Pemilik John Wick, anjing yang mati usai diracun orang tak dikenal di Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, menyebut aksi pelakunya terekam CCTV. Usai anjingnya mati diracun, pemilik anjing lalu memasang dua buah spanduk di pagar rumahnya bertuliskan sumpah serapah untuk pelaku.
Pemilik anjing, Paschal (23) menceritakan, anjing jenis labrador berwarna golden itu mati setelah menyantap ayam goreng di depan pagar yang ternyata beracun. John Wick yang berusia 5,5 tahun dengan berat 25 kg itu langsung mati seketika usai menyantap ayam itu.
Kejadian itu terjadi pada pagi hari tanggal 16 Juli 2026. Paschal mengatakan, John Wick punya tempat khusus untuk melihat jalanan dari balik pagar. Salah satu fragmen pagar dibuat agak renggang agar kepala John Wick bisa keluar memantau jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagi itu, tepat di balik pagar tempat John Wick biasa nongkrong, sekitar 30 menit sebelum John Wick keluar rumah, ada orang tak dikenal berhenti di depan pagar. Ia tampak menaruh sesuatu lalu pergi. Kejadian ini terekam di CCTV rumah Paschal.
"Itu kan ada lubang itu loh. Nah biasanya anjing saya tuh kalau keluar, sukanya keluarin kepala terus nanti ya tengok-tengok gitu. Ya emang sengaja dibikin renggang itu karena dia senangnya tuh tengok-tengok keluar gitu loh," jelas Paschal saat ditemui detikJogja di kediamannya, Kamis (13/8/2026)
"Terus makanannya (yang beracun) tuh ditaruh (di depan) lubangnya situ, tapi di luar (pagar), kan ya memang suka makan sembarang terkadang, jadi ya dimakan gitu," sambungnya.
John Wick mati tak sampai 5 menit setelah memakan ayam goreng beracun itu. Usai kejadian itu, Paschal mengecek sisa makanan yang dimakan John Wick, dia ditemukan serbuk putih yang diduga racun. Namun ia mengaku tak tahu jenis racun itu.
"Itu cepat kok Mas, kayak 2 menitan nggak ada itu (anjing langsung mati). Padahal lumayan gede anjingnya itu sekitar 25 kilo gitu. Usia 5,5 tahun. Kejang, kejang tapi nggak berbusa Mas. Jadi emang kayak langsung kena sarafnya gitu loh. Nggak tahu ya, nggak tahu racunnya itu apa," paparnya.
"Nah, emang kita lihat cek CCTV ya. Tapi ya memang dia emang udah persiapan Mas. Jadi kayak pakai helm, masker," imbuh Paschal.
Tak berhenti di situ, Paschal juga bergerak mencari rekaman CCTV di tempat lain untuk mencari si peracun. Namun beberapa rekaman CCTV yang berhasil ia dapat tak menunjukkan pelat nomor kendaraan pelaku secara jelas.
"Hingga suatu saat tuh kita nemu (rekaman CCTV) di jalan Bima itu, kepantau dari jalan kan CCTV-nya itu, kayaknya kan nggak pakai plat cuman pakai tempatnya tok itu. Jadi, orangnya tuh dari arah timur, terus ke kanan dia puter balik. Ngetem di sini, masang, langsung weng (pergi) gitu ke selatan," ujarnya.
Paschal dan keluarga belum melaporkan kejadian ini ke aparat desa maupun kepolisian. Pasalnya, meski ada rekaman CCTV, ia menganggap bukti itu belum cukup kuat untuk menjerat pelaku. Menurutnya, pelaku bisa berdalih karena menaruh ayam beracun di depan pagar.
"Kayaknya kalau dilaporin juga mentah juga, gitu loh, tak lihat kan dia taruhnya di luar, Mas. pasti dia bisa berkelit kalau itu tuh, 'Lho, saya cuman naruh di luar kan?'. Padahal justru itu dia kayak udah ngerti kebiasaan anjing saya itu pagi pasti langsung tengok di situ. Dia kan berarti udah mengamati," ungkapnya.

Komentar Terbanyak
John Wick Anjing di Bantul Mati Diracun, Pemilik Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini