Tanda Bahaya PSIM Jogja Krisis Kemenangan di Putaran Kedua

Tanda Bahaya PSIM Jogja Krisis Kemenangan di Putaran Kedua

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 18 Apr 2026 08:01 WIB
Aksi penggawa PSIM Jogja saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026).
Aksi penggawa PSIM Jogja saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026). Foto: Dok. PSIM Jogja.
Jogja -

PSIM Jogja belum kunjung bangkit dari keterpurukan di putaran kedua Super League 2025/2026. Laskar Mataram mencatatkan hasil buruk dengan baru meraih satu kemenangan saja dalam 11 laga.

Secara keseluruhan, PSIM membukukan satu kemenangan, lima hasil imbang, dan lima kekalahan di putaran kedua. Catatan ini menunjukkan penurunan performa yang cukup drastis.

Dalam lima laga terakhir, tren negatif PSIM semakin terlihat. Mereka gagal meraih kemenangan dengan rincian tiga kekalahan dan dua hasil imbang. Bahkan, tim kebanggaan Kota Jogja itu sempat mencatatkan tiga kekalahan beruntun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian hasil minor itu dimulai saat takluk 0-1 dari Dewa United, kemudian kalah 1-2 dari PSM Makassar, hingga terbaru tumbang 1-2 saat menghadapi Bhayangkara FC. Rentetan kekalahan ini mempertegas inkonsistensi performa PSIM dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut membuat posisi PSIM di klasemen kian rawan. Saat ini, mereka tertahan di peringkat ke-9 dengan koleksi 38 poin. Jarak mereka dengan Bali United di posisi ke-10 pun sangat tipis, hanya terpaut dua poin saja.

ADVERTISEMENT

Situasi ini tentu berbanding terbalik dengan performa mereka di putaran pertama. Berstatus sebagai tim promosi, PSIM justru tampil mengejutkan dan layak disebut sebagai kuda hitam.

Pada paruh pertama musim, PSIM mampu mencatatkan delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan. Mereka bahkan sempat menembus jajaran lima besar, bahkan pernah duduk di posisi kedua klasemen sementara.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengakui penurunan performa tim asuhannya. Ia menyebut kualitas liga di putaran kedua meningkat usai kedatangan banyak pemain berkualitas. Hal ini berbanding dengan timnya yang tak banyak melakukan perubahan skuad karena keterbatasan anggaran.

"Saat bursa transfer paruh musim, biasanya tim akan mencoba memperkuat posisi-posisi yang dianggap lemah. Namun, hal itu tidak bisa kami lakukan karena kami tidak memiliki anggaran untuk melakukannya, sementara sebagian besar tim lain melakukannya," kata Van Gastel, Jumat (17/4).

"Jadi, Anda bisa melihat bahwa tim-tim lain sekarang berbeda, mereka menjadi lebih kuat. Kami mencoba melakukan hal yang sama, namun sekarang jauh lebih sulit karena lawan-lawan kami semakin berkualitas," ujarnya.

Meski demikian, ia menilai peningkatan kualitas liga tersebut merupakan hal positif secara keseluruhan, meski berdampak pada timnya.

"Bagi liga, ini sangat bagus. Namun bagi kami, artinya kami harus mengeluarkan energi lebih besar di setiap pertandingan untuk mendapatkan hasil," ucapnya.

Van Gastel pun tak menampik bahwa timnya sedang berada dalam tren negatif. Namun, ia memastikan target utama PSIM tetap tidak berubah yaitu bertahan di kasta tertinggi.

"Memang lebih sulit di paruh kedua musim ini, namun target kami tetap sama: tidak terdegradasi. Kami masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut," tegasnya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads