Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat dan Panduan Mengerjakannya

Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat dan Panduan Mengerjakannya

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJogja
Selasa, 24 Mar 2026 09:27 WIB
Ilustrasi SholatIlustrasi sholat dhuha.
Ilustrasi sholat dhuha. (Foto: Freepik)
Jogja -

Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan dianjurkan untuk dikerjakan di waktu pagi hingga menjelang tengah hari. Ibadah ini menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah sekaligus sarana memohon keberkahan dan kelapangan rezeki dalam menjalani aktivitas harian.

Agar sholat Dhuha dapat dilaksanakan dengan benar dan sempurna, penting bagi setiap muslim untuk memahami niat serta jumlah rakaat yang dikerjakan. Sholat Dhuha dapat dilakukan minimal dua rakaat dan dapat ditambah menjadi empat rakaat atau lebih sesuai kemampuan.

Berikut adalah niat sholat Dhuha dua dan empat rakaat beserta panduan mengerjakannya, mulai dari tata cara pelaksanaan hingga hal-hal yang perlu diperhatikan agar sholat sunnah ini dapat dilakukan dengan benar dan memperoleh keutamaannya secara maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Di dalam buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk karya Imron Mustofa, Sholat Dhuha merupakan sholat sunnah yang memiliki waktu pelaksanaan khusus. Hal ini menegaskan bahwa setiap sholat sunnah memiliki ketentuan waktu tersendiri yang berkaitan erat dengan keutamaannya. Berdasarkan berbagai keterangan dan hadits, sholat Dhuha dikerjakan pada pagi hari ketika matahari telah naik setinggi kira-kira sepenggalah. Adapun batas akhir pelaksanaannya adalah sebelum masuk waktu sholat Zhuhur.

ADVERTISEMENT

Dalam riwayat yang disampaikan oleh Abu Darda' ra. dan Abu Dzar ra., sebagaimana tercantum dalam Shahih al-Jami', disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Swt. berfirman kepada hamba-Nya agar melaksanakan sholat empat rakaat di awal siang. Dengan amalan tersebut, Allah menjanjikan kecukupan bagi hamba-Nya hingga akhir siang hari.

Berdasarkan hadits tersebut, dapat dipahami bahwa sholat Dhuha sudah dapat dikerjakan sejak matahari mulai memancarkan sinarnya. Jika disesuaikan dengan waktu di Indonesia, pelaksanaan sholat Dhuha umumnya berada pada kisaran pukul 07.00 WIB hingga menjelang tengah hari, sekitar pukul 11.30 WIB.

Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat

Berikut adalah niat Sholat Dhuha 2 dan 4 rakaat dilansir dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki oleh Ustadz Arif Rahman dan Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karya Muhammad Habibillah.

Ψ£ΩΨ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©ΩŽ Ψ§Ω„ΨΆΩ‘ΩΨ­ΩŽΩ‰ Ψ±ΩŽΩƒΩ’ΨΉΩŽΨͺΩŽΩŠΩ’Ω†Ω مُسْΨͺΩŽΩ‚Ω’Ψ¨ΩΩ„ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω‚ΩΨ¨Ω’Ω„ΩŽΨ©Ω Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω’

Ushali sunnatadh dhuha rakataini mustaqbilal qiblati lillaahi taaalaa. AllΓ’hu Akbar

Artinya: Aku niat sholat sunat dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.

Ψ£Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©ΩŽ Ψ§Ω„ΨΆΩ‘ΩΨ­ΩŽΩ‰ Ψ§ΩŽΨ±Ω’Ψ¨ΩŽΨΉΩŽ Ψ±ΩŽΩƒΩŽΨΉΩŽΨ§Ψͺٍ مُسْΨͺΩŽΩ‚Ω’Ψ¨ΩΩ„ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω‚ΩΨ¨Ω’Ω„ΩŽΨ©Ω Ψ’Ψ―ΩŽΨ§Ψ‘Ω‹ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Ushalli sunnatadh dhuhaa arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adzaa'an lillaahi ta'aalaa

Artinya: Aku niat sholat sunat dhuha empat rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.

Panduan Sholat Dhuha

Berikut adalah panduan Sholat Dhuha dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh. Rifa'i.

A. Sholat Dhuha 2 Rakaat

Rakaat Pertama

1. Takbiratul Ihram

Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ£ΩƒΨ¨Ψ±

Allahu Akbar.

Artinya: Allah Maha Besar.

2. Doa Iftitah

اللهُ Ψ§ΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω ΩƒΩŽΨ¨ΩΩŠΨ±Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ―Ω لِلهِ ΩƒΩŽΨ«ΩΩŠΨ±Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΨ³ΩΨ¨Ω’Ψ­ΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩƒΩΨ±ΩŽΨ©Ω‹ ΩˆΩŽΨ§Ψ΅ΩΩŠΩ„Ψ§

Allahu Akbar Kabiiraa Wal Hamdu Lillahi Katsiiraa Wasub-haanallahi Bukratan Wa Ashilaa.

Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩΩŠ ΩˆΩŽΨ¬ΩŽΩ…Ω’Ψͺُ ΩˆΩŽΨ¬Ω‡ΩˆΩŽ Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠ فَطَر َ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩˆΩŽΨ§Ψͺِ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨ±Ω’ΨΆ َ Ψ­Ω†ΩŠΩΨ§ Ω…ΩΨ³Ω’Ω„ΩΩ…ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΩ…ΩŽΨ§ Ψ£ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ΄Ω’Ψ±ΩΩƒΩΩŠΩ†ΩŽ

Innii Wajjaahtu Wajhiya Lilladzii Fatharassa Maawaati Wal-Ardla Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiina.

Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΨ§Ω„Ψ§Ψͺي ΩˆΨ³ΩƒΩ‰ ΩˆΩŽΩ†ΩŽΨ­Ω’ΩŠΩŽΨ§Ψͺِي ΩˆΩŽΩ…ΩŽΨ§Ψͺِي Ω„ΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘Ω Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŽ Ω„Ψ§ Ψ΄ΩŽΨ±ΩΩ†ΩΩƒΩŽ Ω„ΩŽΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ¨ΩΨ°Ω’Ω„ΩΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΨ±Ω’Ψͺُ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ³Ω’Ω„ΩΩ…ΩΩŠΩ†ΩŽ

Imina Shalaatii Wanusukii Wamahyaaya Wama- Maati Lillaahi Rabbil Aalamiina. Laasyariika Lahu Wabidzaalika Umirtu Wa Anaa Minal Mus Limin.

Artinya:

Allah Maha Besar lagi sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.

Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.

3. Surat Al-Fatihah

بسْمِ اللهِ Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­ΩΩŠΩ…Ω

Bismillāhir-rahmānir-rahīm(i).

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ψ§ΩŽΩ„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω لِلّٰهِ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘Ω Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩ°Ω„ΩŽΩ…ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽΫ™

Al-αΈ₯amdu lillāhi rabbil-'ālamΔ«n(a).

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­Ω’Ω…Ω°Ω†Ω Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ­ΩΩŠΩ’Ω…ΩΫ™

Ar-raαΈ₯mānir-raαΈ₯Δ«m(i).

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

مٰلِكِ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω Ψ§Ω„Ψ―Ω‘ΩΩŠΩ’Ω†ΩΫ—

Māliki yaumid-dīn(i).

Pemilik hari Pembalasan

Ψ§ΩΩŠΩ‘ΩŽΨ§ΩƒΩŽ Ω†ΩŽΨΉΩ’Ψ¨ΩΨ―Ω ΩˆΩŽΨ§ΩΩŠΩ‘ΩŽΨ§ΩƒΩŽ Ω†ΩŽΨ³Ω’ΨͺΩŽΨΉΩΩŠΩ’Ω†ΩΫ—

Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u),

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

Ψ§ΩΩ‡Ω’Ψ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩΨ±ΩŽΨ§Ψ·ΩŽ الْمُسْΨͺΩŽΩ‚ΩΩŠΩ’Ω…ΩŽΫ™

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).

Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

ءِرَاطَ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ Ψ§ΩŽΩ†Ω’ΨΉΩŽΩ…Ω’Ψͺَ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡ΩΩ…Ω’ Ϋ•Ϋ™ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±Ω Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨΊΩ’ΨΆΩΩˆΩ’Ψ¨Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡ΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΨΆΩ‘ΩŽΨ§Ϋ€Ω„Ω‘ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ ΰ£–

Ṓirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

4. Surah pendek

Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Moh. Rifa'i, Setelah membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua, baik bagi orang yang melaksanakan salat sendiri maupun sebagai imam, dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca surat atau beberapa ayat lain dari Al-Qur'an.

5. Ruku'

Usai menyelesaikan bacaan surat, angkat kedua tangan hingga sejajar telinga seraya mengucapkan Allahu Akbar, lalu lakukan gerakan rukuk dengan membungkukkan badan, kedua tangan memegang lutut, dan posisi punggung lurus sejajar dengan kepala. Setelah posisi tersebut sempurna dan stabil, bacalah tasbih berikut:

Ψ³ΩΨ¨Ω’Ψ­ΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩΩŠΩŽ Ψ§Ω„ΨΉΩŽΨΈΩΩŠΩ…Ω ΩˆΩŽΩŠΩΨ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω

"Subhaana Rabbiyal'a- Dzhiimi Wabihamdihi " 3 Kali

Artinya: Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.

6. Itidal

Setelah ruku' selesai, bangkitlah kembali dalam posisi tegak sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga, kemudian ucapkan doa atau bacaan berikut:

Ψ³ΩŽΩ…ΩΨΉΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ­ΩŽΩ…ΩΨ―ΩŽΩ‡Ω

Sami'allaahu Liman Hamidah.

Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Pada waktu berdiri tegak (itidal)

terus membaca:

Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩŽΩ†ΩŽΨ§ Ω„ΩŽΩƒΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω مِنْ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ…ΩŽΩˆΩŽΨ§Ψͺِ ΩˆΩŽΩ…ΩΩ†Ω’ Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ ΩˆΩŽΩ…ΩΩ„Ω Ω…ΩŽΨ§ Ψ΄ΩΩ†Ω‘ΩŽΨͺَ مِنْ ΨͺΩŽΩŠΩ’Ψ­ΩΨ±Ω Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ω‡

Rabbanaa Lakal Hamdu Mil- Ussamaawaati Wa Mil-Ul Ardli Wamil-U Maa Syi'ta Min Syai'in Ba' Du.

Artinya: Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.

7. Sujud

Setelah kembali ke posisi itidal, lakukan sujud dengan menempelkan dahi ke lantai sambil mengucapkan Allahu Akbar. Setelah sujud, bacalah tasbih berikut:

Ψ³Ψ­ΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩΩ‰ Ψ§Ω„Ψ£ΨΉΩ„Ω‰ ΩˆΩŽΩŠΩΨ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω

"Subhaana Rabbiyal A'laa Wabihamdihi" 3 kali.

Artinya: Maha suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya.

8. Duduk Antara Dua Sujud

Setelah melakukan sujud, duduklah sambil mengucapkan Allahu Akbar, lalu lanjutkan dengan membaca doa berikut:

Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘Ω Ψ§ΨΊΩ’ΩΩΨ±Ω’Ω„ΩΩŠ ΩˆΩŽΨ§Ψ±Ω’ Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ω†ΩΩŠ ΩˆΨ§Ψ¬Ψ¨Ψ±Ω†ΩΩŠ ΩˆΩŽΨ§Ψ±Ω’ ΩΩŽΨΉΩ’Ω†ΩΩŠ وَار Ψ²ΩΩ‚Ω’Ω†ΩΩŠ ΩˆΩŽΨ§Ω‡Ω’Ψ―ΩΩ†ΩΩŠ وَعَافِي ΩˆΩŽΨ§ΨΉΩ’ΩΩ عَΨͺΩ‘ΩŽΩ‰

Rabbighfirlii Warhamnii Wajburnii Warfa'nii Warzuqnii Wahdinii Wa'aafinii Wa'fuannii.

Artinya : Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.

9. Sujud Kedua

Sujud kedua dilakukan sama seperti sujud pertama, baik dari segi gerakan maupun bacaan.

Rakaat Kedua

1. Berdiri lagi dengan melafalkan Allahu Akbar.
2. Al-Fatihah
3. Ruku'
4. Itidal
5. Sujud
6. Duduk Antara Dua Sujud
7. Sujud Kedua
8. Tasyahud Akhir

Duduklah dengan pantat menempel langsung ke lantai, dan masukkan kaki kiri ke bawah kaki kanan.

Jari-jari kaki kanan tetap menempel pada lantai.

Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΨ­ΩΩŠΩŽΨ§Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΩƒΩŽΨ§Ψͺُ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΩ„ΩŽΩˆΩŽΨ§Ψͺُ Ψ§Ω„Ψ·Ω‘ΩŽΩŠΩ‘ΩΨ¨ΩŽΨ§Ψͺُ للهِ ، السّلامُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ¨ΩΩŠ ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨ©Ω اللهِ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΨ±ΩŽΩƒΩŽΨ§Ψͺُهُ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ„Ψ§Ω…Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ عِبَادِ اللهِ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΨ§Ω„ΩΨ­ΩΩŠΩ†ΩŽ . Ψ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£Ω† Ω„Ψ§ Ψ₯Ω„Ω‡ Ψ₯Ω„Ψ§ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£ΩŽΩ† Ω‘ΩŽ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω‹Ψ§ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‡

At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ψ― ΩˆΨΉΩ„Ω‰ ؒلِ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω ΩƒΩŽΩ…ΩŽΨ§ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΨ¨Ω’Ψͺَ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ₯ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩŽΨ§Ω‡ΩΩŠΩ…ΩŽ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِ Ψ₯ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩŽΨ§Ω‡ΩΩŠΩ…ΩŽ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩΩƒΩŽ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω ΩƒΩŽΩ…ΩŽΨ§ Ψ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΩƒΩ’Ψͺَ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ₯ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩŽΨ§Ω‡ΩΩŠΩ…ΩŽ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِ Ψ₯ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩŽΨ§Ω‡ΩΩŠΩ…ΩŽ فِي Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ…ΩΩŠΩ†ΩŽ Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽΩƒ َ Ψ­ΩŽΩ…ΩΩŠΨ―ΩŒ Ω…ΩŽΨ¬ΩΩŠΨ―

Allaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya:

Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.

9. Salam

Setelah menyelesaikan tahiyat akhir, ucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil membaca:

Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ„Ψ§Ω…Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ­Ω…Ψ© Ψ§Ω„Ω„Ω‡

Assalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi

Artinya: Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.

B. Sholat Dhuha 4 Rakaat

Rakaat Pertama

1. Takbiratul Ihram
2. Doa Iftitah
3. Al-Fatihah
4. Ruku'
5. Itidal
6. Sujud
7. Duduk Antara Dua Sujud
8. Sujud Kedua

Rakaat Kedua

1. Berdiri lagi dengan melafalkan Allahu Akbar.
2. Al-Fatihah
3. Ruku'
4. Itidal
5. Sujud
6. Duduk Antara Dua Sujud
7. Sujud Kedua
8. Tasyahud Awal

Pada rakaat kedua, dalam shalat empat rakaat, duduklah untuk membaca tasyaαΈ₯hud (tahiyat awal) dengan posisi kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri sebagai tempat duduk.

Ψ§Ω„ΨͺΩ‘ΩŽΨ­ΩΩŠΩ‘ΩŽΨ§Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ¨ΩŽΨ§Ψ±ΩŽΩƒΩŽΨ§Ψͺُ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΩ„ΩŽΩˆΩŽΨ§Ψͺُ Ψ§Ω„Ψ·Ω‘ΩŽΩŠΩ‘ΩΨ¨ΩŽΨ§Ψͺ للهِ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ„Ψ§Ω…Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ¨ΩΩŠ ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨ©Ω اللهِ ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΨ±ΩŽΩƒΩŽΨ§Ψͺُهُ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ„Ψ§Ω…Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ عِبَادِ اللهِ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΨ§Ω„ΩΨ­ΩΩŠΩ†ΩŽ. Ψ£Ψ΄Ω‡Ψ― Ψ£Ω† Ω„Ψ§ Ψ₯Ω„Ω‡ Ψ₯Ω„Ψ§ اللهُ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω’ Ψ£ΩŽΩ† Ω‘ΩŽ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω‹Ψ§ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω اللهِ

Attahiyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thayyibaatu Lillaah. Assalaamu 'Alaika Ayyuhan Nabiyyu Warahmatullaahi Wabarakaatuh Assalaamu'alainaa Wa'alaa 'Ibaadillaahish Shaalihiin. Asy-Hadu Al Laa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullaah. Allaahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad.

Artinya:

Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Rakaat Ketiga

1. Berdiri lagi dengan melafalkan Allahu Akbar.
2. Al-Fatihah
3. Ruku'
4. Itidal
5. Sujud
6. Duduk Antara Dua Sujud
7. Sujud Kedua

Rakaat Keempat

1. Berdiri lagi dengan melafalkan Allahu Akbar.
2. Al-Fatihah
3. Ruku'
4. Itidal
5. Sujud
6. Duduk Antara Dua Sujud
7. Sujud Kedua
8. Tasyahud Akhir
9. Salam

Keutamaan Melaksanakan Sholat Dhuha

Berikut adalah keutamaan dalam melaksanakan Sholat Dhuha dilansir dari laman Universitas Islam Indonesia dan buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki oleh Ustadz Arif Rahman.

1. Sedekah untuk Seluruh Persendian Tubuh

Sholat Dhuha menjadi pengganti sedekah bagi seluruh persendian manusia yang berjumlah 360 ruas. Setiap pagi, setiap persendian memiliki kewajiban bersedekah, namun Rasulullah SAW memberikan kemudahan dengan menjadikan dua rakaat sholat Dhuha sebagai pengganti seluruh sedekah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha memiliki nilai ibadah sekaligus sosial yang sangat besar.

2. Dicukupkan Urusan Hingga Akhir Siang

Allah Ta'ala menjanjikan kecukupan bagi hamba-Nya yang melaksanakan sholat Dhuha, khususnya empat rakaat di awal siang. Kecukupan ini mencakup urusan rezeki, pekerjaan, dan kebutuhan hidup lainnya, sehingga sholat Dhuha menjadi amalan pembuka keberkahan dan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

3. Berpeluang Mendapat Pahala Setara Haji dan Umrah

Bagi orang yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah, kemudian berdzikir hingga matahari terbit dan dilanjutkan dengan dua rakaat sholat setelah matahari naik, dijanjikan pahala seperti haji dan umrah yang sempurna. Dua rakaat tersebut termasuk sholat di waktu Dhuha awal, yang dikenal juga sebagai sholat Isyroq.

4. Ciri Orang yang Kembali Taat kepada Allah

Sholat Dhuha disebut sebagai sholatnya orang-orang awwabin, yaitu mereka yang senantiasa kembali kepada ketaatan setelah lalai. Orang yang menjaga sholat Dhuha menunjukkan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga hubungan spiritual secara konsisten.

5. Sunnah yang Sangat Dianjurkan oleh Ulama

Mayoritas ulama menyepakati bahwa sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dianjurkan, bahkan sebagian menyebutnya sebagai sunnah muakkadah. Banyak hadits shahih yang menegaskan keutamaannya, sehingga meskipun tidak wajib, sholat Dhuha sangat dianjurkan untuk dijadikan amalan rutin harian.

Dengan memahami niat dan tata cara sholat Dhuha secara benar, diharapkan ibadah ini dapat dikerjakan dengan lebih khusyuk serta menjadi wasilah datangnya keberkahan, kelapangan rezeki, dan ketenangan hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads