RA Kartini merupakan pejuang emansipasi perempuan di Indonesia. Melalui keringat serta jatuh bangun perjuangannya, perempuan Indonesia di masa kini dapat menikmati akses pendidikan yang lebih luas, kesempatan berkarya di berbagai bidang, serta kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Selama ini, perjuangan Kartini seringkali berpusat pada pemikirannya yang tertuang dalam surat-surat maupun tulisannya yang terbit di surat kabar. Namun, di balik itu semua, Kartini memiliki sisi lain yang tak kalah revolusioner, yakni menjadi pelopor ekonomi kreatif di tanah Jawa. Dengan semangat serta kemampuan yang dimilikinya, Kartini berhasil mengangkat martabat para perajin Jepara dari keterpurukan menuju keadaan yang lebih baik. Ia memahami betul bahwa tanpa kemandirian ekonomi, emansipasi perempuan akan sulit terwujud.
Lantas, seperti apa pengaruh RA Kartini dalam bidang seni yang diwariskan hingga sekarang? Mulai dari seni ukir hingga batik Jepara, berikut ini adalah 4 warisan serta pengaruh sang pahlawan emansipasi perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Saja Warisan dan Pengaruh RA Kartini?
1. Kebangkitan Seni Ukir Jepara
Dalam bidang seni, RA Kartini memiliki kontribusi besar dalam mendorong para perajin seni ukir Jepara untuk terus mengembangkan karya serta keterampilan mereka. Mengutip jurnal Seni Ukir Jepara sebagai Bentuk Identitas Budaya oleh Septiana Ayu Prasiska dan Rianna Wati, Kartini terus memberikan dorongan kepada perajin lokal untuk menghasilkan produk yang lebih beragam.
Selain untuk mengasah kemampuan, hal ini bertujuan agar konsumen semakin memiliki banyak pilihan terhadap produk yang akan dibeli. Atas dorongan Kartini, para perajin berhasil memproduksi berbagai produk seperti figura, asbak, hingga meja ukir bernilai seni tinggi.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa seni ukir Jepara tak hanya berkembang sebagai keterampilan tradisional, namun juga menjadi bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi. Dukungan Kartini pada saat itu menjadi salah satu faktor yang membuat Jepara menjadi sentra kerajinan ukir yang dikenal luas hingga saat ini.
2. Motif Batik Jepara
Salah satu warisan RA Kartini yang tak kalah populer adalah batik Kartini. Disadur dari penelitian Pengembangan Motif Batik Jepara Sebagai Warisan Batik RA Kartini oleh Ana Kurnyawati, batik Jepara buatan Kartini pada awalnya masih dipengaruhi oleh gaya batik Mataram yang lekat dengan tradisi Kraton Jawa. Selain itu, terdapat pula motif yang terinspirasi dari alam seperti tanaman dan unsur-unsur lainnya.
Selain menaruh kecintaannya terhadap batik dengan membuat kain-kain penuh motif indah, Kartini juga aktif memberikan dukungan kepada perajin batik, terutama perajin perempuan. Ia memandang batik sebagai ruang bagi perempuan untuk berkarya. Kartini juga mendukung berbagai upaya peningkatan keterampilan membatik agar karya yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih baik.
Tak hanya memperkenalkan batik Jepara di tingkat lokal, dalam buku Sisi Lain Kartini karangan Djoko Marihandono juga dijelaskan bahwa Kartini bersama saudaranya memperkenalkan batik hingga dunia Internasional. Mereka mengirimkan karya batik buatan mereka ke pameran kerajinan yang ada di Den Haag pada tahun 1900.
Selain itu, Kartini juga memberikan penjelasan tentang kesenian batik sehingga pengunjung pameran dapat lebih memahaminya. Langkah ini memberikan dampak yang besar bagi kesenian batik Jepara.
3. Diplomasi Budaya Melalui Korespondensi
Selain mendorong perajin untuk lebih bersemangat dalam berinovasi, RA Kartini juga menggunakan koneksi sosial yang dimilikinya sebagai media promosi. Dalam surat-suratnya kepada para sahabat berkebangsaan Belanda, ia tak hanya bercerita tentang cita-citanya memberdayakan perempuan, tetapi turut memperkenalkan batik maupun ukiran kayu sebagai buah tangan.
Upaya ini menjadi strategi Kartini untuk membuka mata para intelektual Barat terhadap kesenian Jawa. Dengan penuh kebanggaan Kartini menuliskan kemahiran tangan-tangan perajin di daerahnya.
4. Membangun Sekolah Kepandaian Putri
Peran besar lainnya yang Kartini lakukan dalam memberdayakan perempuan adalah dengan membuka sekolah kepandaian puteri. Selain mengajarkan dasar-dasar pendidikan formal, melalui sekolah tersebut, Kartini juga mengajarkan perempuan-perempuan cara membatik dan teknik ukir.
Ia percaya bahwa dengan mengajarkan keterampilan tersebut, maka kesenian batik dan ukir yang menjadi identitas Jepara dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Demikian penjelasan mengenai 4 warisan dan pengaruh RA Kartini. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/apl)












































Komentar Terbanyak
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Lagi-lagi Geng Sadis Berulah di Jogja