Musim kemarau berdampak pada berkuranganya pasokan air bersih di sejumlah wilayah di DIY. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut seluruh kabupaten di DIY telah melaporkan mengalami krisis air bersih.
Kabid Penanganan Darurat BPBD DIY, R. Tito Asung Kumoro Wicaksono, membeberkan titik wilayah yang mengalami krisis air masih bersifat sporadis atau hanya terjadi di titik-titik tertentu. Untuk penanganan awal sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
"Jadi gini, bicara krisis air pun juga masih spot-spot. Yang punya wilayah itu kan kabupaten. Konsep kita itu provinsi hanya sebagai supporting, yang bergerak operasional dahulu itu adalah kabupaten," terang Tito saat dihubungi detikJogja, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4 Wilayah Krisis Air Bersih
Tito menambahkan, saat ini, laporan krisis air telah diterima yakni di Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Sleman, dan Kulon Progo. Sementara untuk wilayah Kota Jogja belum melaporkan adanya krisis air karena kebutuhan masyarakat masih ditopang adanya jaringan PDAM.
"Di Gunungkidul sudah ada, di Bantul sudah ada, di Sleman sudah ada, di Kulon Progo sudah ada. Hanya di kota memang tidak ada laporan terkait itu," jelas Tito.
Sementara, terkait dengan dampak terhadap kondisi pertanian hingga ancaman gagal panen, Tito menyebut belum ada laporan.
"Nah, itu selama ini teman-teman di pertanian itu nggak pernah melaporkan. Ke BPBD Provinsi enggak pernah melaporkan, ke BPBD Kabupaten pun juga tidak melaporkan," katanya.
"Harusnya mereka melaporkan. Karena dasarnya mereka nanti untuk mengakses anggaran itu kan dari siaga darurat kita itu," jelasnya.
Modifikasi Cuaca
Tito menyampaikan, status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan di DIY saat ini berlaku hingga 30 September 2026. Meski demikian, masa status tersebut masih berpeluang diperpanjang menyesuaikan perkembangan cuaca.
"Nanti sebelum 30 September kita melihat rilis BMKG. Itu yang menjadi dasar apakah statusnya diperpanjang atau tidak," ucapnya.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk mengatasi kekeringan. Menurutnya, modifikasi cuaca tak bisa dilakukan jika tak ada awan hujan.
"Teman-teman BNPB maupun BMKG sudah menyampaikan saat rapat koordinasi. Kemungkinan ada potensi awan hujan yang bisa kita lakukan operasi modifikasi cuaca itu baru di bulan November," katanya.
"Kita tidak bisa melakukan operasi modifikasi cuaca kalau belum ada benih-benih awan hujan. Lha mau dioperasi modifikasi cuaca gimana kalau masih musim kemarau? Enggak ada awan hujan kan enggak mungkin. Jadi, persyaratannya harus ada awan hujan, mulai muncul awan hujan," ungkapnya.
Selain menyiapkan opsi operasi modifikasi cuaca, BPBD DIY juga tengah menyusun langkah penanganan apabila dampak kekeringan semakin meluas. Salah satunya melalui penyusunan Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) untuk mendukung kabupaten/kota terdampak.
"Kita ini kan kemungkinan 10 hari ke depan sampai 2 minggu ke depan kita akan melakukan monev. Monev di mana kita pengin mendapatkan informasi dari kabupaten/kota dampaknya itu seberapa jauh. Sehingga kita pun juga mulai merencanakan untuk pergeseran Belanja Tidak Terduga atau BTT," jelasnya.
"Karena apa? Ya untuk supporting itu. Dengan cara apa? Dengan cara tetap kita nanti membuat istilahnya RKB, Rencana Kebutuhan Biaya, untuk mendukung wilayah-wilayah terdampak kekeringan di kabupaten," terangnya.
3 Kabupaten Siaga Darurat Kekeringan
Lebih lanjut, Tito menjelaskan, saat ini tiga kabupaten di DIY telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, yakni Bantul, Gunungkidul, dan Sleman. Sementara Kabupaten Kulon Progo masih berproses menerbitkan surat keputusan (SK) siaga darurat.
"Jadi yang sudah kepala daerahnya menerbitkan status siaga darurat hidromet kekeringan atau bencana kekeringan itu tiga kabupaten. Yaitu yang pertama, awal itu Bantul sama Gunungkidul, terus Sleman. Kulon Progo berproses," jelasnya.

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Alasan di Balik Ditutupnya Belasan Dapur MBG di DIY
Alasan Mahasiswa USD Cosplay Kamen Rider Saat Ujian Proposal Tesis