Kerangka manusia misterius ditemukan di lahan daerah Kembangputihan, Guwosari, Pajangan, Bantul. Polisi menemukan sejumlah benda di TKP penemuan kerangka itu.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyebut ada sejumlah barang yang ditemukan di sekitar kerangka. Di antaranya kunci sepeda motor Honda, korek gas, celana pendek hitam dan kaus berwarna hitam.
"Sedangkan untuk identitas kerangka belum teridentifikasi, sidik jarinya tidak dapat diidentifikasi karena kondisinya sudah mengering," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (20/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rita juga menyebut tulang-belulang ditemukan dalam kondisi relatif lengkap. Kerangka itu diduga berjenis kelamin laki-laki.
"Dari kondisi gigi, ditemukan satu gigi bagian atas dan satu gigi bagian kiri bawah yang ompong. Berdasarkan bentuk panggul dan ciri fisik lainnya, korban diduga berjenis kelamin laki-laki," katanya.
Polisi juga menduga korban telah meninggal sekitar lima bulan lalu. Sebab, beberapa bagian tubuh masih menyisakan jaringan daging dan kulit yang telah mengalami pembusukan. Pemeriksaan luar juga menunjukkan rambut korban sudah menipis.
"Sampai di lokasi, kondisi tubuh yang ditemukan sudah mengalami kerusakan cukup parah. Lalu dari pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima bulan lalu," ucapnya.
Diketahui, kerangka manusia ditemukan di lahan daerah Kembangputihan, Guwosari, Pajangan, Bantul pada Senin (19/10) siang. Kerangka itu ditemukan oleh pencari burung.
Rita menjelaskan, penemuan itu bermula saat warga sedang mencari burung di lahan tersebut, Senin (19/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, warga melihat banyak burung beterbangan dari suatu titik.
"Karena penasaran, saksi kemudian menuju lokasi tersebut. Nah, sampai di lokasi saksi malah mendapati kerangka manusia yang tergeletak di tanah," ujarnya.
Belum diketahui identitas kerangka itu, namun polisi menerima informasi mengenai seorang warga di wilayah Watugedug, Guwosari, yang belum kembali ke rumah.
"Tapi pihak keluarga yang telah melihat kerangka tersebut belum dapat memastikan apakah temuan itu berkaitan dengan anggota keluarga yang sedang dicari. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar dapat berkoordinasi dengan polisi untuk membantu proses identifikasi," ucapnya.
