Warga terlibat kejar-kejaran dengan dua remaja bermotor yang membawa celurit dini hari tadi. Pengejaran itu berakhir usai keduanya terjatuh di sekitar Pasar Bantul dan saat ini satu orang ditetapkan sebagai tersangka.
"Benar, ada dua remaja jatuh usai kejar-kejaran dengan warga dan satu diantaranya membawa celurit," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/10/2026).
"Dari penyelidikan sementara, kedua remaja itu diduga berkeliling pakai motor sambil membawa sajam. Tapi untuk dugaan mengenai tujuan membawa senjata tersebut masih didalami," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rita mengatakan, bahwa kejadian berawal saat dua orang warga sedang nongkrong di sekitar simpang empat Madukismo, Kasihan, Bantul dini hari tadi pukul 02.45 WIB. Selanjutnya kedua warga melihat dua orang berboncengan motor Yamaha NMAX melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat.
"Karena motor itu melaju melawan arah di Ringroad selatan, warga lalu melakukan pengejaran," ujarnya.
Pengejaran itu berlangsung hingga ke Jalan Jenderal Sudirman, Bantul. Selanjutnya, di kawasan Pasar Bantul pemotor NMAX terjatuh.
"Sampai di depan pasar, kedua remaja terjatuh dari motor. Nah, saat itulah, sebilah celurit terjatuh dari salah satu remaja yang dibonceng," ucapnya.
Warga lalu mengamankan kedua remaja itu dan membawanya ke Polres Bantul. Polisi juga menyita sebilah celurit berwarna perak dengan panjang sekitar 100 sentimeter.
"Senjata tajam itu memiliki gagang kayu yang dilapisi kain hitam, dilengkapi tali berwarna merah, serta terdapat tulisan 'YANUAR' berwarna merah," katanya.
Polisi juga turut mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha NMAX berwarna hijau beserta kunci dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Rita juga mengungkapkan, dari dua orang itu satu telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam.
"Untuk AYP (17), warga Guwosari, Pajangan, Bantul telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan membawa atau menguasai senjata tajam tanpa hak," ucapnya.
Berkaca dari kejadian tersebut, Rita mengimbau para remaja agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih membawa senjata tajam tanpa hak.
"Peran orang tua juga penting untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari," katanya.
