Blak-blakan Wabup Gunungkidul Tepis Isu Retak Hubungan dengan Bupati Endah

Round-Up

Blak-blakan Wabup Gunungkidul Tepis Isu Retak Hubungan dengan Bupati Endah

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 21 Okt 2026 06:07 WIB
Momen Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Wakil Bupati Joko Parwoto hadir saat pembukaan Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 di SMPN 1 Wonosari, Selasa (20/10/2026).
Momen Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Wakil Bupati Joko Parwoto hadir saat pembukaan Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 di SMPN 1 Wonosari, Selasa (20/10/2026). Foto: dok. Joko Parwoto
Jogja -

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, kini dengan tegas menepis isu hubungannya dengan Bupati Endah Subekti Kuntariningsih yang dianggap retak. Ia menyebut komunikasinya dengan Endah tak ada masalah.

"Saya merasa hubungan saya dengan Mbak Endah baik-baik saja, tidak ada masalah. Komunikasi juga bagus dengan beliau, terkadang juga melalui melalui Sekda. Kalau ketemu langsung juga mengobrol dengan Mbak Endah," kata Joko kepada detikJogja di Wonosari, Gunungkidul, Selasa (20/10/2026) sore.

Joko menganggap isu ketidakharmonisan antara dirinya dan Endah sebagai rumor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumor saja itu, tidak ada masalah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Lalu, Joko memamerkan kebersamaan dirinya dan Endah dalam sebuah acara pada Selasa (20/10) pagi. Momen itu terjadi saat keduanya menghadiri pembukaan Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gunungkidul di SMP Negeri 1 Wonosari. Mereka sempat menyerahkan apresiasi kepada peserta.

"Tidak ada apa-apa, pagi tadi saja saya bareng-bareng menyerahkan sama Bupati (di acara MTQ)," ujarnya.

Joko Parwoto lantas menekankan kembali bahwa hubungannya dengan Bupati Endah tidak ada masalah.

"Ya selama ini hubungan saya tidak ada masalah dengan Mbak Endah, ini konfirmasi resmi," tegasnya.

Ketua DPRD Yakin Bupati-Wabup Mesra

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, juga meyakini hal yang sama. Ia menilai keduanya kerap terlihat bersama.

"Kalau kita juga di legislatif, ya ayo bareng-bareng dalam hal ini selalu bersatu, guyub rukun untuk masyarakat Gunungkidul dan tidak mengganggu kaitannya dengan apa yang menjadi aktivitas, apa yang menjadi tata kelola pemerintahan Kabupaten Gunungkidul," ujarnya di Wonosari.

"Kenyataannya tadi yang kita lihat adalah sudah bersama, akur, dan ya semoga ini suatu evaluasi. Karena mereka yang menjadi panutan dan panuntun masyarakat Gunungkidul," imbuhnya.

Isu Hubungan Retak Disorot

Diketahui, keharmonisan bupati dan wakil bupati Gunungkidul menjadi sorotan usai Wabup Gunungkidul Joko Parwoto absen dalam rangkaian hari jadi Gunungkidul beberapa waktu lalu.

Sorotan datang salah satunya dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Gunungkidul, Suharno. Ia menyebut hubungan bupati dan wakil bupati Gunungkidul tidak harmonis. Menurut dia, Wabup jarang hadir bersama Bupati saat rapat dan puncaknya Wabup absen dari rangkaian acara dan upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul.

"Saya memandang tidak harmonis dan ini tidak baik untuk Gunungkidul. Kalau tidak harmonis ibarat keluarga nanti broken home," kata Suharno saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10/2026).

"Begitu pula pemerintahan, jika Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih bersama, humanis, rakyatnya juga senang. Saya juga melihat mereka jarang bersama-sama, tidak datang Hari Jadi Gunungkidul jadi polemik," ujarnya.

Joko Parwoto sendiri sudah buka suara soal hubungannya dengan Bupati Endah usai hubungan keduanya disebut-sebut tidak harmonis. Kala itu Joko tak secara langsung membantah.

Joko menyatakan menghormati Bupati sebagai Kepala Daerah beserta kewenangan yang diberikan oleh undang-undang. Dalam keterangan tertulisnya, Joko menyebut penghormatan terhadap jabatan publik merupakan bagian penting dari upaya menjaga kewibawaan institusi pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

"Tapi pada saat yang sama, saya juga berharap agar kedudukan, fungsi, dan martabat jabatan Wakil Bupati memperoleh penghormatan sebagaimana dijamin dalam sistem hukum pemerintahan daerah," kata dia.

"Saya tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang perbedaan pandangan maupun membangun polemik yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Joko.



(afn/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads