Soal Pembunuhan Dekat SMAN 3, Sultan HB X Tanya Kok Klitih Ada Lagi

Soal Pembunuhan Dekat SMAN 3, Sultan HB X Tanya Kok Klitih Ada Lagi

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 21 Mei 2026 19:22 WIB
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Kamis (21/5/2026).
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Kamis (21/5/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turut mengomentari kasus penganiayaan di sekitar SMAN 3 Yogyakarta yang menewaskan seorang pemuda berinisial AA (18) pada Minggu (17/5) dini hari.

Sultan mengaku telah membentuk tim untuk mengidentifikasi sebab musabab terjadinya kasus ini. Pasalnya menurut Sultan, kekerasan jalanan atau klitih yang kerap melibatkan pelajar di DIY sudah cukup lama hilang.

"Ya sekarang kan, kita sedang melakukan identifikasi ya, karena selama ini kan klitih sekian bulan itu kan tidak ada. Kenapa ada lagi? Kita kan nggak tahu persis, kondisi ekonomi atau memang kenakalan biasa, kita kan nggak tahu. Ya kita sedang mencoba mengidentifikasi," jelas Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Kamis (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang dulu kan coba dilakukan jaga warga untuk bisa menjaga keamanan di warganya, kan gitu. Tapi sekarang kok timbul lagi, itu motifnya apa, sekarang kan perlu kita tahu, dalami itu dulu, tapi kan belum ada report dari dari tim," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Sultan pun mengaku belum bisa berkomentar lebih banyak terkait kasus ini. Namun, Sultan akan menentukan langkah ketika hasil identifikasi sudah diketahui.

"kita sudah bentuk tim, tim itu sudah bekerja mencoba mengidentifikasi, tapi kan tidak sesederhana itu. Tidak sekedar dengan polisi, tapi juga dengan lingkungan, masyarakat, yang mungkin dan sebagainya, apa yang sebetulnya terjadi," ujarnya.

"Apakah kenakalan biasa, atau memang seniornya itu yang membina, kan kita kan nggak tahu semua itu seperti itu, jangan sampai keliru," pungkas Sultan.

Sebelumnya, aksi kekerasan jalanan atau klitih terjadi di dekat SMAN 3 Jogja atau sekitar Stadion Kridosono, Kota Jogja. Dalam peristiwa itu satu orang tewas setelah dianiaya pelaku menggunakan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menjelaskan korban meninggal yakni pemuda berinsial AA (18). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/5) dini hari.

"Korban inisial AA kelahiran 2008. Kejadian dini hari, sekira jam 03.30 WIB," kata Adrian saat dihubungi wartawan, Minggu (17/5).

Adrian menjelaskan setelah kejadian korban sempat dilarikan ke Panti Rapih. Namun, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Tadi untuk korban sudah dilarikan ke Panti Rapih. Karena dinyatakan meninggal dunia, ini lagi kita geser ke Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," kata Adrian.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan menambahkan hasil penyelidikan sementara kasus ini bermula saat korban dan saksi dikejar oleh terduga pelaku. Baik korban dan pelaku berboncengan dengan sepeda motor dari Jalan Magelang.

Dani menyebut pelaku menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam.

"Saat sampai di depan pintu selatan SMAN-3 Yka (Yogyakarta) korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam," kata Dani.

Usai kejadian itu, teman korban kemudian berusaha membawa korban ke rumah sakit.

"Pada saat saksi dan korban sampai di Jl. I Dewa Nyoman Oka Kotabaru Yogyakarta korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulance milik gereja," pungkasnya.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads