Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun di Sewon, Bantul, dinarasikan bersembunyi di plafon rumah saat hendak dibawa ke balai rehabilitasi anak di Magelang. Lurah Timbulharjo, Anif Arkham Haibar, mengungkap dirinya dan Bhabinkamtibmas harus membujuk berulang kali supaya bocah itu mau turun.
Dijelaskan Anif, penjemputan bocah warga Bibis, Timbulhajo, Sewon, Bantul itu terjadi pada Rabu (8/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Dirinya dan petugas lain datang pukul 07.30 WIB.
"Saya ke sana jam 07.30 WIB, ternyata dia sudah manjat lemari dan sembunyi di atas plafon rumah. Lalu saya membujuk anak itu, tapi tidak mau turun," katanya kepada detikJogja di Timbulharjo, Sewon, Bantul, Jumat (10/7/2026) sore.
Alhasil, secara bergantian petugas naik ke atas plafon untuk membujuk bocah itu agar mau turun. Sekitar setengah jam kemudian, akhirnya anak itu mau turun dari atas plafon rumah.
"Akhirnya mau turun setelah dibujuk kalau di Sentra Antasena Magelang, hobimu bisa tersalurkan, dia kan suka pelihara burung. Tapi dia tetap tidak mau dibawa ke Magelang," ujarnya.
Oleh karena itu, Anif kembali membujuk si remaja dan mengajaknya berbincang sambil menikmati teh panas. Selama perbincangan, Anif menyarankan agar remaja tersebut tidak mempersulit penjemputan demi kebaikannya.
Terlebih, kedua orang tua si bocah sudah pasrah dalam menghadapi kelakuan anaknya. Belum lagi warga merasa sudah resah dengan perilakunya selama ini, dan ingin agar anak itu bisa berubah menjadi lebih baik.
"Terus saya bilang kalau tidak mau, nanti kalau kepergok masyarakat lagi bisa dimassa. Karena selama ini masyarakat tidak pernah sampai menangani (main hakim sendiri) anak itu, tapi semua kan ada batasnya," ucapnya.
Setelah perbincangan tersebut, ternyata anak itu tetap tidak emoh berangkat ke Magelang. Namun, akhirnya petugas tetap membawanya ke Magelang.
"Tapi ya tetap tidak mau juga meski sudah dibujuk sedemikian rupa, karena itu akhirnya anak itu tetap dijemput untuk dibawa ke Sentra Antasena Magelang. Bukan apa-apa, semua demi kebaikan anak itu," katanya.
Diberitakan sebelumnya, postingan berupa penjemputan anak di Bibis, Timbulharjo, Sewon untuk menjalani rehabilitasi yang berujung sang anak sembunyi di atas plafon ramai di media sosial (medsos). Pemerintah Kalurahan Timbulharjo menyebut anak itu sudah putus sekolah dan kerap mencuri di tempat tetangga, orang tua anak juga sudah pasrah.
"Tindak pidana yang dilakukan anak tidak selalu harus berurusan dengan hukum. Inilah yang dilakukan Pedukuhan Bibis, Timbuharjo, Sewon Bantul yang mengirim salah satu warganya ke Lembaga Rehabilitasi Sentra Antasena Magelang. Evakuasi cukup dramatis karena anak ini bersembunyi di atas loteng (plafon) rumah," kata akun Instagram @irvan_mohammed seperti dilihat detikJogja hari ini.
"Lurah, Dukuh, Satgas PPA Babhinkamtibmas, dan Jaga Warga setempat harus memanjat dan mengeluarkan berbagai bujuk rayu agar anak yang sudah putus sekolah sejak kelas 5 SD itu mau turun. Semua ini dilakukan untuk menyelamatkan masa depan anak. Doa terbaik nggih, semoga anaknya berubah lebih baik," lanjut akun tersebut.
Lurah Timbulharjo Anif mengemukakan, bocah itu putus sekolah sejak kelas 5 SD dan ulahnya bikin resah warga sekitar.
"Dulu anak itu sekolah di SD sampai kelas 5, karena ketahuan mencuri uang dan akhirnya keluar. Nah, di rumah ternyata anak itu sering mencuri uang milik tetangganya," ucapnya.
Sejak putus sekolah, anak pertama dari dua bersaudara itu sehari-hari tinggal bersama kakek dan neneknya. Mengingat kedua orang tuanya bekerja, di mana sang ayah merupakan pekerja bangunan dan sang ibu berdagang di pasar.
"Jadi anak itu ketemu orang tuanya hanya saat sore hari, orang tuanya juga sudah meminta anak itu untuk sekolah tapi tidak mau," ujarnya.
Anif mengatakan, uang hasil curian bocah itu mencapai jutaan rupiah.
Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
(apu/ams)