Hai anak-anakku, hendaklah tabah menanggung kemurkaan, yang mendatangi diri kamu dari Allah. Engkau dikejar-kejar oleh musuhmu, tetapi segera akan kaulihat kebinasaannya, dan akan kauinjak tengkuknya.
- Bar 4:26 Timanganku harus menempuh jalan-jalan yang jendal-jendul seperti kawanan yang dirampas, dihalaukanlah mereka oleh musuh.
- Bar 4:27 Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula.
- Bar 4:28 Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin.
- Bar 4:29 Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu.
Renungan Harian Katolik Jumat 9 Januari 2026
Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus dengan kerendahan hati yang mendalam. Ia tidak memaksa, tidak menuntut, tetapi berkata dengan iman sederhana, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat menahirkan aku." Kata-kata ini lahir dari hati yang telah lama terluka, terluka oleh penyakit, pengasingan, dan rasa tidak diinginkan.
Namun, di balik luka itu tersimpan harapan, harapan bahwa Yesus mau melihat dirinya, mau menyentuh dirinya, dan mau memulihkannya. Yesus tidak hanya berkata, "Aku mau," tetapi Ia juga menjamah orang itu.
Sentuhan tersebut berperan penting dalam peristiwa mukjizat ini. Pada zaman itu, menyentuh orang kusta berarti melanggar batas sosial dan religius. Namun, Yesus melampaui semua batas itu, seakan-akan berkata bahwa tidak ada luka, tidak ada dosa, dan tidak ada kecemaran batin yang terlalu kotor bagi-Nya.
Kehadiran-Nya menghapus jarak, bahkan di tempat di mana manusia lain menarik diri. Kita mungkin perlu bertanya: Bagian mana dalam hidup kita yang seperti "kusta", bagian yang kita sembunyikan, yang membuat kita merasa tidak layak, atau yang kita takut orang lain melihatnya?
Bisa jadi itu berupa keterpurukan batin, kebiasaan buruk yang tidak kunjung berubah, rasa bersalah yang memerangkap, atau rasa malu terhadap masa lalu. Seperti orang kusta itu, kita sering merasa harus menjauh, baik dari Tuhan maupun dari sesama.
Namun, Yesus justru datang mendekat. Ia melihat luka yang kita sembunyikan. Ia memahami pergumulan yang tidak sanggup kita ceritakan. Ia pun tidak menjauh; Ia menjamah.
Kadang sentuhan-Nya kita alami melalui Sakramen Rekonsiliasi, melalui kata-kata seseorang yang menguatkan, melalui keheningan doa yang menenangkan, atau melalui keberanian yang tiba-tiba muncul untuk memulai lagi.
Setelah menyembuhkan orang itu, Yesus mengundangnya untuk mempersembahkan diri sesuai hukum Musa. Ini mengingatkan kita bahwa mukjizat bukan hanya soal kesembuhan, melainkan juga pemulihan relasi, relasi dengan Tuhan, dengan komunitas, dan dengan diri sendiri.
Lebih dari sekadar bebas dari penyakit, pemulihan sejati selalu membawa kita kembali kepada hidup yang penuh dan utuh sebagai pribadi. Menarik bahwa setelah itu, Yesus kembali mencari tempat sunyi untuk berdoa.
Kedekatan-Nya dengan Bapa menjadi sumber seluruh belas kasihan-Nya. Dari keheningan itulah lahir keberanian untuk menyentuh mereka yang disingkirkan dan mengangkat mereka yang jatuh. Mari kita datang kepada Yesus seperti orang kusta itu, dengan kejujuran, tanpa topeng, dan tanpa rasa harus sempurna.
Mari kita bawa seluruh hati kita yang remuk dan berkata, "Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat memulihkan aku." Dalam iman, kita percaya bahwa Ia selalu mau menyentuh, memulihkan, dan menghidupkan kita kembali.
Doa Katolik Hari Ini
Allah Yang Maha Kuasa, kelahiran penyelamat dunia dimaklumkan cahaya bintang di langit. Semoga kami makin mengenal dan mengasihi Dia, yaitu Yesus Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Jumat, 9 Januari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
(sto/ams)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Momen Pelukan Erat Jokowi-2 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu di Solo
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya