Sultan HB X Buka Suara soal Kebakaran Hamzah Batik Malioboro

Sultan HB X Buka Suara soal Kebakaran Hamzah Batik Malioboro

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 30 Sep 2026 17:37 WIB
Penampakan garis polisi yang dipasang di lokasi Hamzah Batik Malioboro, Jogja, yang terbakar pada Senin (28/9/2026) dini hari tadi.
Penampakan garis polisi yang dipasang di lokasi Hamzah Batik Malioboro, Jogja, yang terbakar pada Senin (28/9/2026) dini hari. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X buka suara terkait kebakaran yang melanda toko Hamzah Batik Malioboro Gondomanan, Kota Jogja, Senin (28/9) dini hari. Sultan mengingatkan agar setiap toko memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Saya nggak tahu persis ya, di sana apakah sudah ada (alat) pemadam kebakaran, dalam arti yang di rumah gitu loh. Kan ada yang di tabung dan sebagainya. Apakah di sana ada? Kalau nggak, dibiasakan deh di toko-toko itu harus ada pemadam kebakaran yang pakai APAR," kata Sultan kepada wartawan di Gedung DPRD DIY, Rabu (30/9/2026) sore.

"Kalau ndak (memiliki alat pemadam), risikonya ya begitu. Jadi kalau memang belum ada, kita bisa mempertimbangkan untuk mungkin setiap toko dan sebagainya itu punya APAR itu," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sultan mengatakan, jika sudah memiliki APAR, pihak toko juga harus melakukan pengecekan secara berkala agar APAR siap dipakai di saat-saat genting.

"Ya paling sedikit, awal (kebakaran) itu sudah disemprot (APAR) sebelum ada pemadam kebakaran datang gitu. Tapi nek (kalau) tabung ya nek setahun ya kudu diisi meneh (harus diisi lagi), ora terus didingke wae (tidak lalu didiamkan saja)," ujar Sultan.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, Toko Hamzah Batik Malioboro, Ngupasan, Gondomanan, Kota Jogja, mengalami kebakaran pada Senin (28/9) dini hari. Api diduga berasal dari ruang dapur di lantai 3 gedung toko.

Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menjelaskan kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 1.30 WIB dini hari.

"Saksi bersama temannya sedang mengerjakan perbaiki kamar mandi di lantai 3 mendengar suara letupan benda yang terbakar," ujar Dani saat dihubungi, Senin (28/9).

"Saksi mengecek dan melihat api di ruang dapur lantai tiga. Selanjutnya Saksi memberitahukan securiti yang berjaga dan kemudian securiti mengambil apar untuk memadamkan api tersebut," sambungnya.

Tindakan dari petugas keamanan toko itu ternyata tak mampu menjinakkan api. Api yang kian membesar memaksa petugas melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja dan Polsek Gondomanan.

"Selang beberapa saat kemudian unit Damkar kota Jogja, Polsek Gondomanan dan medis PSC 119 kota Jogja sampai lokasi kejadian. Proses pemadaman melibatkan 12 Unit damkar, 1 unit mobil Water Cannon Polresta Jogja, 1 Truck Damkar milik TNI," papar Dani.

Api berhasil dipadamkan tepat menjelang subuh. Dani mengatakan, penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Meski begitu ia memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Pukul 04.45 WIB api berhasil dipadamkan dan selanjutnya proses pendinginan lokasi kejadian," ungkap Dani.

"Korban jiwa tidak ada, kerugian material belum diketahui total kerugiannya. (Penyebab kebakaran) Masih proses penyelidikan," sambungnya.

Tim Labfor Turun Tangan

Polresta Jogja melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah untuk mengungkap penyebab kebakaran. Dani menjelaskan, beberapa sampel barang sisa kebakaran Hamzah Batik kini tengah diperiksa di Labfor.

"Pada hari Senin tanggal 28 September 2026 Penyidik Satreskrim dan INAFIS Polresta Jogja bersama dengan tim laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah telah melaksanakan olah TKP," jelas Dani saat dihubungi wartawan, Rabu (30/9/2026).

Dani menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus memeriksa sampel barang yang diambil dari TKP guna mencari tahu penyebab kebakaran.

Terkait perkiraan total kerugian akibat kebakaran ini, Dani bilang, masih dalam penghitungan pihak Hamzah Batik.

"Total kerugian masih proses pendataan dari pihak pemilik toko batik," kata Dani.



(dil/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads