Kasus tenaga kesehatan (nakes) menghina pasien BPJS di media sosial berbuntut panjang. Dua nakes di Jogja turut terancam kena sanksi.
Nakes pertama yakni Dokter Elda Putri Rahardini, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UGM di RSUP dr Sardjito. Lalu ada Perawat Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Dika Purnomo Aji.
RSUP dr Sardjito Kembalikan Elda ke UGM
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan pihaknya tengah mengusut kasus ini. Dalam proses investigasi, pihaknya memutuskan mengembalikan Elda ke UGM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak mau ada Elda itu ada di klinis di Sardjito. Kita kembalikan ke UGM dan UGM itu memang bersambut positif," terangnya saat dihubungi, Kamis (6/8/2026).
Elda diketahui tengah menempuh stase di RS dr Sardjito. Dengan adanya kasus ini, stase Elda di RS Sardjito pun dihentikan.
Sebagai informasi, Stase adalah masa rotasi praktik klinik yang harus dijalani oleh mahasiswa kedokteran, kedokteran gigi, atau keperawatan (dokter muda/koas) di rumah sakit, puskesmas, atau klinik.
"Sardjito kewenangannya adalah menghentikan yang bersangkutan namanya stase. Stase itu praktik di Sardjito. Itu kita hentikan. Tapi yang menonaktifkan, yang punya hak menonaktifkan itu adalah UGM," jelas Banu.
Langkah ini, kata Banu, adalah hasil dari koordinasi tim RS Sardjito dan UGM bernama Tim pendidikan bermartabat ya. Penghentian Stase dari Elda adalah langkah pertama yang diambil setelah proses investigasi selesai.
"Kalau kayak begini kita hentikan dia, pendidikan, proses pendidikannya itu selama proses investigasi lebih lanjut kita hentikan dulu di pendidikan bermartabat ini gitu," tegasnya.
FK UGM sendiri tengah menginvestigasi kasus ini. Elda terancam sanksi jika perbuatannya dikategorikan melanggar etik.
Dekan FK-KMK UGM, Prof dr Yodi Mahendradhata, menegaskan pihaknya akan menjatuhkan sanksi apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap kode etik, disiplin profesi, maupun ketentuan akademik.
"Menjatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran terhadap kode etik, disiplin profesi, maupun ketentuan akademik," jelasnya, Rabu (5/8).
RSA UGM Terjunkan Tim Etik
Selain Elda, komentar Dika terhadap Yurizal juga jadi sorotan. Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM menyatakan akan menginvestigasi kasus ini.
Direktur Utama RSA UGM, dr Darwito menyebut pihaknya telah menerjunkan tim etik untuk melakukan investigasi. Tim etik nanti juga yang akan memberi sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.
"Diinvestigasi oleh tim etik dan hukum dari rumah sakit RSA UGM. Yaitu dengan komite keperawatan, kabidnya pelayanan keperawatan gitu. Tapi ini tetap di kok di dilakukan konfirmasi. Jadi kalau memang dia salah ya kenakan apa ini, aturan disiplin etik dan yang lain," kata Darwito saat dihubungi, Kamis (6/8).
"Tentu ada aturannya, sudah ada aturan di rumah sakit kita, begitu. Perilaku seluruh civitas hospitalia dan akademika, yaitu bahwa mulai dari perawatnya, dokternya, koas, residen, trainee, DPJP artinya dokter-dokter, itu ada aturannya," sambungnya.
Darwito membenarkan jika Dika adalah nakes yang sudah bertugas sekitar setahun di RSA UGM.
"Perawat. Iya (baru setahun bertugas). Saya lupa ya (bertugas di poli apa), tapi itu perawat RSA. Itu (status pegawainya) nanti masih saya belum tahu pasti, tapi intinya bahwa dia bekerja di RSA," jelas Darwito.
Awal Mula Kasus
Kasus ini bermula saat akun Threads @yurizaltrich curhat karena harus menunggu 8 jam untuk mendapat ruang perawatan di salah satu rumah sakit pada 22 Juli lalu. Utas itu ternyata diramaikan oleh para tenaga kesehatan dengan komentar yang dinilai nirempati.
Kasus ini kemudian heboh usai pemilik akun, Yurizal Tri Chaerawan, dikabarkan meninggal pada 31 Juli 2026 lalu. Deretan komentar bernada menghina itu kemudian kembali mengemuka di Threads.
Identitas akun-akun yang mengomentari dengan nada menghina itu turut terungkap. Seperti akun @erudarahaadini yang diketahui milik Elda Putri Rahardini, Mahasiswi PPDS UGM yang tengah menjadi dokter residen di RS Sardjito.
"PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? haven't some brain cells," begini akun @erudarahaadini mengomentari utas @yurizaltrich.
Selain itu, Dika Purnomo Aji juga diketahui berkomentar di Threads dengan akun @1amdika. Ia turut memberi komentar yang bernada nyinyir.
"Serangan jantung mas nek pingin cepet, IGD langsung Cathlab terus budal ICU," tulis akun @1amdika mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan "Serangan jantung mas kalau ingin cepat (dapat kamar), IGD langsung Cathlab lalu pergi ke ICU."

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal