Status Siaga Darurat Kekeringan di DIY Diperpanjang

Status Siaga Darurat Kekeringan di DIY Diperpanjang

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 30 Sep 2026 17:59 WIB
Ilustrasi kekeringan ekstrem
Ilustrasi darurat kekeringan. Foto: The Cool Down
Jogja -

Pemda DIY resmi memperpanjang status siaga darurat kekeringan di seluruh wilayah DIY hingga akhir November 2026. Sebelumnya, status siaga darurat ini berlaku sejak 20 Juli hingga 30 September 2026 melalui Keputusan Gubernur Nomor 248 Tahun 2026.

"Ya, masih diperpanjang nanti sampai akhir November siaga darurat kekeringan," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata saat dihubungi wartawan, Rabu (30/9/2026).

Kebijakan ini merujuk pada siaran pers BMKG yang menyatakan bahwa seluruh wilayah DIY masih memasuki musim kemarau dengan curah hujan kategori bawah normal, disertai potensi fenomena El Niño tingkat moderat hingga kuat sampai Desember 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, gangguan sektor pertanian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan kesehatan masyarakat. Ruruh pun memaparkan beberapa daerah dengan tingkat kekeringan terparah di DIY.

ADVERTISEMENT

"Kalau di Gunungkidul itu memang di Tepus dan Rongkop ya, kemudian sekarang menyusul itu di Girisubo. Kemudian kalau di Bantul itu di Dlingo, di Imogiri, yang lepas Parangtritis gitu yang dekat Kelok itu ya, naik," papar Ruruh.

"Kalau di Kulon Progo itu di Girimulyo, ini karena kami baru saja dari Girimulyo untuk cek itu water treatment, dropping air dari Polda," sambungnya.

Adapun terkait langkah-langkah penanganan kekeringan, Ruruh memastikan wilayah terdampak sejauh ini masih terakomodir dropping air bersih dengan baik.

"Oktober juga mereka (Pemkab) dari sisi yang lokasi-lokasi kekeringan, lokasi yang butuh dropping air juga masih bisa terpenuhi dengan baik. Bahkan kalau seperti di Gunungkidul itu sudah ada anggaran BTT (belanja tidak terduga) untuk tambahan itu," ujar Ruruh.

Ruruh menambahkan, anggaran backup untuk dropping air bersih juga sudah dipersiapkan.

"Dan kami nanti siap di Oktober nanti di anggaran perubahan juga kami sudah menyampaikan kami siap backup," kata dia.

"Selain memang dari kemarin anggaran bantuan dari ASN dan KORPRI sudah kita sampaikan ke kabupaten untuk mem-backup, juga dibantu oleh CSR dari beberapa perusahaan yang masuk sehingga aman masih ini," pungkasnya.



(apl/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads