Pria Bantul Ngaku Korban Klitih Padahal Laka Tunggal, Ini Alasannya

Pria Bantul Ngaku Korban Klitih Padahal Laka Tunggal, Ini Alasannya

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 18 Mei 2026 18:13 WIB
Kapolsek Bantul, Kompol Rapiqoh saat memberikan keterangan di Polsek Bantul, Senin (18/5/2026).
Kapolsek Bantul, Kompol Rapiqoh saat memberikan keterangan di Polsek Bantul, Senin (18/5/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja.
Bantul -

Pria asal Manding, Sabdodadi, Bantul mengaku menjadi korban pengeroyokan klitih dan mengalami luka pada tangan dan pelipis. Setelah penyelidikan, ternyata pria itu bukanlah korban pengeroyokan melainkan kecelakaan tunggal namun takut orang tuanya tahu.

Kapolsek Bantul, Kompol Rapiqoh, mengatakan awalnya Polsek Bantul melaksanakan patroli pada hari Sabtu (16/5) dini hari. Di mana patroli itu menyasar hingga Manding dan saat itu tidak menemui rombongan baik masuk maupun keluar dari Manding.

Sekitar pukul 01.00 WIB, lanjut Rapiqoh, polisi melakukan patroli lagi ke Manding, Palbapang hingga Ringinharjo. Memasuki pukul 03.30 WIB, Rapiqoh dan anggotanya berjaga di simpang empat Manding, tepatnya di sekitar Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bantul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, datanglah warga dan tanya apakah ada kecelakaan di Manding sekitar pukul 01.00 WIB. Lalu saya jawab tidak ada, karena kami patroli di sekitar sini dan tidak ada kejadian. Kalaupun ada kejadian jelas kami tahu," katanya kepada detikJogja di Polsek Bantul, Senin (18/5/2026) sore.

Warga itu lalu mengungkapkan bahwa dari mengantar rekannya ke PKU Muhammadiyah Bantul karena mengalami luka parah pada bagian pelipis. Setelah itu, warga tersebut menyebut bahwa rekannya menjadi korban klitih.

"Lalu tiba-tiba orang itu bilang kalau temannya kena klitih. Karena itu polisi dan warga itu lalu menyusuri Ring Road Manding sampai kompleks perkantoran Pemkab Bantul, bahkan sampai simpang empat Manding. Nah, di situ dia bilang tidak ada dan pamit pulang," ujarnya.

Pagi harinya, Rapiqoh menghubungi anggotanya apakah ada laporan korban kejahatan jalanan di Polsek Bantul. Akan tetapi, ternyata tidak ada laporan terkait kejadian tersebut.

"Siang harinya dapat informasi dari anggota kalau ada orang yang jadi korban kejahatan jalanan di Manding," ucapnya.

Merespons informasi tersebut polisi melakukan penyelidikan di Manding. Bahkan, polisi juga mendatangi korban yang saat ini masih menjalani perawatan di PKU Muhammadiyah Bantul.

"Dan dari pengakuan korban bilang kalau jadi korban kejahatan jalanan di Ring Road Manding," katanya.

Berdasarkan keterangan dari AWP (28), warga Manding, Sabdodadi, Bantul itu polisi melakukan penelusuran. Bahkan, hari Minggu (17/5) siang Polsek Bantul bekerjasama dengan Tim Jatanras Polda DIY kembali melakukan penelusuran.

"Akhirnya ditemukan bahwa lokasi yang katanya jadi lokasi kejahatan jalanan tidak benar. Selain itu dari keterangan saksi-saksi, pemeriksaan CCTV ternyata yang bersangkutan korban kecelakaan tunggal dan itu bukan di Ring Road Manding tapi di sekitar belakang Kantor Kalurahan Trirenggo, Bantul," ujarnya.

Polisi juga meminta keterangan warga di sekitar lokasi kecelakaan tunggal itu dan warga menyebut tidak ada rombongan di sekitar lokasi kecelakaan tersebut. Warga, kata Rapiqoh, hanya melihat AWP kecelakaan tunggal dan sempat berdiri lalu pergi dengan cara mengendarai motornya lagi.

"Berbekal bukti-bukti itu Unit Reskrim Polsek Bantul menemui korban di PKU Muhammadiyah Bantul. Setelah kami sampaikan ternyata korban mengakui kalau bukan korban kejahatan jalanan tapi kecelakaan tunggal," ucapnya.

Rapiqoh juga menjelaskan bahwa pagi tadi sempat menjenguk AWP di PKU Muhammadiyah Bantul. Hal itu untuk mengklarifikasi langsung kepada AWP soal kebenarannya.

"Dari klarifikasi langsung ke saya, dia mengaku bukan korban kejahatan jalanan tapi laka tunggal," katanya.

Wanita berhijab ini juga sempat bertanya mengapa mengarang cerita bahwa menjadi korban kejahatan jalanan. Di mana AWP mengaku tidak ingin ibunya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

"Saya tanya kenapa mengarang cerita, dia bilang karena takut ibunya tahu tentang kejadian yang dialaminya. Karena kondisi ibunya saat ini sakit dan takut kondisi ibunya menurun," ujarnya.

Rapiqoh juga mengungkapkan, bahwa saat ini kondisi AWP stabil dan tengah menunggu jadwal operasi tulang pelipis malam nanti. Sedangkan untuk ibu dari AWP, Rapiqoh mengaku belum mengetahuinya kondisi anaknya.

"Ibunya sampai saat ini belum tahu kalau anaknya di PKU Muhamadiyah Bantul. Saat saya ke sana tadi bibinya yang menjaga dia, karena ibunya memang sedang dalam kondisi sakit dan berada di kursi roda," ucapnya.




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads