Geger Wabup Joko Absen di Hari Jadi Gunungkidul Disorot Partai Sendiri

Geger Wabup Joko Absen di Hari Jadi Gunungkidul Disorot Partai Sendiri

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 18 Okt 2026 18:16 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul, Joko Parwoto. Diunggah Jumat (16/10/2026).
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto. Foto: Dok. Joko Parwoto
Jogja -

Absennya Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto di momen rangkaian hari jadi ke-196 menuai polemik. Sorotan tajam juga datang dari Partai Gerindra yang merupakan partainya sendiri.

Joko sendiri mengaku tidak dapat menghadiri agenda itu karena sakit gigi. Namun, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Purwanto menilai kadernya seharusnya tetap menghadiri agenda tersebut.

"Sangat perlu (evaluasi)," kata Purwanto saat dihubungi detikJogja, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menduga hal itu merupakan bentuk protes yang dilakukan Joko. Namun, momentumnya dinilai tidak pas.

"Tindakan Wabup seperti itu bentuknya protes tapi kurang pas momennya," katanya.

ADVERTISEMENT

"Melihat seperti itu berarti tidak baik, kurang harmonis," sambungnya

Purwanto kembali menyorot ketidakhadiran Joko di acara HUT Gunungkidul. Menurutnya, kader yang bergabung menjadi kader Gerindra pada 2026 ini seharusnya tetap mengikuti kegiatan tersebut.

"Sebaiknya kegiatan rangkaian hari jadi ya wajib hadir, kecuali kondisi yang darurat seperti sakit dan sampai diisolasi," jelasnya.

Sempat Dipaksa Hadir

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengaku sempat menghubungi Joko agar tetap hadir di upacara hari jadi ke-196 Gunungkidul. Namun, Wabup Joko mengaku berhalangan karena sakit gigi.

"Sampai dengan kemarin kita gladi bersih untuk agenda upacara pun beliau juga tidak hadir. Maka karena sudah mendekati hari H, kami telepon beliau. Kami agak memaksa untuk pulang di hari H, tetapi kemudian beliau menyampaikan kalau izin sakit giginya," kata Endah kepada wartawan, Jumat (16/10).

Endah mengungkap beberapa kali telah mengundang Wabup Joko untuk menghadiri rangkaian hari jadi Gunungkidul. Namun, yang bersangkutan berhalangan karena berada di Jakarta.

"Beliau di Jakarta saat itu (tidak hadir pengajian). Kemudian malam tirakatan, beliau juga diundang tetapi juga berada di Jakarta, izin. Kemudian kenduri agung yang dilakukan di Baron, ini beliau juga izin," ujarnya.

Di sisi lain, Endah juga mengungkapkan bahwa Joko memang terkadang berada di Jakarta, khususnya saat akhir pekan.

"Yang jelas, beliau selalu menyampaikan kalau hari Sabtu-Minggu itu beliau bukan minta izin, tetapi memberitahu kalau Jumat, Sabtu, Minggu beliau pulang ke Jakarta," ujarnya.

Wabup Bilang Sakit Gigi

Terpisah, Wabup Joko mengaku absen di acara hari jadi Gunungkidul karena sakit gigi. Dia mengaku sedang menjalani perawatan dan membutuhkan penanganan dokter.

"Salah satu keadaan yang cukup mendesak adalah gangguan kesehatan berupa sakit gigi yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan kesehatan yang tidak dapat saya abaikan," kata Joko saat dihubungi detikJogja melalui pesan singkat, Jumat (16/10).

Joko mengaku ketidakhadirannya bukan berarti tidak menghormati sejarah, nilai budaya maupun makna penting hari jadi Kabupaten Gunungkidul. Namun, mengacu UU Nomor 23 ahun 2014, khususnya Pasal 66 dan Pasal 67, memberikan landasan mengenai tugas dan kewajiban Wakil Kepala Daerah. Sementara itu, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan mengatur tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan dalam kegiatan kenegaraan maupun acara resmi.

"Tidak setiap undangan kegiatan pemerintahan dengan sendirinya merupakan kewajiban hukum yang mengharuskan kehadiran pribadi Wakil Bupati," ucapnya.

Joko menyebut kewajiban kehadiran ditentukan berdasarkan sifat kegiatan, ketentuan hukum yang berlaku, penugasan resmi, serta tanggung jawab jabatan yang melekas. Menurutnya, penentuan prioritas itu mempertimbangkan urgensi kegiatan terhadap kepentingan masyarakat, kewajiban hukum dan penugasan resmi yang melekat.

"Dengan demikian, ketidakhadiran dalam suatu undangan tidak dapat secara otomatis disimpulkan sebagai bentuk pengabaian tugas, ketidakdisiplinan, atau ketidakpedulian terhadap kepentingan daerah. Penilaiannya harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan keseluruhan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku," kata dia.

Joko juga buka suara soal keberadaannya yang disebut sering berada di Jakarta sehingga sering absen kegiatan di Gunungkidul.

"Saya perlu meluruskan anggapan bahwa ketidakhadiran saya dalam beberapa kegiatan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul disebabkan oleh keberadaan saya di Jakarta. Anggapan tersebut tidak benar apabila digeneralisasikan terhadap seluruh kegiatan yang tidak dapat saya hadiri. Ketidakhadiran saya memiliki latar belakang dan pertimbangan yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi serta agenda pada waktu yang bersangkutan," kata dia.

Joko berharap setiap informasi mengenai keberadaan maupun ketidakhadirannya dapat dicek berdasarkan fakta, tanggal kegiatan, dan komunikasi resmi yang telah dilakukan. Dia tak mau memperpanjang polemik ketidakhadirannya di acara hari jadi Gunungkidul.

"Bagi saya, ukuran utama pelaksanaan amanah pemerintahan harus mencakup kepatuhan terhadap hukum, integritas, kualitas pengambilan keputusan, efektivitas pelaksanaan tugas, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Warga Tanam Pisang di Jalan Alternatif Klaten-Gunungkidul yang Rusak Parah"
[Gambas:Video 20detik] (ams/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads