Warga Pringsanggar, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, Saryono (77) ditemukan mengalami luka bakar parah di ladang. Korban diduga tersambar api saat membakar dedaunan kering di ladang yang jauh dari permukiman. Korban tak tertolong meski sempat mendapat penanganan medis.
"Iya betul, ada pria ditemukan meninggal dunia dengan kondisi terbakar di ladang Mendongan, Duwet, Purwodadi, Tepus," kata Kasi Humas Polres Gunungkidul, Iptu Tukiran saat dihubungi detikJogja, Sabtu (17/10/2026).
Tukiran mengatakan, korban ditemukan pada Jumat (16/10) sekitar pukul 20.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ditemukan, korban tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana warna putih. Lalu terdapat luka bakar di daerah kepala sebelah kiri dan luka bakar pada punggung, perut bagian kiri, tangan kanan dan kaki kanan korban," ujarnya.
Tukiran menjelaskan, awalnya Saryono pergi ke ladang di Mendongan dengan berjalan kaki pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB, Saryono tak kunjung pulang ke rumah. Keluarganya lalu melapor ke pak RT dan pak Dukuh.
Setelah itu warga melakukan pencarian terhadap korban di ladang Mendongan. Sekitar pukul 20.00 WIB, warga akhirnya menemukan korban di ladang tersebut.
"Saat ditemukan korban dalam keadaan terlentang dan kondisi badannya terbakar," katanya.
Warga kemudian menghubungi Tim SAR dan korban langsung dibawa ke RSUD Wonosari. Tukiran mengungkapkan bahwa korban sempat mendapatkan penanganan medis.
"Korban mendapatkan penanganan medis, tetapi sekitar pukul 22.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.
Tukiran menambahkan, pihak keluarga telah menerima atas kejadian tersebut. Sedangkan untuk penyebab meninggalnya korban, polisi menduga karena kurangnya kehati-hatian saat membakar sampah.
"Diperkirakan karena korban tidak berhati-hati dan saat membakar daun atau sampah. Lalu karena angin kencang membuat api membesar dan posisi korban sendirian di ladang," ucapnya.
