Sinta Nuriyah Sahur di GKR Baciro Jogja, Bicara soal Persatuan

Sinta Nuriyah Sahur di GKR Baciro Jogja, Bicara soal Persatuan

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 02 Mar 2026 06:54 WIB
Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, saat tausiyah di tengah sahur di Gereja Kristus Raja Baciro, Jogja, Senin (2/3/2026).
Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, saat tausiyah di tengah sahur di Gereja Kristus Raja Baciro, Jogja, Senin (2/3/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, melanjutkan tradisi yang telah ia lakukan sejak tahun 2000 silam, yakni sahur keliling Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Sinta berkesempatan sahur di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja, Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja.

Di usianya yang kini menapak 77 tahun, kegiatan tahunan Sahur keliling ini masih rutin digelar Sinta bersama Yayasan Puan Amal Hayati. Dalam pelaksanaannya selalu melibatkan komunitas, lembaga, hingga Pemda di setiap tempat pelaksanaannya.

"Tapi saya tidak bisa sendiri, karena saya tahu, masyarakat Indonesia itu bentuknya apa? Bentuknya beragam, majemuk," terang Shinta dalam tausiyahnya di acara sahur keliling di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Baciro, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menggandeng Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), kegiatan sahur keliling ini melanjutkan tradisi, yakni mengundang kaum dhuafa, disabilitas, hingga kelompok marjinal lainnya.

ADVERTISEMENT

400 warga sekitar gereja, warga lintas iman, driver ojek online, pengangkut sampah, serta kelompok marjinal lainnya hadir untuk melakukan sahur bersama-sama.

"Jadi dari dulu kalau saya bersahur bersama mbok-mbok bakul, saya akan bersahur di pasar, kalau bersahur bersama anak jalanan, pengamen, dan pengepul sampah saya akan bersahur di pinggir jalan," ungkap Sinta.

Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, saat tausiyah di tengah sahur di Gereja Kristus Raja Baciro, Jogja, Senin (2/3/2026).Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah, saat tausiyah di tengah sahur di Gereja Kristus Raja Baciro, Jogja, Senin (2/3/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Pada Sahur Keliling tahun 2026, yang mengambil tema 'Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi', Sinta menekankan kembali keberagaman yang ada di Indonesia yang harus saling menghargai, saling menghormati, dan saling gotong royong.

"Tapi ada satu dalam masyarakat yang boleh diperebutkan, yaitu kursi. Tapi kursi apa? Kursi yang mana? Kursi dewan boleh diperebutkan tapi ada syaratnya, asal tidak dipakai untuk memecah-belah bangsa dan negara," terangnya.

"Meski berbeda-beda suku, budaya, dan bahasa, pada hakikatnya, kita adalah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa," tegas Sinta.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo yang turut hadir pada acaranya ini, mengaku terharu dengan sahur bersama di Gereja yang menurutnya baru pertama kali ia lakukan.

"Ya, saya kira kita apresiasi dan sangat terenyuh ya, karena teman-teman dari Katolik, Romo, menyelenggarakan sahur bersama, dan saya seumur hidup baru sekali acara sahur bersama di Gereja," ungkapnya

"Jadi bagi saya sangat apresiasi. Mudah-mudahan ini menjadi bagian yang untuk meningkatkan toleransi beragama di antara kita semua," sambung Hasto.

Salah satu warga Jogja yang turut sahur bersama, Basyirudin Suhartono, mengaku sangat mengapresiasi acara ini karena menunjukkan nilai toleransi yang sangat tinggi dalam beragama.

"Sangat menggembirakan, ini yang harus dilakukan di mana pun, walaupun kita berbeda-beda harus bersatu, harus saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi," ungkapnya.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads