Sederet Respons Petinggi Partai soal Hubungan Bupati-Wabup Gunungkidul

Round-Up

Sederet Respons Petinggi Partai soal Hubungan Bupati-Wabup Gunungkidul

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 20 Okt 2026 06:30 WIB
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih bersama Wabup, Joko Parwoto saat menghadiri festival pedalangan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Senin (19/10/2026).
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih bersama Wabup, Joko Parwoto saat menghadiri festival pedalangan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Senin (19/10/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Hubungan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan Wabup Joko Parwoto menuai sorotan usai Joko Parwoto memilih absen di rangkaian hari jadi Gunungkidul. Sejumlah petinggi partai pun ikut mengomentari hubungan dua pimpinan Bumi Handayani ini.

Nasdem Anggap Tak Harmonis

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Gunungkidul, Suharno, memandang hubungan keduanya memang tak harmonis. Sebab, Endah dan Joko jarang terlihat bersamaan.

"Saya memandang tidak harmonis dan ini tidak baik untuk Gunungkidul. Kalau tidak harmonis ibarat keluarga nanti broken home," kata Suharno saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketidakharidan Joko dalam rangkaian hari jadi ke-196 Gunungkidul disebut merupakan puncaknya.

ADVERTISEMENT

"Begitu pula pemerintahan, jika Bupati dan Wakil Bupati yang dipilih bersama, humanis, rakyatnya juga senang. Saya juga melihat mereka jarang bersama-sama, tidak datang Hari Jadi Gunungkidul jadi polemik," ujarnya.

"Di rapat-rapat kalau kita lihat di media jarang kelihatan ada Wakil Bupati, jangan-jangan tidak diundang atau tidak hadir. Saya pernah lihat lagu Indonesia Raya di Gunungkidul tampaknya tidak bersama Wakil Bupati. Artinya kurang mesra sebagai chemistry, pada prinsipnya Bupati dan Wakil Bupati baik, hanya kurang senyum bersama," ucapnya.

Menurut Suharno, Bupati dan Wabup seharusnya duduk bersama untuk menyelesaikan polemik tersebut. Dia juga berharap keduanya saling berkoordinasi dalam menjalankan pemerintahan di Kabupaten Gunungkidul.

"Jadi duduk bersamalah, diskusi, jika sakit ditengok, sudah sembuh belum sakit giginya. Lalu jika sudah sembuh, ada tugas yang Pak Wakil Bupati jalankan hadiri gotong royong, 'kebetulan saya sebagai Bupati baru ada agenda lain', misal begitu," kata dia.

PKB Anggap Dinamika Politik

Sementara PKB Gunungkidul mengakui hubungan bupati dan wabup tengah menjadi sorotan. Namun, ia menganggap hal itu hanya dinamika.

"Kalaupun terjadi riak-riak kecil, ya saya kira itu memang dinamika politik sering terjadi. Tetapi kalau untuk yang berkaitan dengan soal pelayanan, saya kira harus bersinergi, saling mensupport satu dengan yang lain, seperti itu," kata Ketua DPC PKB Kabupaten Gunungkidul, Arief Gunadi saat dihubungi detikJogja, Senin (19/10/2026).

Perlu diketahui, pasangan Endah-Joko diusung PDI-Perjuangan, PKB dan Golkar dalam pilkada serentak tahun 2024. Aref menyebut telah mengetahui bahwa alasan Joko tidak menghadiri upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul karena sakit.

"Kemarin saya juga mendengar informasi yang sudah viral itu, bahwa tidak hadirnya karena sakit gigi. Memang sakit gigi itu tidak opname tapi luar biasa rasanya dan tidak banyak yang menengok, tetapi penderitaannya luar biasa, apalagi kemarin katanya ke dokter ya," ucap anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul itu.

Meski begitu, Arief berkelakar jika dirinya tengah sakit gigi tetapi masih tetap bisa ngantor di DPRD Gunungkidul.

"Karena saya juga sakit gigi ini tapi tetap mau ke kantor," katanya

Golkar Berharap Tetap Amanah

Ketua DPD Golkar Gunungkidul Heri Nugroho ikut merespons. Heri menganggap ketidakhadiran wabup bukan masalah.

"Kalau Wabup ada giat lain dan terakhir karena sakit," kata Heri.

Sedangkan melihat hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) saat ini, Heri enggan menanggapinya dengan gamblang. Namun, Heri berharap keduanya tetap sejalan dan amanah dalam mengemban jabatan Bupati dan Wabup.

"Sudah ada pengakuan masing-masing. Kalau harapannya tetep sejalan dan amanah," ujarnya secara singkat.

Wabup Buka Suara

Joko Parwoto sendiri sudah buka suara soal hubungannya dengan Bupati Endah usai hubungan keduanya disebut-sebut tidak harmonis.

Joko juga menyatakan menghormati Bupati sebagai Kepala Daerah beserta kewenangan yang diberikan oleh undang-undang. Dalam keterangan tertulisnya, Joko menyebut penghormatan terhadap jabatan publik merupakan bagian penting dari upaya menjaga kewibawaan institusi pemerintahan dan kepercayaan masyarakat.

"Tapi pada saat yang sama, saya juga berharap agar kedudukan, fungsi, dan martabat jabatan Wakil Bupati memperoleh penghormatan sebagaimana dijamin dalam sistem hukum pemerintahan daerah," kata dia.

"Saya tidak memiliki keinginan untuk memperpanjang perbedaan pandangan maupun membangun polemik yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Joko.

Terlihat Berdampingan Lagi

Di tengah isu hubungan retak itu, Endah dan Joko nampak kembali berdampingan dalam acara festival Pedalangan.

Dalam acara di Bangsal Sewokoprojo itu, nampak Joko yang hadir lebih dulu menyambut Endah Selanjutnya dua pimpinan Bumi Handayani ini duduk berjejer untuk menyaksikan jalannya festival tersebut.

Selain itu, memasuki penghujung acara keduanya juga tampak bersama-sama maju ke depan untuk memberikan apresiasi kepada dalang-dalang cilik.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyebut dirinya meminta Wabup Joko dipastikan hadir di acara tersebut.

"Pak Kepala Kundha Kebudayaan, saya minta untuk memastikan kehadirannya (Wabup), dan ini bagian dari pimpinan daerah memotivasi anak-anak kita (di festival pedalangan)," katanya kepada wartawan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Senin (19/10/2026).

Pasalnya, Kabupaten memiliki banyak sanggar dan desa-desa budaya. Menurutnya, kehadiran Joko agar Endah bisa berkoordinasi secara langsung terkait mendatangi desa-desa tersebut.

"Bahkan tadi saya meminta pada Pak Wabup untuk juga segera datang ke desa-desa budaya untuk melakukan monitor, evaluasi apakah desa budaya itu juga bagian dari desa yang ikut serta melestarikan," ujarnya.

"Bahkan mungkin ada sanggar yang melatih anak-anak kita untuk menjadi embrio dalang di masa yang akan datang," lanjut Endah.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Warga Tanam Pisang di Jalan Alternatif Klaten-Gunungkidul yang Rusak Parah"
[Gambas:Video 20detik] (afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads