Renungan Harian Katolik 18 April 2026 dan Bacaan Hari Ini: Tergesa-gesa

Santo - detikJogja
Sabtu, 18 Apr 2026 04:00 WIB
Renungan harian Katolik. (Foto: Unsplash/Josh Applegate)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 18 April 2026 merupakan hari biasa pekan II Paskah dengan peringatan kisah Santo Eleutherius, Paus; dan Beata Maria dari Inkarnasi, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.

Mengangkat tema tentang tergesa-gesa, mari simak renungan Katolik hari Sabtu, 18 April 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Budi Ingelina. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 18 April 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 18 April 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 18 April 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Kis 6:1-7; dilanjut Mazmur Mzm 33:1-2.4-5.18-19; bacaan Injil Yoh 6:16-21; dan bacaan ofisi Kis 7:44-8:3. Berikut ini uraian lengkapnya:

Bacaan I Kis 6:1-7

  • Kis 6:1 Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
  • Kis 6:2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
  • Kis 6:3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
  • Kis 6:4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
  • Kis 6:5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
  • Kis 6:6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
  • Kis 6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Bacaan Mazmur Mzm 33:1-2.4-5.18-19

  • Mzm 33:1 Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
  • Mzm 33:2 Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
  • Mzm 33:4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
  • Mzm 33:5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
  • Mzm 33:18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
  • Mzm 33:19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan Yohanes Yoh 6:16-21

  • Yoh 6:16 Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu
  • Yoh 6:17 dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,
  • Yoh 6:18 sedang laut bergelora karena angin kencang.
  • Yoh 6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
  • Yoh 6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"
  • Yoh 6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

Bacaan Ofisi Kis 7:44-8:3

  • Kis 7:44 Kemah Kesaksian ada pada nenek moyang kita di padang gurun, seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa untuk membuatnya menurut contoh yang telah dilihatnya.
  • Kis 7:45 Kemah itu yang diterima nenek moyang kita dan yang dengan pimpinan Yosua dibawa masuk ke tanah ini, yaitu waktu tanah ini direbut dari bangsa-bangsa lain yang dihalau Allah dari depan nenek moyang kita; demikianlah sampai kepada zaman Daud.
  • Kis 7:46 Daud telah mendapat kasih karunia di hadapan Allah dan ia memohon, supaya ia diperkenankan untuk mendirikan suatu tempat kediaman bagi Allah Yakub.
  • Kis 7:47 Tetapi Salomolah yang mendirikan sebuah rumah untuk Allah.
  • Kis 7:48 Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia, seperti yang dikatakan oleh nabi:
  • Kis 7:49 Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?
  • Kis 7:50 Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini?
  • Kis 7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
  • Kis 7:52 Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.
  • Kis 7:53 Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya."
  • Kis 7:54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.
  • Kis 7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
  • Kis 7:56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
  • Kis 7:57 Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
  • Kis 7:58 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
  • Kis 7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
  • Kis 7:60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
  • Kis 8:1 Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
  • Kis 8:2 Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat.
  • Kis 8:3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Renungan Harian Katolik Sabtu 18 April 2026

Manusia sering kali tergesa-gesa dan terburu-buru, ingin melakukan sesuatu dengan cepat, dan merasa dikejar-kejar waktu. Bukan hanya zaman sekarang, hal ini sudah sering terjadi sejak zaman dahulu.

Hari ini, kita melihat perilaku tergesa-gesa para murid Yesus. Mereka sudah naik ke perahu untuk menyeberang ke Kapernaum, padahal Yesus tidak bersama mereka. Untuk apa mereka melakukan itu? Mereka sepertinya lupa akan tugas mereka, yakni mengikut Yesus.

Sikap tergesa-gesa dapat membuat fokus menjadi buyar. Fungsi kognitif menurun karenanya, sehingga penilaian dan keputusan manusia bisa menjadi buruk.

Manusia menjadi mudah stres ketika situasi tidak sesuai dengan yang diharapkan atau direncanakan, serta menjadi mudah frustrasi dan iritasi terhadap orang lain yang memiliki gerak yang lebih lambat. Akibatnya, kecemasan meningkat, begitu pun dengan risiko kesehatan fisik dan mental.

Ketergesa-gesaan juga membuat manusia cenderung menjadi kurang ramah. Menjalin relasi yang dalam dan intim tidak lagi menjadi penting karena membutuhkan investasi waktu yang panjang. Manusia merasa tidak memiliki waktu dan selalu berusaha menghemat waktu.

Yang dikejar adalah efisiensi, bukan lagi kualitas. Akibatnya, jangan heran jika ada orang-orang yang tampaknya memiliki banyak teman, tetapi merasa tidak dimengerti oleh semua orang di dunia ini. Banyak orang mudah merasa kesepian karena relasi yang superfisial. Ini fenomena dunia saat ini.

Apa pesan bacaan Injil hari ini mengenai ketergesa-gesaan? Yesus mengundurkan diri ke gunung setelah Ia memberi makan lima ribu orang. Biasanya Ia mengundurkan diri untuk berdoa, dan itu dilakukan-Nya tanpa tergesa-gesa.

Bagi Yesus, waktu untuk bertemu dan berelasi dengan Bapa merupakan hal penting yang tidak boleh digagalkan oleh rasa cemas akan rencana-rencana selanjutnya. Relasi yang kuat dibangun bukan dengan kata-kata manis, melainkan dengan tindakan nyata untuk melakukan komunikasi intens dengan pihak lain.

Setelah selesai berdoa, barulah Yesus pergi menyusul murid-murid-Nya yang saat itu tengah berjuang mendayung di danau yang bergelora karena angin kencang. Dari gambaran situasi ini, kita dapat melihat bahwa tidak ada sesuatu pun yang mampu menghalangi kedatangan atau rencana Yesus.

Meskipun jarak mereka terpisah oleh danau dan ancaman badai, Yesus tetap dapat menghampiri murid-murid-Nya dengan berjalan di atas air. Ajaibnya, saat la naik ke atas perahu, seketika itu juga mereka sampai ke tujuan!

Kita akan sampai ke tujuan. Itu janji Yesus. Tidak perlu tergesa-gesa dalam hidup. Lakukanlah hal kecil maupun besar dengan tenang dan sepenuh hati. Jalani dan nikmatilah prosesnya, termasuk ketika kita menyapa, tersenyum, dan menjalin relasi dengan sesama maupun Tuhan.

Berikanlah perhatian penuh untuk setiap gerakan dan langkah kita. Tidak perlu tergesa-gesa, kita akan tetap sampai ke tujuan jika memang sesuai dengan rencana Tuhan. Tidak ada sesuatu pun yang mampu menghalangi kehendak Tuhan jika Ia berkenan. Percayalah, ada waktu untuk segalanya.

Doa Katolik Hari Ini

Allah Maha Pengasih, Engkau telah menebus kami dan mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu karena kami percaya akan Kristus. Semoga kami memperoleh kebebasan sejati dan warisan abadi.

Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Sabtu, 18 April 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 18 April 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 18 April 2026 mengangkat refleksi tentang ketergesa-gesaan dalam hidup yang membuat kita sering kali melewatkan banyak hal.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 18 April 2026?

Bacaan Injil Katolik 18 April 2026 adalah Yohanes 6 mulai dari ayat 16 sampai 21.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 18 April 2026?

Dalam renungan harian Katolik 18 April 2026, kita juga merenungi kisah Santo Eleutherius (Paus), dan Beata Maria dari Inkarnasi (Pengaku Iman).



Simak Video "Video Paus Leo Serukan Dialog yang Tulus Usai Perang AS-Iran Meletus"

(sto/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork