Seekor anjing bernama John Wick milik warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, mati diracun lewat ayam goreng yang ditaruh di depan pagar. Kabar ini jadi viral di media sosial. Ini potret John Wick, anjing ras labrador itu.
Menurut pemiliknya, Paschal (23), John Wick dipelihara sejak awal 2021. Anjing berumur 5,5 tahun itu berbobot sekitar 25 kilogram. Dari potretnya, anjing ini tampak bersih, sehat, dan terawat.
Paschal (23) mengatakan anjingnya mati diracun pada Kamis (16/7) pagi. Untuk diketahui, John Wick punya tempat khusus untuk melihat jalanan dari balik pagar rumah. Salah satu fragmen pagar dibuat agak renggang agar kepala anjing itu bisa melongok keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi itu, tepat di balik pagar tempat John Wick biasa nongkrong, sekitar 30 menit sebelum John Wick keluar rumah, ada pemotor tak dikenal yang berhenti di depan pagar. Orang itu tampak menaruh sesuatu lalu pergi. Kejadian ini terekam di CCTV rumah Paschal.
"Itu kan ada lubang itu loh. Nah biasanya anjing saya tuh kalau keluar, sukanya keluarin kepala terus nanti ya tengok-tengok gitu. Ya emang sengaja dibikin renggang itu karena dia senangnya tuh tengok-tengok keluar gitu loh," kata Paschal saat ditemui detikJogja di rumahnya, Kamis (13/8/2026).
Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
"Terus makanannya (yang beracun) tuh ditaruh (di depan) lubangnya situ, tapi di luar (pagar), kan ya memang suka makan sembarang terkadang, jadi ya dimakan gitu," sambungnya.
John Wick mati tak sampai 5 menit setelah memakan ayam goreng beracun itu. Usai kejadian itu, Paschal mengecek sisa makanan yang dimakan John Wick. Ia menemukan serbuk putih yang diduga racun. Namun ia mengaku tak tahu jenis racun itu.
"Itu cepat kok Mas, kayak 2 menitan nggak ada itu (anjing langsung mati). Padahal lumayan gede anjingnya, sekitar 25 kilo. Usia 5,5 tahun. Kejang, tapi nggak berbusa Mas. Jadi emang kayak langsung kena sarafnya. Nggak tahu ya, nggak tahu racunnya itu apa," ujar dia.
"Nah, emang kita cek CCTV ya. Tapi ya memang dia emang udah persiapan Mas. Jadi kayak pakai helm, masker," imbuh Paschal.
Paschal juga mencari rekaman CCTV di tempat lain untuk mencari si peracun. Namun beberapa rekaman CCTV yang berhasil ia dapat, tak menunjukkan pelat nomor kendaraan pelaku secara jelas.
"Hingga suatu saat tuh kita nemu (rekaman CCTV) di Jalan Bima itu, kepantau dari jalan kan CCTV-nya itu. Kayaknya kan nggak pakai pelat, cuman pakai tempatnya tok itu. Jadi, orangnya tuh dari arah timur terus ke kanan dia puter balik. Ngetem di sini, masang, langsung weng (pergi) gitu ke selatan," ucap dia.
Bikin Spanduk Sumpahi Pelaku
Paschal (23) mengatakan anjing itu dipelihara sejak awal 2021. Bagi Paschal, John Wick sudah seperti bagian dari keluarga. Untuk melampiaskan kekesalannya, Paschal membuat spanduk bertulisan sumpah serapah.
Spanduk itu dipasang di pagar rumahnya. Juga ada beberapa flyer yang terpasang di tembok-tombok. Flyer itu menampilkan gambar seseorang yang mengendarai motor.
"Iblis Penebar Racun. Waspadai Hewan Peliharaan Anda!!," bunyi tulisan dalam flyer tersebut.
"(Spanduk) Idenya ibu saya, ibu saya yang pasang," kata Paschal.
Paschal dan keluarganya belum melaporkan kejadian ini ke aparat desa maupun kepolisian. Meski ada rekaman CCTV, ia menganggap bukti itu belum cukup kuat untuk menjerat pelaku.
"Kayaknya kalau dilaporin juga mentah juga, gitu loh, tak lihat kan dia taruhnya di luar, Mas. pasti dia bisa berkelit kalau itu tuh, 'Lho, saya cuma naruh di luar kan?'. Padahal justru itu dia kayak udah ngerti kebiasaan anjing saya itu pagi pasti langsung tengok di situ. Dia kan berarti udah mengamati," ujar dia.
Paschal dan ibunya memilih membuat dan memasang spanduk dan flyer berisi sumpah serapah di depan rumah. Gambar di flyer tersebut sesuai dengan ciri-ciri pelaku, mengendarai motor Scoopy krem dengan list merah, memakai helm, dan wajah tertutup buff hitam.
Tujuan Paschal ialah memberi efek kejut bagi si peracun. Spanduk dan flyer itu juga diharapkan bisa menjadi peringatan bagi pemilik anjing di sekitar rumahnya. Spanduk dan flyer itu dipasang sehari setelah matinya John Wick.
"Malam itu juga saya langsung pesan (spanduk) ekspres. Kalau yang biasa mungkin baru jadi 2-3 hari. Itu yang (gambar) di flyer itu setelah kita lihat CCTV ya, jadi memang orangnya naik Scoopy, deck-nya bawah sini ni merah," ucap dia.
"Yang penting orangnya bisa baca, sudah, siapa tahu kayak kena mental. Terus ya buat pemilik anjing di sini biar waspada, jangan sampai terjadi sama keluarga yang lain. Ini untuk masa berkabung, jadi nanti setelah 40 hari kita lepas (spanduknya)," pungkasnya.


Komentar Terbanyak
John Wick Anjing di Bantul Mati Diracun, Pemilik Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini