Aksi Gladiator demi Keluar dari Geng Bikin 2 Pelajar Jogja Luka Bacok

Aksi Gladiator demi Keluar dari Geng Bikin 2 Pelajar Jogja Luka Bacok

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 26 Mar 2026 14:27 WIB
Duel berdarah itu dipicu karena ada anggota yang bermaksud keluar dari geng.
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jogja -

Duel berdarah antara dua kelompok pelajar terjadi di Pakualaman, Kota Jogja, Rabu (25/7) dini hari. Ironisnya, dua kelompok ini tergabung dalam satu geng. Duel terjadi lantaran ada anggota geng hendak keluar dari kelompok tersebut.

Ps Kasihumas Polresta Jogja Ipda Anton Budi Susilo mengatakan kasus ini terungkap usai jajaran Polsek Umbulharjo menerima telepon dari Rumah Sakit Pratama soal adanya korban kecelakaan pada Rabu (25/3) pukul 03.00 WIB.

Polsek Umbulharjo pun mendatangi RS Pratama untuk mengecek laporan itu. Saat tengah mengecek, tiba-tiba IGD RS Pratama kedatangan dua pasien dengan luka sayatan benda tajam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam pengecekan tersebut di ruang IGD juga terdapat pasien dengan luka sayatan sajam diduga korban perkelahian/klitih," jelas Anton saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).

"Kemudian setelah selesai ditangani pihak medis, anggota Polsek Umbulharjo mengamankan terduga korban itu ke Polsek Umbulharjo untuk pengembangan lebih lanjut," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Dalam pemeriksaan, kata Anton, diketahui identitas dua terduga korban tersebut. Pertama inisial AP (18), pelajar asal Mergangsan kota Jogja dan RA (17) pelajar asal Depok Sleman.

"Menurut keterangan AP, bahwa RA dan MR (saksi) yang diduga ikut geng Vascal dan kedua orang tersebut ingin keluar geng namun oleh sesama Vascal tidak boleh keluar geng kalau belum ada fix atau gladiatoran (duel)," papar Anton.

Dengan kesepakatan itu, kemudian kelompok AP dan kelompok RA janjian duel yang sebelumnya disepakati di Jalan Sukonandi. Hingga akhirnya dua kelompok bertemu di TKP jalan Ki Mangun Sarkoro Pakualaman dan terjadilah bentrokan.

"RA membawa 2 celurit dan AP membawa 1 celurit, kemudian sewaktu terjadi bentrokan yang mengalami luka RA dan AP. Korban dirawat di RSUD Wirosaban dan RS Pratama," ungkap Anton.

Akibat bentrokan itu, AP dan RA mengalami luka cukup parah. AP mengalami luka bacok pada pundak kiri, lengan kanan kiri, dan jari jempol tangan kanan, dan sempat dirawat di RS Wirosaban.

Sedangkan RA mengalami luka bacok pada dada samping kiri tembus paru-paru dan dirawat ke RS Pratama. Namun lantaran lukanya cukup parah, RA dirujuk Ke RS bethesda Yogyakarta.

"Dimungkinkan antara terduga korban dan pelaku sama-sama membawa sajam, namun rombongan korban kalah jumlah massa dengan pelaku," ungkap Anton.

"Kejadian ini juga bukan karena papasan dan saling ejek, namun antara kedua kelompok sudah saling janjian ketemuan untuk melaksanakan fighter atau gladiatoran," sambungnya.

Kasus ini pun kini dilimpahkan ke Polresta Jogja guna dilakukan proses hukum lebih lanjut karena dalam pemeriksaan terdapat senjata tajam.

"Dimungkinkan antara korban dengan pelaku sudah saling mengenal karena sama-sama dari Geng Vascal," pungkasnya.




(alg/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads