- Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 16 April 2026 Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 16 April 2026 Bacaan I Kis. 5:27-33 Bacaan Mazmur Mzm. 34:2,9,17-18,19-20 Bacaan Injil Yoh. 3:31-36 Bacaan Ofisi Kis 7:1-16 Renungan Harian Katolik Kamis 16 April 2026 Doa Katolik Hari Ini
- FAQ 1. Renungan harian Katolik 16 April 2026 tentang apa? 2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 16 April 2026? 3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 16 April 2026?
Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 16 April 2026 merupakan hari biasa pekan II Paskah dengan peringatan kisah Santa Bernadetha Soubirous, Pengaku Iman; dan Santo Paternus, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.
Mengangkat tema tentang iman yang kuat, mari simak renungan Katolik hari Kamis, 16 April 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Budi Ingelina. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 16 April 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 16 April 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 16 April 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Kis. 5:27-33; dilanjut Mazmur Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; bacaan Injil Yoh. 3:31-36; dan bacaan ofisi Kis 7:1-16. Berikut ini uraian lengkapnya:
Bacaan I Kis. 5:27-33
- Kis 5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
- Kis 5:28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
- Kis 5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
- Kis 5:30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.
- Kis 5:31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.
- Kis 5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
- Kis 5:33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.
Bacaan Mazmur Mzm. 34:2,9,17-18,19-20
- Mzm 34:2 (34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
- Mzm 34:9 (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
- Mzm 34:17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
- Mzm 34:18 (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
- Mzm 34:19 (34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
- Mzm 34:20 (34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
Bacaan Injil Yoh. 3:31-36
- Yoh 3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
- Yoh 3:32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu.
- Yoh 3:33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
- Yoh 3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
- Yoh 3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
- Yoh 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."
Bacaan Ofisi Kis 7:1-16
- Kis 7:1 Kata Imam Besar: "Benarkah demikian?"
- Kis 7:2 Jawab Stefanus: "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran,
- Kis 7:3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
- Kis 7:4 Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang;
- Kis 7:5 dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak.
- Kis 7:6 Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya.
- Kis 7:7 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepada-Ku di tempat ini.
- Kis 7:8 Lalu Allah memberikan kepadanya perjanjian sunat; dan demikianlah Abraham memperanakkan Ishak, lalu menyunatkannya pada hari yang kedelapan; dan Ishak memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan kedua belas bapa leluhur kita.
- Kis 7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
- Kis 7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.
- Kis 7:11 Maka datanglah bahaya kelaparan menimpa seluruh tanah Mesir dan tanah Kanaan serta penderitaan yang besar, sehingga nenek moyang kita tidak mendapat makanan.
- Kis 7:12 Tetapi ketika Yakub mendengar, bahwa di tanah Mesir ada gandum, ia menyuruh nenek moyang kita ke sana. Itulah kunjungan mereka yang pertama;
- Kis 7:13 pada kunjungan mereka yang kedua Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, lalu ketahuanlah asal-usul Yusuf kepada Firaun.
- Kis 7:14 Kemudian Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, tujuh puluh lima jiwa banyaknya.
- Kis 7:15 Lalu pergilah Yakub ke tanah Mesir. Di situ ia meninggal, ia dan nenek moyang kita;
- Kis 7:16 mayat mereka dipindahkan ke Sikhem dan diletakkan di dalam kuburan yang telah dibeli Abraham dengan sejumlah uang perak dari anak-anak Hemor di Sikhem.
Renungan Harian Katolik Kamis 16 April 2026
Ada yang masih berpandangan bahwa jika manusia beribadah dengan tekun dan menjalankan perintah Tuhan dengan taat, hidupnya pasti akan terjamin. Ia pasti akan mengalami perlindungan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.
Karena itu, banyak orang berbuat baik demi mendapatkan kembali kebaikan itu. Ini sebenarnya konsep "memberi dan menerima" atau siklus timbal balik. Hubungan dengan Tuhan dipandang berjalan secara resiprokal. Namun, apakah Kitab Suci kita mengajarkan demikian?
Konsep kebaikan berbalas kebaikan kiranya tidak selaras dengan hidup menurut ajaran Yesus. Buktinya adalah Yesus sendiri. Dia yang adalah Anak Allah kemudian menjadi manusia, tetapi tidak bergelimang harta.
Ia bahkan harus menanggung penghinaan, fitnah, hingga mati disalibkan. Jika memakai nalar manusia, di mana perlindungan Allah, di mana kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kisah hidup Yesus yang tragis?
Demikian pula dalam kisah hidup para rasul yang ditangkap, dipenjarakan, bahkan banyak yang kemudian dibunuh. Setelah menjadi pengikut Kristus dan bersedia setia serta taat, hidup mereka ternyata tidak menjadi aman, mudah, dan terjamin.
Lalu, mengapa mereka mau tetap setia mengikuti Tuhan?
Dalam mazmur hari ini (Mzm. 34), kita menemukan puji-pujian untuk Tuhan, "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (ay. 9).
Pujian ini bukan sekadar untaian kata-kata indah yang kosong, melainkan merupakan pujian yang terlontar dari mulut orang-orang yang telah sungguh merasakan keselamatan Tuhan, orang-orang yang pernah patah hati dan remuk jiwanya.
Manusia yang beriman, beribadah dengan tekun, dan berusaha menaati ajaran Tuhan karena berharap akan memiliki hidup yang mudah, aman, dan sejahtera sebenarnya memiliki iman yang rapuh. Iman itu mudah goyah, bahkan mungkin bisa hancur jika kehidupan berubah arah menjadi tidak baik-baik saja.
Ia akan mempertanyakan, bahkan menuntut Tuhan, karena baginya ini adalah soal "memberi dan menerima". Sementara itu, orang yang beriman karena telah melihat dan merasakan kebaikan Tuhan, yakni setelah dirinya melewati gelapnya penderitaan, akan memiliki iman yang militan seperti para rasul.
Penjara, ancaman, kesulitan, dan penderitaan tidak akan menjadi momok menakutkan bagi mereka. Semuanya itu bahkan menjadi bagian dari perjalanan iman mereka mengikuti Sang Guru.
Kebahagiaan, perlindungan, dan kesejahteraan di dunia tidak lagi menjadi iming-iming untuk beriman. Mereka telah merasakan kebaikan Tuhan, sehingga percaya dan mau menjadi saksi atas kebaikan itu.
Ini bukan lagi relasi resiprokal dengan Sang Pencipta, melainkan relasi kasih tanpa syarat. Iman harus melampaui akal dan pikiran. Iman juga harus mampu melampaui rasa dan situasi.
Hidup tidak akan pernah menjadi pasti. Ada desolasi, ada konsolasi; ada sedih, ada pula bahagia. Yang Tuhan inginkan dari kita adalah setia dan taat, menjadi orang benar sesuai ajaran-Nya di dalam situasi hidup apa pun. Hendaknya kita memiliki iman yang tahan banting, iman yang tangguh.
Tuhan tidak pernah menjamin hidup yang tanpa hujan dan badai. Namun, dalam situasi teduh maupun badai, Tuhan berjanji akan selalu ada. Ia selalu baik dan setia pada janji-Nya untuk menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
Itulah yang dikatakan oleh Pemazmur, "Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" (ay. 20).
Doa Katolik Hari Ini
Allah Yang Maha Rahim, semoga rahmat Paskah yang telah kami terima membawa hasil yang nyata dalam hidup kami.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Kamis, 16 April 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
FAQ
1. Renungan harian Katolik 16 April 2026 tentang apa?
Renungan Katolik hari ini 16 April 2026 mengangkat refleksi tentang iman yang tangguh, karena Tuhan akan selalu ada bagi seseorang yang imannya kuat dalam situasi apa pun.
2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 16 April 2026?
Bacaan Injil Katolik 16 April 2026 adalah Yohanes 3 mulai dari ayat 31 sampai 36.
3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 16 April 2026?
Dalam renungan harian Katolik 16 April 2026, kita juga merenungi kisah Santa Bernadetha Soubirous (Pengaku Iman), dan Santo Paternus (Pengaku Iman).
(sto/alg)












































Komentar Terbanyak
3 Kepala Daerah di Jatim Kena OTT KPK, Ini Kata Gubernur Khofifah
Sederet Fakta Penemuan Mayat Pria Dalam Mobil di Condongcatur Sleman
Cerita Azizah, Bocah TK di Jogja Rawat Bapak Sakit hingga Ikut Memulung