Seekor anjing ras labrador bernama John Wick di Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, mati diracun pemotor misterius. Pemiliknya, Paschal (23) kemudian membuat spanduk sumpah serapah sebagai bentuk kemarahan terhadap pelaku yang meracun anjingnya. Begini bunyinya:
"PENGECUT!!! AKU DOAKAN UMUR ANAKMU KELAK TIDAK AKAN MELEBIHI UMUR ANJINGKU YANG KAMU BUNUH!!!," tulis spanduk berwarna merah dan hitam yang dipasang di pagar rumah Paschal, dilihat detikJogja di lokasi pada Kamis (13/8/2026).
Selain spanduk itu, juga terdapat beberapa flyer yang terpasang di tembok-tombok. Flyer itu menampilkan gambar seseorang yang mengendarai motor. "Iblis Penebar Racun. Waspadai Hewan Peliharaan Anda!!," bunyi tulisan dalam flyer tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditemui detikJogja di rumahnya, Paschal (23), mengatakan spanduk itu dibuat usai John Wick mati diracun orang tak dikenal pada Kamis (16/7) pagi.
Anjing jenis labrador berwarna golden mati setelah menyantap ayam goreng bertabur racun di depan pagar rumah. John Wick yang berumur 5,5 tahun dengan berat 25 kilogram itu mati dalam hitungan menit.
Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
"(Spanduk) Idenya ibu saya, ibu saya yang pasang," kata Paschal, Kamis (13/8/2026). Bagi dia, anjing yang dipelihara sejak awal 2021 itu sudah seperti bagian dari keluarga.
John Wick punya tempat khusus untuk melihat jalanan dari balik pagar. Salah satu fragmen pagar dibuat agak renggang agar kepala John Wick bisa keluar memantau jalanan.
Pagi itu, tepat di balik pagar tempat John Wick biasa nongkrong, sekitar 30 menit sebelum John Wick keluar rumah, ada orang tak dikenal berhenti di depan pagar. Orang itu terlihat menaruh sesuatu lalu pergi. Kejadian ini terekam di CCTV rumah Paschal.
"Itu kan ada lubang itu loh. Nah biasanya anjing saya tuh kalau keluar, sukanya keluarin kepala terus nanti ya tengok-tengok gitu. Ya emang sengaja dibikin renggang itu karena dia senangnya tuh tengok-tengok keluar gitu loh," ujar Paschal.
"Terus makanannya (yang beracun) tuh ditaruh (di depan) lubangnya situ, tapi di luar (pagar), kan ya memang suka makan sembarang terkadang, jadi ya dimakan gitu," sambungnya.
John Wick mati tak sampai 5 menit setelah memakan ayam goreng beracun itu. Saat mengecek sisa makanan yang dimakan John Wick, Paschal menemukan serbuk putih yang diduga racun.
"Itu cepat kok Mas, kayak 2 menitan nggak ada itu (anjing langsung mati). Padahal lumayan gede anjingnya, sekitar 25 kilo. Usia 5,5 tahun. Kejang, tapi nggak berbusa Mas. Jadi emang kayak langsung kena sarafnya. Nggak tahu ya, nggak tahu racunnya itu apa," paparnya.
Paschal juga mencari rekaman CCTV di tempat lain untuk mencari si peracun. Namun beberapa rekaman CCTV yang berhasil ia dapat, tak menunjukkan pelat nomor kendaraan pelaku secara jelas.
"Hingga suatu saat tuh kita nemu (rekaman CCTV) di Jalan Bima itu, kepantau dari jalan kan CCTV-nya itu. Kayaknya kan nggak pakai pelat, cuman pakai tempatnya tok itu. Jadi, orangnya tuh dari arah timur terus ke kanan dia puter balik. Ngetem di sini, masang, langsung weng (pergi) gitu ke selatan," kata dia.
Paschal dan keluarga belum melaporkan kejadian ini ke aparat desa maupun kepolisian. Meski ada rekaman CCTV, ia menganggap bukti itu belum cukup kuat untuk menjerat pelaku.
"Kayaknya kalau dilaporin juga mentah juga, gitu loh, tak lihat kan dia taruhnya di luar, Mas. pasti dia bisa berkelit kalau itu tuh, 'Lho, saya cuma naruh di luar kan?'. Padahal justru itu dia kayak udah ngerti kebiasaan anjing saya itu pagi pasti langsung tengok di situ. Dia kan berarti udah mengamati," ungkapnya.
Paschal dan ibunya memilih membuat dan memasang spanduk dan flyer berisi sumpah serapah di depan rumah. Gambar di flyer tersebut sesuai dengan ciri-ciri pelaku, mengendarai motor Scoopy krem dengan list merah, memakai helm, dan wajah tertutup buff hitam.
Tujuan Paschal ialah memberi efek kejut bagi si peracun. Spanduk dan flyer itu juga diharapkan bisa menjadi peringatan bagi pemilik anjing di sekitar rumahnya. Spanduk dan flyer itu dipasang sehari setelah matinya John Wick.
"Malam itu juga saya langsung pesan (spanduk) ekspres. Kalau yang biasa mungkin baru jadi 2-3 hari. Itu yang (gambar) di flyer itu setelah kita lihat CCTV ya, jadi memang orangnya naik Scoopy, deck-nya bawah sini ni merah," kata Paschal.
"Yang penting orangnya bisa baca, sudah, siapa tahu kayak kena mental. Terus ya buat pemilik anjing di sini biar waspada, jangan sampai terjadi sama keluarga yang lain," pungkasnya.


Komentar Terbanyak
John Wick Anjing di Bantul Mati Diracun, Pemilik Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini