Orang Indonesia sudah terbiasa mengonsumsi susu sapi dan kambing dengan pelbagai macam model olahannya sehari-hari. Namun, tidak demikian halnya dengan susu kecoa.
Pertama-tama, apa itu susu kecoa? Dilansir International Milk Genomics Consortium, susu kecoa sebenarnya adalah cairan yang dikeluarkan kecoa kumbang pasifik (Diploptera punctata) melalui dinding kantung tubuhnya. Cairan tersebut digunakan embrio kecoa untuk tumbuh kembang.
Jadi, susu kecoa bukanlah susu 'asli' seperti yang dihasilkan kelenjar susu mamalia, macam sapi dan kambing. Pertanyaannya, apakah susu kecoa bisa dikonsumsi manusia? Apakah ada manfaat yang patut diketahui? Berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah Susu Kecoa Bisa Diminum?
Apabila detikers cek sekilas kata kunci 'susu kecoa' di internet, maka kamu mungkin menemukan bahwasanya cairan ini dijuluki superfood. Superfood sendiri umumnya dipakai merujuk pada makanan yang memiliki nutrisi tinggi, tetapi rendah kalori.
Selain superfood, kemungkinan susu kecoa punya nutrisi berkali-kali lipat ketimbang susu lain juga santer diperbincangkan. Jadi, bisakah susu kecoa diminum?
Menurut penjelasan dari ABC Net, susu kecoa sejatinya belum pernah diujikan pada manusia. Namun, ada seorang ahli biokimia yang pernah mencicipi 'susu' tersebut dan mengaku rasanya hambar.
Dengan demikian, belum bisa dipastikan hitam atas putih bahwasanya susu kecoa aman diminum manusia. Healthline menyarankan pihak-pihak yang rentan untuk menjauhi konsumsi susu unik ini.
"Selain itu, saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa susu kecoa aman untuk dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, kelompok rentan, seperti anak-anak dan wanita hamil, sebaiknya menghindari mengonsumsinya," dikutip pada Rabu (16/9/2026).
Potensi Manfaat Susu Kecoa
Berdasarkan keterangan dari Healthline, penelitian manfaat susu kecoa masih sangat terbatas. Namun, analisis lab tahun 1977 menemukan bahwa cairan dari kecoa kumbang pasifik ini memiliki nutrisi tinggi.
Begini komposisinya:
- 45% protein
- 25% karbohidrat
- 16-22% lemak
- 5% asam amino
Studi juga menunjukkan susu kecoa memiliki banyak nutrisi lain. Di antaranya adalah vitamin, mineral, asam lemak omega-3, asam linoleat, dan asam oleat. Semua komponen tersebut sudah termasyhur mendukung kesehatan tubuh untuk berfungsi optimal.
Apakah benar lebih tinggi protein ketimbang susu lain? Menurut keterangan dari Economic Times, studi tahun 2016 yang terbit di Journal of the International Union of Crystallography menemukan bahwa susu kecoa mengandung 3 kali lipat lebih banyak kalori dibandingkan susu kerbau.
Pun dibandingkan susu sapi, proteinnya lebih tinggi. Belum lagi, ada sejumlah nutrisi lain yang membuat susu kecoa unggul.
"Alasan orang begitu tertarik pada susu kecoa adalah karena ini merupakan alternatif susu non-susu yang lebih tinggi proteinnya daripada susu sapi dan kaya akan nutrisi lainnya," ujar Jillian Kubala, seorang ahli nutrisi terdaftar, dikutip dari Business Insider.
Meski tampaknya begitu unggul, perlu diingat bahwa susu kecoa cukup tinggi dalam soalan lemak. Belum lagi kalorinya yang begitu tinggi. Konsumsi berlebihan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.
Kontroversi 'Etika' Konsumsi Susu Kecoa
Selain urusan lemak dan kalori, minum susu kecoa dianggap tidak etis oleh sebagian kalangan. Pasalnya, dibutuhkan lebih dari 1.000 kecoa kumbang pasifik hanya untuk membuat kurang lebih 100 gram susu kecoa.
Proses ini tentu melibatkan pembunuhan kecoa betina beserta embrionya. Di samping tidak etis, prosesnya pun membutuhkan banyak tenaga nan rumit. Namun, tidak menutup kemungkinan pada masa mendatang, ada metode lain yang lebih praktis dan etis untuk mendapatkan susu kecoa.
Sekilas Mengenal Kecoa Kumbang Pasifik
Bernama ilmiah Diploptera punctata, kecoa kumbang pasifik bisa ditemukan di beberapa tempat, seperti Australia, Hawaii, India, Mikronesia, dan Fiji, dikutip dari Cook Island Biodiversity and Ethnobiology Database.
Tubuh kecoa satu ini berwarna cokelat tua. Ukurannya relatif kecil dibandingkan banyak spesies kecoa lainnya, dengan panjang sekitar 2-3 sentimeter. Diploptera punctata juga memiliki tubuh yang mengilap, berbentuk oval, serta sayap yang menutupi bagian punggungnya.
Salah satu keunikan kecoa kumbang pasifik adalah cara reproduksinya. Spesies ini adalah satu-satunya kecoa, dari sekitar 5.000 spesies lain, yang bereproduksi tanpa bertelur. Mereka digolongkan sebagai hewan vivipar.
Demikian pembahasan ringkas mengenai bisa tidaknya susu kecoa diminum lengkap potensi manfaat yang ada. Semoga menambah wawasanmu, ya, detikers!
