- Niat Sholat Subuh Berjamaah
- Apa Itu Qunut Subuh?
- Tata Cara Sholat Subuh Berjamaah Beserta Doa Qunut
- FAQ Tata Cara Sholat Berjamaah dengan Doa Qunut Kapan doa qunut Subuh dibaca dalam sholat berjamaah? Apakah sholat Subuh tetap sah jika tidak membaca qunut? Apa perbedaan niat imam dan makmum dalam sholat Subuh berjamaah?
Menunaikan sholat Subuh bisa dikerjakan secara sendirian atau munfarid dan juga berjamaah di masjid. Untuk mengerjakan sholat Subuh berjamaah diperlukan bacaan niat dan tata cara tersendiri. Berikut panduannya beserta doa qunut yang bisa dibaca setelah rukuk.
Sholat merupakan sebuah ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT dan wajib dikerjakan bagi seluruh umat Islam. Perintah menunaikan sholat bahkan telah tertuang di dalam Al-Quran. Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Panduan Salat Lengkap dan Praktis - Wajib dan Sunnah' karya Ahmad Sultoni, di dalam Surat Al-Hajj ayat 78 Allah SWT berfirman:
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِۗ هُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُࣖ ٧٨
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wa jâhidû fillâhi ḫaqqa jihâdih, huwajtabâkum wa mâ ja'ala 'alaikum fid-dîni min ḫaraj, millata abîkum ibrâhîm, huwa sammâkumul-muslimîna ming qablu wa fî hâdzâ liyakûnar-rasûlu syahîdan 'alaikum wa takûnû syuhadâ'a 'alan-nâsi fa aqîmush-shalâta wa âtuz-zakâta wa'tashimû billâh, huwa maulâkum, fa ni'mal-maulâ wa ni'man-nashîr.
Artinya: "Berjuanglah kamu pada (jalan) Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu, yaitu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan (begitu pula) dalam (kitab) ini (Al-Qur'an) agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka, tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah pada (ajaran) Allah. Dia adalah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong."
Kemudian perintah mengerjakan sholat lima waktu juga disampaikan dalam surat lainnya. Termasuk melalui Surat Al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ٤٣
Wa aqîmush-shalâta wa âtuz-zakâta warka'û ma'ar-râki'în.
Artinya: "Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
Sholat Subuh dikerjakan dalam jumlah dua rakaat sekali salam. Bacaan dan gerakan dalam sholat serupa dengan sholat sunnah maupun fardhu lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut bacaan niat dan tata cara sholat Subuh beserta doa qunut lengkap.
Poin Utamanya:
- Sholat Subuh berjamaah diawali dengan niat sebagai imam atau makmum. Lafaz niat menegaskan pelaksanaan dua rakaat fardhu Subuh karena Allah Ta'ala.
- Qunut Subuh merupakan amalan sunnah yang dibaca setelah rukuk rakaat kedua sebelum sujud. Doa qunut dibaca sambil mengangkat tangan setinggi dada.
- Gerakan dan bacaan sholat Subuh berjamaah pada dasarnya sama seperti sholat fardhu lainnya. Perbedaannya terletak pada niat berjamaah serta tambahan doa qunut di rakaat kedua sebelum sujud.
Niat Sholat Subuh Berjamaah
Sebelum menunaikan ibadah sholat Subuh, terlebih dahulu kaum muslim mesti mengawalinya dengan niat. Sebab, niat adalah salah satu rukun dari sholat fardhu itu sendiri.
Menukil dari 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' karya Rina Ulfatul Hasanah, berikut bacaan niat sholat Subuh berjamaah sebagai imam maupun makmum:
أصلى فرضَ الصُّبْحِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً مَأْمُوْمًا /إِمَامًا اللَّهِ تَعَالَى
Ushalli fardlash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muuman/imaaman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Subuh dua rakaat dengan menghadap ki-blat (ma'mum/imam) karena Allah ta'ala."
Apa Itu Qunut Subuh?
Dalam pengerjaan sholat Subuh dua rakaat, terdapat bacaan doa qunut yang dilantunkan setelah rukuk di rakaat ke-2. Namun, sebenarnya apa itu qunut Subuh? Qunut Subuh termasuk amalan sunnah yang dilakukan saat sholat Subuh tengah ditunaikan oleh muslim.
Di dalam buku 'Sholat Empat Madzhab: Mengenal Keragaman dalam Implementasi Syariat Islam, Melalui Kajian Fikih Ibadah Lintas Madzhab' tulisan Ahmad Shams Madyan, qunut dibaca di rakaat kedua sholat Subuh setelah bangkit dari rukuk. Kaum muslim dianjurkan untuk mengangkat tangan setinggi dada saat membaca qunut.
Setelah qunut selesai, bisa dilanjutkan mengerjakan gerakan sholat selanjutnya, yaitu bersujud. Mengingat qunut adalah sunnah, maka tidak diwajibkan ada dalam setiap sholat Subuh sehari-harinya.
Adapun doa qunut Subuh yang diringkas dari buku 'Risalah Tuntunan Shalat: Panduan Shalat Wajib dan Sunah Berdasarkan Al-Qurâ an dan Hadis' karya Akhmad Najibul Khairi Sya`Ie dan Achmad Budiyanto, adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ ، فَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ . تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allaahummahdinii fii man hadait, wa'aafinii fii man 'aafaiit, wa tawallanii fii man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a'thaiit, wa qinii birohmatika syarra maa qadaiit. Fa innaka taqdhii walaa yuqdhaa 'alaiik. Wa innahuu laa yadzillu man waalaiit, wa laa ya'izzu man 'aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wata'aalait. Fa lakal-hamdu 'alaa maa qadaiit. Astaghfiruka wa atuubu ilaiik. Wa shallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau tetapkan. Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum atau menentukan atas Engkau.
Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.
Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan kembali (tobat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan serta sahabatnya."
Tata Cara Sholat Subuh Berjamaah Beserta Doa Qunut
Setelah memahami bacaan niat dan doa qunut Subuh, waktunya untuk mencermati secara lebih jelas tentang tata cara mengerjakan sholat Subuh berjamaah yang disertai dengan qunut. Gerakan dan bacaan doa di dalam sholat Subuh berjamaah sejatinya sama dengan saat dikerjakan sendirian.
Hal yang membedakannya adalah bacaan niat seperti yang sudah diuraikan sebelumnya. Kemudian garakan dan bacaan doa sholat Subuh berjamaah juga tidak berbeda dari pelaksanaan sholat fardhu lainnya. Baik itu Dzuhur, Ashar, Maghrib, maupun Isya. Dihimpun dari buku 'Panduan Shalat Praktis & Lengkap' yang ditulis oleh Ust Syaifurrahman El-Fati, berikut tata cara sholat Subuh berjamaah bersama qunut.
1. Awali dengan niat mengerjakan sholat Subuh berjamaah dengan berdiri tegak menghadap kiblat. Berikut bacaan niatnya:
أصلى فرضَ الصُّبْحِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً مَأْمُوْمًا /إِمَامًا اللَّهِ تَعَالَى
Ushalli fardlash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (ma'muuman/imaaman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Subuh dua rakaat dengan menghadap ki-blat (ma'mum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Kemudian angkat kedua tangan untuk takbiratul ihram sambil melantunkan, "Allahu akbar".
3. Posisikan kedua tangan di depan dada, lalu membaca doa iftitah. Tangan kanan posisinya berada di atas tangan kiri. Adapun bacaan doa iftitah:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بكرةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Allaahu akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukrataw ba ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifan muslima wamaa anaa minal musyrikiin, inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil 'aalamin, laasyariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin."
Artinya: "Allah Maha Besar, dari segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah pagi sore, saya arahkan mukaku kepada yang maha menciptakan langit dan bumi dengan hati yang jujur, selaku seorang muslim, bukan sebagai orang yang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku itu adalah untuk Allah, memelihara alam semesta yang tidak punya sekutu sama sekali, begitulah saya diperintah oleh Allah sebagai seorang muslim."
4. Selanjutnya lantunkan bacaan ta'awwudz atau "A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim" dan baca Surat Al-Fatihah.
5. Setelah membaca Al-Fatihah, lanjutkan dengan surat-surat pendek di dalam Al-Quran.
6. Angkat kedua tangan sejajar dengan bahu dan jari-jari sejajar dengan telinga, lalu ikuti dengan bacaan takbir, "Allahu akbar."
7. Rukuk dengan posisi badan membungkuk dan kedua tangan ditaruh di lutut. Lalu membaca tasbih sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyyal 'adziimi wabihamdih.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung."
8. Angkat kepala dan kedua tangan kembali dalam posisi jari-jari sejajar dengan telinga, lalu ucapkan:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.
Sami'allaahu liman hamidahu
Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
9. Berdiri tegak untuk melakukan i'tidal dengan posisi kedua tangan sejajar dengan pinggul. Lalu diam sejenak dan membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.
Rabbanaa lakal hamdu mil'us-samaawaati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.
Artinya: "Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi dan sepenuh apapun yang Engkau kehendaki sesudah itu."
10. Setelah i'tidal, bersujudlah dengan posisi kedua lutut, telapak tangan, dahi, dan juga hidung menempel di sejadah. Posisi telapak kaki berada di atas jari-jari, sambil mengucap "Allahu akbar."
11. Saat posisi bersujud dengan sempurna bisa membaca tasbih. Berikut bacaannya yang dilantunkan sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a'la wa bi hamdihi.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya."
12. Angkat kepala dari posisi sujud untuk mengerjakan duduk di antara dua sujud. Posisikan telapak tangan di paha dengan pandangan ke arah sejadah, sambil membaca "Allahu akbar".
13. Lanjutkan dengan doa duduk di antara dua sujud yang berbunyi:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَ عَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي.
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, cukuplah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku."
14. Sujud kembali untuk kedua kalinya dengan diiringi bacaan takbir, "Allahu akbar". Kemudian lantunkan sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a'la wa bi hamdihi.
Artinya: "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya."
15. Bangkit kembali untuk mengerjakan rakaat kedua. Awali dengan bacaan Surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan gerakan yang sama seperti rakaat sebelumnya. Kemudian saat sudah rukuk di rakaat kedua, lanjutkan dengan doa qunut yang tadi sudah dijelaskan. Ini bacaan lengkapnya:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ ، فَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ . تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allaahummahdinii fii man hadait, wa'aafinii fii man 'aafaiit, wa tawallanii fii man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a'thaiit, wa qinii birohmatika syarra maa qadaiit. Fa innaka taqdhii walaa yuqdhaa 'alaiik. Wa innahuu laa yadzillu man waalaiit, wa laa ya'izzu man 'aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wata'aalait. Fa lakal-hamdu 'alaa maa qadaiit. Astaghfiruka wa atuubu ilaiik. Wa shallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau tetapkan. Karena, sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum atau menentukan atas Engkau.
Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.
Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan kembali (tobat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan serta sahabatnya."
16. Baru kemudian setelah sujud kedua selesai dilakukan, duduk untuk tasyahud akhir atau tahiyat akhir. Posisikan telapak tangan di atas kedua paha. Saat kalimat tauhid atau "Asyhadu an laa," diucapkan, jari telunjuk sebelah kanan diangkat dalam posisi tegak lurus ke depan. Berikut bacaannya:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shala-wat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Ya Allah, limpahkanlah."
17. Lanjutkan dengan doa tambahan untuk menyempurnakan gerakan tasyahud akhir. Dengan bacaan:
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Wa 'alaa aali Muhammadin kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim, wa 'alaaaali Ibraahiim, wa baarik 'ala Muhammadin wa 'alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya: "Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (sholawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia)."
18. Akhiri dengan mengucapkan salam dengan menengok wajah ke kiri sambil mengucap, "Assalamualaikum wa rahmatullah", lalu menengok ke kanan dengan mengulangi ucapan yang sama.
Demikian tadi niat dan tata cara sholat Subuh berjamaah beserta doa qunut yang dibaca setelah rukuk rakaat ke-2. Semoga membantu.
FAQ Tata Cara Sholat Berjamaah dengan Doa Qunut
Kapan doa qunut Subuh dibaca dalam sholat berjamaah?
Doa qunut dibaca pada rakaat kedua setelah bangkit dari rukuk (saat i'tidal) sebelum sujud. Dalam praktiknya, makmum mengikuti imam, termasuk saat membaca qunut dengan mengangkat tangan.
Apakah sholat Subuh tetap sah jika tidak membaca qunut?
Qunut Subuh hukumnya sunnah menurut mazhab Syafi'i, sehingga jika tertinggal, baik sengaja maupun tidak, sholat tetap sah. Biasanya dianjurkan sujud sahwi jika lupa membacanya.
Apa perbedaan niat imam dan makmum dalam sholat Subuh berjamaah?
Perbedaannya terletak pada penyebutan posisi, yakni imaaman (sebagai imam) atau ma'muuman (sebagai makmum). Selebihnya, redaksi niat dan jumlah rakaat tetap sama, yaitu dua rakaat karena Allah Ta'ala.
(par/par)

Komentar Terbanyak
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
MBG Libur, Harga Ayam Hidup di Gunungkidul Anjlok Jadi Rp 17 Ribu/Kg