Viral Pengeroyokan Brutal di Keparakan Jogja, Polisi Usut

Viral Pengeroyokan Brutal di Keparakan Jogja, Polisi Usut

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 10 Jul 2026 20:03 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dok.Detikcom
Jogja -

Insiden pengeroyokan brutal terjadi di Jalan Ireda, Keparakan, Mergangsan Kota Jogja. Polisi menyatakan mengusut kejadian yang viral di media sosial itu.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover terlihat sekelompok pemuda terlihat melakukan penganiayaan terhadap dua pemuda lainnya.

Aksi penganiayaan tersebut terlihat cukup brutal. Satu orang korban terlihat dipukuli 2-3 orang. Sedangkan satu korban lainnya tampak diseret sebelum dipukuli hingga dihantam sebilah kayu panjang beberapa kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian kamis pagi sekitar pukul 03:00 wib, ljin minta tolong posting min anak warga kampung kepar*kan salah sasaran yang pasti pelaku bukan orang kampung sekitar. kronologi belum pasti,yang jelas belum sampai pihak berwajib,cuman mau minta di selesaikan secara keluarga agar di pertemukan pelaku dan korban jika dalam seminggu ga ada kabar, maka akan di naik kan kasusnya," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Jumat (10/7/2026).

ADVERTISEMENT

Penelusuran detikJogja, lokasi sesuai di video tersebut berada di ujung selatan Jalan Ireda sebelum tembus ke Jalan Kolonel Sugiyono. Salah satu penjual angkringan yang tak jauh dari lokasi, Vander, mengaku tak tahu jika ada kejadian pengeroyokan tersebut.

Namun, Vander yang membuka angkringannya hingga dini hari itu mengungkap adanya gesekan antara dua kelompok pemuda di lokasi tersebut pada hari kejadian pengeroyokan.

"Itu kemarin, kemarinnya lagi, lusa, sudah pagi kok itu," ujar Vander ditemui detikJogja di lapak angkringannya, sore ini.

"Ada rombongan itu (melintas di Jalan Kolonel Sugiyono) dari barat ke timur, tapi dua orang boncengan lewat sini (Jalan Ireda). Dua orang itu bablas ke utara. Ndak tahu itu (warga sini), anak-anak itu, SMP paling," imbuhnya.

Di saat bersamaan, lanjut Vander, ada beberapa anak yang juga sedang nongkrong di sebuah warmindo di lokasi kejadian pengeroyokan.

"Terus di situ (menunjuk lokasi) ada kumpul-kumpul. Saya wes entek-entekan (dagangan habis) mau tutup. Nah mungkin diteriaki atau piye, saya disuruh tuh 'ayo mas oyak (kejar)', saya ndak mau, terus tutup," terang Vander.

Setelah kejadian itu, Vander mengaku menutup lapak angkringannya. Ia juga mengaku tidak mengetahui insiden pengeroyokan seperti dalam video yang viral tersebut.

"Nah mungkin (dua orang yang kabur ke utara) mbalek (kembali) bawa temennya to terus itu (terjadi pengeroyokan)," terang Vander.

Polisi Usut

Sementara itu, polisi menyatakan bakal mengusut pengeroyokan yang viral tersebut. Meski begitu, pihak berwajib belum menerima laporan dari korban.

"Sampai saat ini belum ada informasi masuk ke Polsek Mergangsan," jelas Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan saat dihubungi detikJogja, Jumat (10/7).

"Tetap dilakukan penyelidikan," tegasnya.



(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads