Komitmen Damai Brajamusti Sambut Derby DIY PSIM Vs PSS

Komitmen Damai Brajamusti Sambut Derby DIY PSIM Vs PSS

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 07 Agu 2026 07:00 WIB
Susasana suporter PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (16/8/2025).
Ilustrasi suporter PSIM. Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Kelompok suporter PSIM, Brajamusti, menyatakan komitmen damai menyambut derby DIY antara PSIM vs PSS di ajang Super League 2026/2027.

Komitmen damai itu disampaikan Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto alias Dodok. Baginya, rivalitas di lapangan tak bisa melunturkan persaudaraan sesama warga DIY.

"Sebagai Presiden Brajamusti, saya akan berkomitmen untuk menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan. Bagi saya, rivalitas hanya ada 90 menit di atas lapangan, selebihnya kita tetap saudara dan sesama warga DIY," kata Dodok saat dihubungi detikJogja, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dodok juga mengaku siap berkoordinasi dengan seluruh pihak agar laga PSIM vs PSS di ajang Super League 2026/2027 bisa digelar tertib dengan kehadiran suporter.

"Brajamusti sangat terbuka dengan ruang koordinasi dan komunikasi intensif dengan jajaran kepolisian, panitia pelaksana (panpel), serta elemen semua suporter," ucapnya.

ADVERTISEMENT

"Harapan kami, lampu hijau dari kepolisian ini bisa terwujud nyata di lapangan dengan skema pengamanan yang disepakati bersama," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pentolan suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud yang tidak ingin identitasnya diekspos, mengaku tidak bisa berkomentar dulu mengenai rencana tersebut.

"Kalau saya mungkin tunggu dulu hasil pertemuan-pertemuan mbak, enggak mau merespons baik dulu takutnya jadi harapan," ucapnya saat dihubungi detikJogja melalui pesan WhatsApp hari ini.

Rencana Pertemuan Klub-Suporter

Sebelumnya diberitakan, Kapolda DIY, Irjen Anggoro Sukartono mengungkap tak menutup kemungkinan laga derby itu digelar di wilayah DIY. Begitu juga soal penonton, semua akan dibahas dalam waktu dekat.

Derby DIY ini bakal tersaji pertama kalinya dalam sejarah di Liga 1 atau Super League. Apalagi, baik PSIM maupun PSS memiliki basis suporter yang fanatik dan cukup besar, gesekan pun dikhawatirkan terjadi kala laga derby digelar.

"Semua bisa dilakukan di Jogja, tapi nanti ada prediksi-prediksi, ada diskusi, ada pertemuan dengan para pemilik klub dan para presiden suporter," jelas Anggoro saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Rabu (5/8).

"Nanti akan dilaksanakan minggu depan. Kalau tidak salah akan mempertemukan PSIM, PSS Sleman, para manajer, pemilik, dan pemda setempat, Jogja dan Sleman. Nanti kami di belakang," sambungnya.

Begitu pun terkait kehadiran suporter di laga derby, kata Anggoro, hal itu baru bisa diputuskan usai rapat koordinasi. Namun, ia menegaskan, pihaknya tidak menutup kemungkinan kehadiran suporter.

"Nanti kita lihat di sana (koordinasi), putusannya bagaimana. Kalau lihat situasi tidak memungkinkan, pasti kita larang demi Jogja. Jogja aman harus. Segala sesuatu bisa mungkin terjadi (kehadiran suporter)," pungkasnya.



(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads