Pemilik John Wick di Bantul Ungkap 2 Anjingnya Mati Diracun

Pemilik John Wick di Bantul Ungkap 2 Anjingnya Mati Diracun

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 13 Agu 2026 16:13 WIB
Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026).
Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Bantul -

Anjing ras labrador bernama John Wick milik warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, mati diracun oleh pemotor misterius. Pemilik John Wick, Paschal (23), mengatakan peristiwa ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, anjing miliknya juga pernah mati diracun.

John Wick mati diracun pada Kamis (16/7) pagi. Paschal kemudian memasang dua spanduk di pagar rumahnya, bertulisan sumpah serapah yang ditujukan kepada pelakunya. Kabar ini kemudian jadi viral di media sosial.

Saat ditemui detikJogja di rumahnya hari ini, Paschal mengatakan, pada 2011 silam, anjing peliharannya juga mati lantaran memakan ayam yang telah diberi racun juga oleh orang tak dikenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Paschal, pada tahun 2011 marak terjadi penyebaran makanan beracun di lingkungan rumahnya.

Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026).Spanduk sumpah serapah kepada peracun anjing dipasang di rumah warga Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

ADVERTISEMENT

"Pertama kali itu udah lama emang. Anjing kita yang pertama (mati diracun), 2011 itu di sini juga. Diracun, tapi waktu itu emang kesannya tuh kalau itu kayak orang random gitu loh Mas," kata Paschal, Kamis (13/8/2026).

"Rata-rata setiap rumah di sini tuh punya anjing. Kalau dulu (2011) itu memang orang tuh random, lempar-lempar (makanan beracun) aja. Jadi setiap rumah, nggak tahu kucing, anjing, kena semua. Lempar ayam sama racun. Jadi random aja dilempar di jalan," sambungnya.

Saat itu, lanjut Paschal, anjingnya memakan salah satu makanan beracun yang sengaja disebar.

"(Anjing jenis) Mix, itu udah lama banget sih. Itu sempat kita coba lariin ke Vet. Seingat saya emang nggak separah yang ini (John Wick), yang langsung (mati) cepat banget," ungkap Paschal.

Setelah kejadian itu, kata Paschal, kabar soal hewan peliharaan mati karena diracun perlahan menghilang. Hingga kini akhirnya ada kejadian lagi dan anjingnya kembali menjadi korban.

"Nah kalau saya ngelihat yang kasus yang John Wick ini, dia target gitu loh. Dia memang target, taruh di depan, rapi, dia udah persiapan, nggak pasang pelat nomor, gitu-gitu, (wajahnya ditutup) Pakai buff," terangnya.

Untuk diketahui, John Wick punya tempat khusus untuk melihat jalanan dari balik pagar rumah. Salah satu fragmen pagar dibuat agak renggang agar kepala anjing itu bisa melongok keluar.

Pada Kamis (16/7) pagi itu, tepat di balik pagar tempat John Wick biasa nongkrong, sekitar 30 menit sebelum John Wick keluar rumah, ada pemotor tak dikenal yang berhenti di depan pagar. Orang itu tampak menaruh sesuatu lalu pergi. Kejadian ini terekam di CCTV rumah Paschal.

"Itu kan ada lubang itu loh. Nah biasanya anjing saya tuh kalau keluar, sukanya keluarin kepala terus nanti ya tengok-tengok gitu. Ya emang sengaja dibikin renggang itu karena dia senangnya tuh tengok-tengok keluar gitu loh," kata Paschal.

"Terus makanannya (yang beracun) tuh ditaruh (di depan) lubangnya situ, tapi di luar (pagar), kan ya memang suka makan sembarang terkadang, jadi ya dimakan gitu," sambungnya.

John Wick mati tak sampai 5 menit setelah memakan ayam goreng beracun itu. Usai kejadian itu, Paschal mengecek sisa makanan yang dimakan John Wick. Ia menemukan serbuk putih yang diduga racun. Namun ia mengaku tak tahu jenis racun itu.

"Itu cepat kok Mas, kayak 2 menitan nggak ada itu (anjing langsung mati). Padahal lumayan gede anjingnya, sekitar 25 kilo. Usia 5,5 tahun. Kejang, tapi nggak berbusa Mas. Jadi emang kayak langsung kena sarafnya. Nggak tahu ya, nggak tahu racunnya itu apa," ujar dia.

"Nah, emang kita cek CCTV ya. Tapi ya memang dia emang udah persiapan Mas. Jadi kayak pakai helm, masker," imbuh Paschal.

Paschal juga mencari rekaman CCTV di tempat lain untuk mencari si peracun. Namun beberapa rekaman CCTV yang berhasil ia dapat, tak menunjukkan pelat nomor kendaraan pelaku secara jelas.

"Hingga suatu saat tuh kita nemu (rekaman CCTV) di Jalan Bima itu, kepantau dari jalan kan CCTV-nya itu. Kayaknya kan nggak pakai pelat, cuman pakai tempatnya tok itu. Jadi, orangnya tuh dari arah timur terus ke kanan dia puter balik. Ngetem di sini, masang, langsung weng (pergi) gitu ke selatan," ucap dia.

Meski begitu, Paschal dan keluarga belum melaporkan kejadian ini ke aparat desa maupun kepolisian. Pasalnya, meski ada rekaman CCTV, ia menganggap bukti itu belum cukup kuat untuk menjerat pelaku. Menurutnya, pelaku bisa berdalih karena menaruh ayam beracun di depan pagar.

"Kayaknya kalau dilaporin juga mentah juga, gitu loh, tak lihat kan dia taruhnya di luar, Mas. pasti dia bisa berkelit kalau itu tuh, 'Lho, saya cuman naruh di luar kan?'. Padahal justru itu dia kayak udah ngerti kebiasaan anjing saya itu pagi pasti langsung tengok di situ. Dia kan berarti udah mengamati," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads