Viral Siswi di Jogja Sempat Hilang, Ditempatkan dalam Perlindungan Usai Ketemu

Viral Siswi di Jogja Sempat Hilang, Ditempatkan dalam Perlindungan Usai Ketemu

Adji G Rinepta - detikJogja
Sabtu, 18 Apr 2026 19:19 WIB
Ilustrasi Orang Hilang
Ilustrasi orang hilang. Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jogja -

Seorang siswi SMP di Jogja dilaporkan hilang oleh orang tuanya, kabar ini pun dengan cepat tersebar di media sosial. Siswi itu sebenarnya ditemukan selang sehari setelah pengumuman tersebar, tapi dia memilih tidak pulang ke rumah, dengan alasannya terkuak.

Kabar ini mulai tersebar setelah diunggah akun Instagram @merapi_uncover, Kamis (16/4). Unggahan tersebut berisi curhatan orang tua soal anaknya pergi dari sekolahnya dengan dijemput sebuah mobil.

"Mohon Bantuannya.. Saya kehilangan anak saya dari pagi semenjak diantar ke sekolah, Namun sekira jam tersebut meninggalkan sekolah terlihat di CCTV menaiki sebuah mobil yg terlihat di CCTV namun tdk jelas plat no nya.. ciri ciri sudah lengkap dilaporan," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Sabtu (18/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi yang juga mendapat laporan tersebut pun bergerak cepat mencari keberadaan siswi tersebut. Pada Jumat (17/4), polisi pun mengonfirmasi jika siswi tersebut telah ditemukan.

ADVERTISEMENT

Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Ipda Anton Budi Susilo, mengatakan keberadaan siswi berinisial NA (16) ditemukan lewat koordinasi antara pihaknya dengan Polresta Sleman. Namun ia tak membeberkan di mana NA ditemukan serta ke mana NA pergi.

"Berhasil menemukan korban dalam keadaan sehat untuk korban sudah berhasil bertemu dengan orang tuanya," jelas Anton saat dihubungi, hari ini.

"Motif korban meninggalkan rumah dalam penyelidikan. Berhubung masih anak dan untuk mengembalikan psikologinya, laporannya itu dulu nggih," sambung Anton saat ditanya mengenai lokasi perginya NA selama hilang.

Setelah kembali bertemu orang tuanya, kata Anton, NA malah memilih untuk ditempatkan ke sebuah lembaga perlindungan anak alih-alih pulang ke rumah orang tuanya.

"Atas pertimbangan psikologis korban, dari pihak badan perlindungan anak dan perempuan (RDU) meminta kepada semua pihak dan atas permintaan korban pribadi, saat ini korban berada di bawah pengawasan dan perlindungan (RDU) DIY," pungkas Anton.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads