Wabup Gunungkidul Tepis Isu Tak Harmonis dengan Bupati: Rumor Itu

Wabup Gunungkidul Tepis Isu Tak Harmonis dengan Bupati: Rumor Itu

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 20 Okt 2026 16:41 WIB
Momen Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Wakil Bupati Joko Parwoto hadir saat pembukaan Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 di SMPN 1 Wonosari, Selasa (20/10/2026).
Momen Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Wakil Bupati Joko Parwoto hadir saat pembukaan Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 di SMPN 1 Wonosari, Selasa (20/10/2026). Foto: dok. Joko Parwoto
Gunungkidul -

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menanggapi pernyataan DPD Partai NasDem Gunungkidul yang menilai hubungannya dengan Bupati Endah Subekti Kuntariningsih kurang harmonis. Joko menegaskan hubungannya dengan Bupati baik-baik saja.

"Rumor saja itu, tidak ada masalah," kata Joko kepada detikJogja di Wonosari, Gunungkidul, Selasa (20/10/2026) sore.

Joko mengatakan, dirinya bersama Bupati Endah pagi tadi menghadiri pembukaan Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gunungkidul di SMP Negeri 1 Wonosari. Mereka sempat menyerahkan apresiasi kepada peserta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada apa-apa, pagi tadi saja saya bareng-bareng menyerahkan sama Bupati (di acara MTQ)," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Joko menjelaskan, dalam politik memang terkadang muncul perbedaan persepsi dan pendapat. Namun, Joko menilai hal itu biasa saja dan tidak mengganggu keharmonisan hubungan Bupati dan Wabup.

"Jadi saya merasa hubungan saya dengan Mbak Endah baik-baik saja, tidak ada masalah. Komunikasi juga bagus dengan beliau, terkadang juga melalui melalui Sekda. Kalau ketemu langsung juga mengobrol dengan Mbak Endah," ucapnya.

Joko Parwoto lantas menekankan kembali bahwa hubungannya dengan Bupati Endah tidak ada masalah.

"Ya selama ini hubungan saya tidak ada masalah dengan Mbak Endah, ini konfirmasi resmi," tegasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, juga menilai isu soal ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul hanya rumor belaka.

"Rumor itu. Tadi di kegiatan juga hadir berdua kok," kata Endang kepada wartawan di Wonosari, Gunungkidul, Selasa (20/10/2026).

Endang berharap kerukunan antara pemimpin daerah selalu tercipta agar tidak mengganggu sistem pemerintahan.

"Kalau kita juga di legislatif, ya ayo bareng-bareng dalam hal ini selalu bersatu, guyub rukun untuk masyarakat Gunungkidul dan tidak mengganggu kaitannya dengan apa yang menjadi aktivitas, apa yang menjadi tata kelola pemerintahan Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.

"Kenyataannya tadi yang kita lihat adalah sudah bersama, akur, dan ya semoga ini suatu evaluasi. Karena mereka yang menjadi panutan dan panuntun masyarakat Gunungkidul," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Gunungkidul menyebut hubungan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) tidak harmonis. Hal itu karena jarang terlihat bersama dan puncaknya tidak hadir dalam rangkaian hingga upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul.

"Saya memandang tidak harmonis ini dan tidak baik untuk Gunungkidul. Kalau tidak harmonis ibarat keluarga nanti broken home," kata Ketua DPD NasDem Gunungkidul, Suharno, saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10).

Menurutnya, ketidakharmonisan tersebut karena kurang adanya kebersamaan antara Bupati dan Wabup. Suharno mengibaratkan, keluarga seharusnya harus harmonis karena jika harmonis anak dan kelurganya tenteram.

"Begitu pula pemerintahan, jika Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih bersama humanis rakyatnya juga senang. Saya juga melihat mereka jarang bersama-sama, tidak datang hari jadi Gunungkidul jadi polemik," ujarnya.

Selain itu, Suharno menilai jarang melihat Bupati-Wabup bersama saat rapat. Suharno menilai kurangnya koneksi emosional atau chemistry diantara keduanya dalam memimpin Gunungkidul.

"Di rapat-rapat kalo kita lihat di media jarang kelihatan ada, Wakil Bupati, jangan-jangan tidak diundang atau tidak hadir. Saya pernah lihat lagu Indonesia Raya di Gunungkidul tampaknya tidak bersama Wakil Bupati. Artinya kurang mesra sebagai chemistry, pada prinsipnya Bupati dan Wakil Bupati baik, hanya kurang senyum bersama," ucapnya.



(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads