- 10 Pantangan Imlek Hari Pertama, Kedua, Ketiga 1. Dilarang Mencuci 2. Dilarang Bersih-bersih 3. Dilarang Mengganggu Orang yang Tidur 4. Dilarang Tidur Siang 5. Dilarang Bepergian 6. Lakukan Pembersihan 7. Dilarang Berkata Negatif 8. Dilarang Merusak Sesuatu 9. Dilarang Mengurusi Soal Keuangan 10. Dilarang Menggunakan Benda Tajam
- FAQ Mengapa pantangan Imlek banyak berkaitan dengan rezeki dan keberuntungan? Mengapa ada aturan khusus tentang hari berkunjung bagi wanita yang sudah menikah? Kenapa harus menjaga ucapan selama Imlek?
Saat perayaan Imlek berlangsung, ternyata ada beberapa pantangan yang diyakini oleh masyarakat Tionghoa untuk dihindari agar tidak mengalami hal-hal buruk. Pantangan-pantangan ini berakar pada budaya yang telah dipercaya secara turun-temurun. Apa sajakah itu?
Imlek menjadi sebuah perayaan besar yang begitu dinanti-nantikan oleh masyarakat Tionghoa setiap tahunnya. Menurut Britannica, Tahun Baru Imlek biasanya ditandai dengan masuknya bulan baru yang terjadi di antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Tahun Baru Imlek umumnya dirayakan selama 15 hari oleh masyarakat Tionghoa dengan melakukan berbagai macam tradisi.
Tradisi-tradisi yang dilakukan selama Imlek tidak hanya bertujuan untuk berharap adanya kemakmuran di tahun yang baru, tapi juga menjauhkan segala hal buruk atau kesialan yang mungkin saja masih tersisa di tahun ini. Tak heran, pada saat-saat tertentu ada beberapa pantangan atau larangan yang masih diyakini oleh komunitas Tionghoa hingga saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk adanya larangan Imlek di hari pertama, kedua, dan ketiga. Ingin tahu apa sajakah larangan yang dimaksud? Simak ulasannya berikut ini.
Poin Utamanya:
- Pantangan hari pertama-kedua Tahun Baru Imlek adalah dilarang mencuci, menyapu, memakai benda tajam, atau membangunkan orang tidur karena diyakini bisa menghilangkan keberuntungan.
- Jaga ucapan dan tindakan sepanjang perayaan. Hindari kata-kata negatif, pertengkaran, merusak barang, utang-piutang, serta nominal angpao ganjil atau angka sial seperti 4.
- Hari kelima waktu bersih-bersih. Pembersihan dilakukan pada hari kelima sebagai simbol membuang kesialan dan menyambut rezeki.
10 Pantangan Imlek Hari Pertama, Kedua, Ketiga
Imlek atau dikenal juga sebagai Festival Musim Semi membawa kepercayaan tersendiri di kalangan masyarakat Tionghoa terhadap hal-hal baik atau buruk. Sebagian berlaku di hari-hari tertentu, tapi ada juga yang diyakini perlu diterapkan sepanjang perayaan ini berlangsung.
Untuk lebih jelasnya, mari simak sejumlah pantangan Imlek dari hari ke hari yang dihimpun dari laman China Highlights, Confucius Institute For Scotland, dan Times of India.
1. Dilarang Mencuci
Pada hari pertama dan kedua Imlek, masyarakat Tionghoa sering kali disibukkan dengan berbagai agenda. Baik itu melakukan tradisi tertentu atau berkunjung ke rumah kerabat atau kenalan. Nah, pada saat inilah ternyata ada anggapan tidak boleh mencuci apa pun itu.
Entah itu pakaian atau rambut. Sebab, diyakini mencuci rambut justru mendatangkan kesialan di tahun yang baru. Selain dicuci, rambut juga dilarang untuk dipotong atau diubah gayanya pada hari-hari tersebut. Untuk pakaian, larangan mencuci dikarenakan adanya keyakinan tindakan tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap dewa air.
2. Dilarang Bersih-bersih
Selanjutnya, ada juga pantangan Imlek berupa bersih-bersih. Saat hari pertama perayaan tiba, masyarakat Tionghoa memiliki kepercayaan soal bersih-bersih justru akan 'menyapu bersih' rezeki atau keberuntungan yang datang ke rumah.
Untuk itu, hari pertama Imlek biasanya tidak diisi dengan bersih-bersih rumah. Kegiatan ini sudah harus dilakukan di hari-hari sebelumnya atau setidaknya pada malam hari sebelum Imlek berlangsung. Bersih-bersih yang dimaksud termasuk menyapu lantai atau membuang sampah sekali pun.
3. Dilarang Mengganggu Orang yang Tidur
Saat pagi menjelang, masyarakat Tionghoa punya kepercayaan agar tidak mengganggu anggota keluarga atau kerabat yang masih tertidur lelap. Baik itu memaksa mereka bangun lebih awal atau justru mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek saat masih terbaring di atas tempat tidur.
Alasannya karena membangunkan orang yang sedang tidur di hari pertama Imlek dianggap dapat membawa kesialan tersendiri. Karena nantinya orang tersebut bisa saja merasa terburu-buru sepanjang tahun yang baru. Untuk pemberian ucapan Tahun Baru Imlek yang dilakukan saat masih terbaring di kasur, dianggap dapat menjadi penyebab orang itu sakit berkepanjangan selama setahun.
4. Dilarang Tidur Siang
Setelah lelah beraktivitas seharian, terkadang orang-orang memulihkan energinya dengan tidur siang. Terlebih lagi saat hari libur berlangsung, momentum ini justru digunakan untuk mendapatkan kesempatan agar bisa tidur siang. Namun, hal ini tidak berlaku bagi masyarakat Tionghoa saat perayaan Imlek.
Terdapat pantangan tidur siang di hari Tahun Baru Imlek berlangsung. Sebab, tindakan tersebut justru menunjukkan kemalasan yang bisa berdampak di tahun-tahun berikutnya. Inilah yang membuat beberapa orang mungkin saja mengisi waktu siang hari dengan kegiatan yang lain.
5. Dilarang Bepergian
Larangan bepergian saat perayaan Imlek ternyata berlaku pada kalangan tertentu maupun secara umum. Misalnya saja pada wanita yang sudah menikah, maka menjadi pantangan saat dirinya berkunjung ke rumah orang tua sendiri di hari pertama.
Sebaliknya, ia hanya boleh melakukannya di hari kedua atau ketiga. Hal ini dimaksudkan agar sang wanita tidak membawa nasib buruk bagi orang tuanya. Entah itu kesulitan ekonomi atau hal-hal lainnya.
6. Lakukan Pembersihan
Kalau tadi ada pantangan bersih-bersih di hari pertama, terdapat juga anjuran untuk melakukannya di hari yang lain. Dikatakan pada hari kelima perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa dianjurkan untuk segera melakukan upaya pembersihan. Entah itu dengan membuang sampah yang sudah menumpuk atau sekadar menyapu lantai rumah.
Upaya pembersihan di hari kelima diharapkan dapat menjadi simbol membersihkan 'kemiskinan'. Tindakan yang sama diharapkan dapat menjadi cara agar rumah bisa menerima Dewa Keberuntungan yang mendatangkan kemakmuran dalam bisnis atau aspek lainnya.
7. Dilarang Berkata Negatif
Mengucap kata-kata negatif adalah hal yang perlu dihindari dalam keseharian kita. Termasuk keyakinan masyarakat Tionghoa soal pantangan berkata kasar atau buruk sepanjang perayaan Imlek berlangsung. Kata-kata yang berkaitan dengan penyakit, hantu, kemiskinan, sampai kematian perlu dihindari.
Bahkan mengucap kata kasar, berteriak, atau mungkin bertengkar dengan orang lain bukanlah tindakan yang bijak dilakukan selama Imlek. Sebaliknya, masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek perlu menciptakan suasana yang damai dan dipenuhi dengan ucapan baik.
8. Dilarang Merusak Sesuatu
Tindakan ceroboh selama Imlek juga perlu dihindari seminimal mungkin. Termasuk saat tidak sengaja merusak sesuatu. Dalam budaya masyarakat Tionghoa, merusak barang di saat perayaan Imlek menjadi pertanda buruk.
Saat seseorang melakukannya secara tidak sengaja, maka menjadi keharusan bagi dirinya agar menunjukkan reaksi dengan mengucapkan kata-kata baik. Cara ini dilakukan agar dapat menetralisir pertanda buruk. Selain pantangan merusak sesuatu, barang yang rusak juga sebaiknya tidak dipakai. Misalnya baju yang sudah rusak atau sobek dianggap bisa membawa nasib buruk, sehingga beberapa orang akan cukup menghindarinya.
9. Dilarang Mengurusi Soal Keuangan
Ada sebuah tradisi pemberian angpao saat Imlek. Ternyata terdapat pantangan memberikan uang dalam jumlah yang ganjil. Sebab, hal tersebut dianggap mampu mendatangkan ketidakberuntungan. Bahkan angka 4 termasuk angka sial yang sangat dihindari oleh masyarakat Tionghoa.
Selain uang dalam angpao, ada juga pantangan soal mengurusi keuangan di perayaan Imlek. Misalnya saja meminjam atau memberi pinjaman yang termasuk larangan. Memberikan pinjaman atau meminjam uang saat Imlek dianggap mampu mendatangkan kesialan sepanjang tahun.
10. Dilarang Menggunakan Benda Tajam
Hari pertama Imlek juga membawa pantangan tertentu soal penggunaan benda-benda tajam. Diyakini penggunaan benda tajam berupa pisau atau gunting saat awal perayaan dapat membawa kesialan berupa pertengkaran sepanjang tahun yang baru.
Selain itu, ada juga kekhawatiran penggunaan benda-benda tajam tadi bisa menimbulkan luka atau kemalangan. Bahkan beberapa percaya hal ini juga dapat membawa pengaruh pada kekayaan yang bisa berkurang di tahun yang akan datang.
Itulah tadi sejumlah pantangan Imlek hari pertama, kedua, dan ketiga yang masih diyakini oleh beberapa masyarakat Tionghoa hingga saat ini. Manakah yang baru kamu ketahui?
FAQ
Mengapa pantangan Imlek banyak berkaitan dengan rezeki dan keberuntungan?
Sebagian besar pantangan Imlek seperti tidak menyapu, tidak mencuci rambut, atau tidak berkata kasar berkaitan dengan simbol 'menjaga keberuntungan' di awal tahun. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, hari pertama Imlek dianggap sebagai penentu energi sepanjang tahun.
Mengapa ada aturan khusus tentang hari berkunjung bagi wanita yang sudah menikah?
Dalam tradisi tertentu, wanita yang telah menikah tidak dianjurkan pulang ke rumah orang tua pada hari pertama Imlek. Kunjungan biasanya dilakukan pada hari kedua atau ketiga sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga suami sekaligus menjaga kepercayaan agar tidak membawa 'nasib kurang baik' bagi orang tua.
Kenapa harus menjaga ucapan selama Imlek?
Kata-kata tentang kesialan, sakit, kematian, atau kemiskinan dihindari karena dipercaya bisa membawa energi negatif sepanjang tahun. Oleh sebab itu, masyarakat Tionghoa berusaha menjaga ucapan agar tetap positif sebagai simbol doa dan afirmasi untuk tahun yang lebih baik.
