Polisi Ungkap Detik-detik Pengeroyokan Brutal di Keparakan Jogja

Polisi Ungkap Detik-detik Pengeroyokan Brutal di Keparakan Jogja

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 10 Jul 2026 21:10 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pengeroyokan. (Dok. detikcom)
Jogja -

Polisi membeberkan detik-detik insiden aksi pengeroyokan brutal di Jalan Ireda, Keparakan, Mergangsan Kota Jogja yang viral di media sosial. Kronologi didapat dari hasil penyelidikan sementara lantaran sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait hal itu.

Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan menerangkan, dugaan tindak pidana penganiayaan ini terjadi Kamis (9/7) pagi di Jalan Ireda Kidul, Keparakan, Mergangsan, tepatnya di seberang Wisma Eyang Sosro.

"(Kronologi kejadian) Datang 5 orang dengan menggunakan 3 sepeda motor jenis matik dari arah utara. Selanjutnya rombongan pelaku berpasangan dengan 2 orang yang berboncengan sepeda motor dari arah selatan," jelas Dani saat dihubungi detikJogja, Jumat (10/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selanjutnya rombongan terduga pelaku melakukan penganiayaan kepada pengendara sepeda motor tersebut dengan cara memukul, menendang, serta menggunakan batang bambu," paparnya.

Dani mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menyelidiki insiden ini. Baik terduga pelaku dan korban, identitasnya masih belum dikantongi polisi.

ADVERTISEMENT

"Sampai saat ini Korban belum membuat laporan. (Korban dan terduga pelaku) Belum diketahui identitasnya atau dalam penyelidikan," terang Dani.

Sebelumnya, sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pengeroyokan brutal di Jalan Ireda, Keparakan, Mergangsan Kota Jogja viral di media sosial. Meski begitu, polisi mengonfirmasi jika belum ada laporan masuk perihal kejadian ini.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @merapi_uncover terlihat sekelompok pemuda terlihat melakukan penganiayaan terhadap dua pemuda lainnya.

Aksi penganiayaan tersebut terlihat cukup brutal. Satu orang korban terlihat dipukuli 2-3 orang. Sedangkan satu korban lainnya tampak diseret sebelum dipukuli hingga dihantam sebilah kayu panjang beberapa kali

"Kejadian kamis pagi sekitar pukul 03:00 wib, ljin minta tolong posting min anak warga kampung kepar*kan salah sasaran yang pasti pelaku bukan orang kampung sekitar. kronologi belum pasti,yang jelas belum sampai pihak berwajib,cuman mau minta di selesaikan secara keluarga agar di pertemukan pelaku dan korban jika dalam seminggu ga ada kabar, maka akan di naik kan kasusnya," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Jumat (10/7).

Penelusuran detikJogja, lokasi sesuai di video tersebut berada di ujung selatan Jalan Ireda sebelum tembus ke Jalan Kolonel Sugiyono. Salah satu penjual angkringan yang tak jauh dari lokasi, Vander, mengaku tak tahu jika ada kejadian pengeroyokan tersebut.

Namun, Vander yang membuka angkringannya hingga dini hari itu, mengungkap adanya gesekan antara dua kelompok pemuda di lokasi tersebut pada hari kejadian pengeroyokan.

"Itu kemarin, kemarinnya lagi, lusa, sudah pagi kok itu," ujar Vander ditemui detikJogja di lapak angkringannya, sore ini.

"Ada rombongan itu (melintas di jalan Koloner Sugiyono) dari barat ke timur, tapi dua orang boncengan lewat sini (jalan Ireda). Dua orang itu bablas ke utara. Ndak tahu itu (warga sini), anak-anak itu, SMP paling," paparnya.

Di saat bersamaan, lanjut Vander, ada beberapa anak yang juga sedang nongkrong di sebuah warmindo di lokasi kejadian pengeroyokan.

"Terus di situ (menunjuk lokasi) ada kumpul-kumpul. Saya wes entek-entekan (dagangan habis) mau tutup. Nah mungkin diteriaki atau piye, saya disuruh tuh 'ayo mas oyak (kejar)', saya ndak mau, terus tutup," terang Vander.

Setelah kejadian itu, Vander mengaku menutup lapak angkringannya. Ia juga mengaku tidak mengetahui insiden pengeroyokan seperti dalam video yang viral tersebut.

"Nah mungkin (dua orang yang kabur ke utara) mbalek (kembali) bawa temennya to terus itu (terjadi pengeroyokan)," terang Vander.



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads