Kenapa Harus Makan Ikan Saat Imlek? Ini Makna Tradisinya hingga Jadi Menu Wajib

Kenapa Harus Makan Ikan Saat Imlek? Ini Makna Tradisinya hingga Jadi Menu Wajib

Ulvia Nur Azizah - detikJogja
Minggu, 15 Feb 2026 19:05 WIB
Ikan Bandeng Sajian Wajib Imlek, Ini Makna dan Cara Makannya
Ikan bandeng sajian wajib Imlek. (Foto: Getty Images/iStockphoto/FamVeld)
Jogja -

Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan kehangatan jamuan makan malam bersama keluarga besar di meja makan. Di balik kemeriahan tersebut, terselip berbagai hidangan istimewa yang dipilih bukan hanya karena cita rasanya yang lezat. Setiap menu yang tersaji ternyata menyimpan filosofi mendalam dan doa-doa baik untuk mengawali lembaran tahun yang baru.

Ikan menempati kasta tertinggi dalam daftar menu wajib yang harus hadir di setiap perayaan pergantian tahun masyarakat Tionghoa. Kehadirannya dipercaya bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci utama untuk membuka gerbang keberuntungan dan kemakmuran bagi seluruh anggota keluarga. Tradisi ini pun tetap dijaga turun-temurun dengan tata cara penyajian yang penuh penghormatan terhadap nilai kesopanan.

Penasaran kenapa ikan menjadi menu wajib ketika Tahun Baru Imlek, detikers? Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Kata ikan (yΓΊ) memiliki pelafalan yang sama dengan kata berkelimpahan, melambangkan harapan agar setiap tahun selalu ada sisa atau kelebihan rezeki.
  • Di Indonesia, ikan bandeng menjadi pilihan favorit karena ukurannya yang besar melambangkan kemakmuran, sekaligus memberi keuntungan ekonomi bagi peternak lokal.
  • Kepala ikan harus dihadapkan ke arah orang yang paling dituakan sebagai bentuk penghormatan sebelum hidangan mulai disantap.

ADVERTISEMENT

Kenapa Harus Makan Ikan Saat Imlek?

Tradisi makan malam bersama keluarga pada malam tahun baru Imlek selalu menghadirkan deretan hidangan istimewa. Namun, di antara berbagai sajian mahal dan enak yang dipersiapkan jauh hari, menu ikan menempati posisi paling utama.

Nicholas Molodysky dalam bukunya Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia menyebutkan bahwa ikan merupakan hidangan yang wajib disajikan. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap meja makan, melainkan simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Alasan utama di balik tradisi ini terletak pada permainan kata dalam bahasa Mandarin. Nicholas menjelaskan bahwa kata ikan (ι±Ό) dilafalkan sebagai yΓΊ. Bunyi ini sama persis dengan pelafalan kata yΓΊ (δ½™) yang berarti berkelimpahan atau kelebihan.

Senada dengan hal tersebut, Andri Wang dalam buku The Ancient Chinese Wisdom memaparkan filosofi niΓ‘n niΓ‘n yΗ’u yΓΊ (εΉ΄εΉ΄ζœ‰δ½™). Kalimat ini secara harfiah berarti 'setiap tahun ada ikan', namun secara makna dipahami sebagai 'setiap tahun ada kelebihan'.

Masyarakat percaya bahwa menyantap ikan akan mendatangkan kelimpahan dalam usaha dan keuangan di tahun yang baru. Di Indonesia, tradisi ini memiliki keunikan tersendiri dengan kebiasaan membeli ikan bandeng.

Andri Wang mencatat bahwa permintaan yang tinggi ini membuat para peternak bandeng selalu meraih keuntungan lumayan menjelang Imlek. Selain bandeng, menu lain yang sangat umum disajikan adalah ikan gurame asam manis atau ikan tim jahe.

Selain jenis ikannya, tata cara menghidangkan menu ini juga memiliki aturan yang ketat sebagai bentuk penghormatan. Posisi kepala ikan harus dihadapkan ke arah tamu yang paling dituakan atau dianggap paling penting di meja makan. Tamu istimewa tersebut mendapatkan kehormatan untuk mencicipi hidangan ikan terlebih dahulu sebelum anggota keluarga lainnya.

Makanan Khas Imlek Selain Ikan

Selain menu ikan yang sarat akan filosofi keberuntungan, meja makan saat Imlek juga dipenuhi dengan berbagai hidangan khas lainnya. Setiap sajian yang tersaji membawa doa dan harapan spesifik untuk mengawali lembaran tahun yang baru. Dikutip dari buku Chinese Food tulisan Panuwun Budi dan Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia tulisan Nicholas Molodysky, berikut adalah beberapa menu khas Imlek.

1. Teripang

Salah satu hidangan laut yang dianggap sangat prestisius adalah haisom atau teripang. Karena harganya yang relatif mahal, teripang menjadi simbol nyata dari kemakmuran bagi keluarga yang menyajikannya.

Teksturnya yang kenyal mirip kikil biasanya dipadukan dengan saus melalui proses memasak yang memakan waktu lama. Hal inilah yang membuat haisom dipandang sebagai hidangan yang sangat spesial dalam tradisi jamuan makan malam.

2. Kue Keranjang

Kue keranjang atau niÑngāo juga menjadi sajian ikonik yang tidak boleh terlewatkan. Memiliki rasa manis dan legit yang mirip dodol, pembuatan kue ini menuntut kesabaran karena memakan waktu 6 hingga 12 jam.

Teksturnya yang sangat lengket secara simbolis melambangkan harapan akan eratnya hubungan antaranggota keluarga. Selain dinikmati saat teksturnya masih lembut, kue ini kerap diolah kembali dengan cara dibalur telur dan digoreng beberapa hari setelah perayaan.

3. Kue Nastar

Kemeriahan Imlek di Indonesia juga identik dengan kehadiran kue nastar atau fènglí sū. Meskipun mendapat pengaruh budaya Belanda melalui penggunaan mentega, akar maknanya tetap kental dengan tradisi Tionghoa.

Dalam bahasa Hokkien, ong lai berarti buah nanas yang memiliki pelafalan serupa dengan frasa 'kemakmuran telah tiba'. Oleh karena itu, nanas di dalam nastar menjadi simbol kuat bagi datangnya keberuntungan dan rezeki sepanjang tahun.

4. Siu Mie

Sajian mi goreng yang dikenal sebagai siu mie menjadi simbol harapan untuk usia yang panjang. Ada aturan unik saat menyantap hidangan ini, yaitu mi tidak boleh terputus sebelum semua bagian masuk ke mulut.

Hal tersebut dilakukan sebagai simbol agar rezeki selalu mengalir lancar tanpa hambatan di tahun yang akan datang. Kehadiran Siu Mie menjadi bagian sejarah yang melekat kuat bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

5. Telur Teh

Untuk melambangkan kesuburan dan kesejahteraan, telur teh sering ditemukan di tengah acara makan bersama. Telur ini direbus menggunakan teh hingga memberikan aroma dan tampilan yang khas.

Mengonsumsi hidangan ini dipercaya dapat memberikan keberkahan bagi siapa saja yang memakannya saat pergantian tahun. Sajian ini menjadi cara sederhana keluarga mendoakan kebahagiaan bagi seluruh keturunan mereka.

6. Babi Panggang

Terakhir, olahan babi panggang menjadi pelengkap yang menyempurnakan tradisi makan besar keluarga. Babi diibaratkan sebagai 'kantong' yang mampu menampung rezeki dan keberuntungan dalam jumlah besar.

Selain itu, ada filosofi unik di balik konsumsi daging babi saat tahun baru. Sifat babi yang dikenal malas justru dimaknai sebagai pengingat untuk membuang segala rasa malas di tahun yang baru agar usaha semakin produktif.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai alasan ikan menjadi makanan wajib saat Imlek. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Kenapa Imlek makan ikan?

Berdasarkan penjelasan Nicholas Molodysky dalam buku Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia, ikan adalah hidangan wajib karena alasan linguistik. Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut yΓΊ (ι±Ό), yang bunyinya sama dengan yΓΊ (δ½™) yang berarti sisa, kelebihan, atau kelimpahan. Secara filosofis, menyantap ikan saat Imlek merupakan perwujudan doa niΓ‘n niΓ‘n yΗ’u yΓΊ, yang bermakna "setiap tahun selalu ada kelimpahan".

2. Kenapa Imlek harus ikan bandeng?

Penggunaan ikan bandeng merupakan tradisi unik masyarakat Tionghoa di Indonesia. Ikan bandeng dipilih karena memiliki ukuran yang besar dan duri yang banyak, yang disimbolkan sebagai sumber rezeki yang berlapis-lapis dan kemakmuran yang terus bertumbuh. Selain itu, tingginya permintaan bandeng menjelang Imlek menjadi berkah tersendiri bagi para peternak lokal.

3. Apa saja makanan khas Imlek?

Selain ikan, meja makan Imlek biasanya dipenuhi dengan hidangan simbolis lainnya, antara lain:

  • Teripang (haisom): Simbol kemakmuran karena harganya yang prestisius.
  • Kue keranjang (nian gao): Melambangkan hubungan keluarga yang erat dan manis.
  • Siu mie: Mie goreng panjang yang melambangkan umur panjang (tidak boleh diputus saat dimakan).
  • Kue nastar: Simbol kemakmuran datang (ong lai).
  • Telur teh: Melambangkan kesuburan dan kesejahteraan.
  • Babi panggang: Simbol "kantong rezeki" sekaligus pengingat untuk membuang rasa malas.



(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads