Surat Ar-Ra'd ayat 11 termasuk dalam ayat suci Al-Quran yang dapat menjadi pengingat bagi setiap kaum muslim untuk terus berusaha. Di dalamnya, Allah SWT memerintahkan setiap hamba-Nya agar membuat perubahan yang perlu diusahakan.
Untuk diketahui, Ar-Ra'd adalah surat ke-13 dalam Al-Quran yang berisikan 43 ayat. Surat Ar-Ra'd termasuk golongan surat Madaniyah yang beberapa ayatnya kerap menjadi kutipan pengingat bagi beberapa orang dalam menjalani kehidupan ini.
Salah satunya Surat Ar-Ra'd ayat 11 yang berbunyi, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayat tersebut berisikan pengingat bagi setiap muslim tentang makna usaha. Bahkan beberapa tafsir menyebut ayat ini sebagai gambaran dari prinsip keadilan sosial di dalam Islam. Untuk lebih jelasnya, berikut bacaan Surat Ar-Ra'd ayat 11 beserta tafsir dan keutamaannya bagi kaum muslim.
Poin Utamanya:
- Surat Ar-Ra'd ayat 11 menegaskan perubahan kondisi suatu kaum tidak akan terjadi tanpa perubahan dari dalam diri mereka sendiri, baik dari sisi usaha nyata, pola pikir, sikap, maupun akhlak.
- Tafsir para ulama menunjukkan bahwa ayat 1 dalam Surat Ar-Ra'd mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar manusia dan ketentuan Allah (sunnatullah) di mana manusia dituntut aktif berusaha sebelum datang pertolongan Allah SWT.
- Keutamaan membaca dan mengamalkan Al-Quran, termasuk Surat Ar-Ra'd ayat 11, adalah memperoleh pahala besar, sebagai petunjuk hidup, ketenangan batin, serta rahmat dan penyembuhan sebagaimana ditegaskan dalam ayat-ayat Al-Quran lainnya.
Bacaan Surat Ar-Ra'd Ayat 11
Sebelum mengetahui inti sarinya, terlebih dahulu mari baca baik-baik Surat Ar-Ra'd ayat 11. Mengutip dari Al-Quran NU, berikut bacaan ayat tersebut:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١١
Lahû mu'aqqibâtum mim baini yadaihi wa min khalfihî yaḫfadhûnahû min amrillâh, innallâha lâ yughayyiru mâ biqaumin ḫattâ yughayyirû mâ bi'anfusihim, wa idzâ arâdallâhu biqaumin sû'an fa lâ maradda lah, wa mâ lahum min dûnihî miw wâl.
Artinya: "Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
Tafsir Surat Ar-Ra'd Ayat 11
Terkait dengan inti sari atau tafsir Surat Ar-Ra'd ayat 11 mungkin memiliki perbedaan pandangan antara satu muslim dengan yang lainnya. Misalnya saja dinukil dari buku 'Islam dan Keadilan Sosial: Perspektif Teologis dan Praktis' tulisan La Ode Wahidin, dkk., yang menerangkan tafsir Surat Ar-Ra'd ayat 11 sebagai bagian dari prinsip keadilan sosial dalam Islam.
Melalui surat tersebut, mengandung pesan penting tentang perubahan dapat diwujudkan apabila seseorang mengusahakan dalam dirinya sendiri. Tidak hanya usaha yang dilakukan secara langsung, tapi juga terkait dengan pola pikir, sikap, maupun interaksi kepada sesama.
Ayat tersebut turut mengingatkan kepada setiap muslim dalam berupaya untuk melakukan perubahan, baik itu dalam diri setiap individu itu sendiri sampai di tengah-tengah lingkungan masyarakat itu sendiri. Terdapat juga tafsir lainnya tentang Surat Ar-Ra'd ayat 11.
Menukil dari buku 'Etika Hamka: Konstruksi Etik Berbasis Rasional-Religius' karya Dr Abd. Haris, Hamka menafsirkan ayat 11 dalam Surat Ar-Ra'd sebagai makna akan kekuatan akal budi yang dimiliki oleh setiap manusia. Dengan adanya akal budi tersebut, manusia dapat melakukan tindakan secara nyata dan berbuat usahanya sendiri. Barulah nantinya, Allah SWT akan memberikan pertolongan.
"Inilah ayat yang terkenang tentang kekuatan akal budi yang dianugerahkan Allah kepada manusia sehingga manusia itu dapat bertindak sendiri dan mengendalikan dirinya sendiri di bawah naungan Allah," (Hamka, Tafsir Al Azhar, Jilid XIII, halaman 71)
Kendati begitu, di tengah usaha yang dilakukan secara nyata oleh setiap manusia, kaum muslim juga turut diingatkan bahwa ada ketentuan Allah SWT yang mesti tetap dipikirkan. Allah SWT memiliki batasan yang disebut sebagai sunnatullah.
Inilah yang membuat antara usaha dan berserah diri kepada Allah SWT menjadi kombinasi yang dapat diyakini oleh setiap muslim. Hal senada juga disampaikan dalam buku 'Melangkah Lebih Maju' karya Ulmi Miakolis, yang menerangkan tafsir Surat Ar-Ra'd ayat 11 tentang usaha seseorang yang bergerak akan berbeda dengan orang yang hanya berdiam diri saja.
Kemudian muslim juga perlu meyakini tidak akan ada yang sia-sia dari usaha atau perjuangan yang dilakukan selama ini. Pada akhirnya nanti, Allah SWT akan mendatangkan kebaikan atau bantuan kepada siapa saja yang mau berusaha. Wallahu a'lam bishshawab.
Apa Keutamaan Membaca Surat Ar-Ra'd Ayat 11?
Sejatinya, keutamaan membaca Surat Ar-Ra'd dapat merujuk pada keutamaan yang diraih oleh setiap muslim saat mengamalkan Al-Quran. Mengingat Surat Ar-Ra'd termasuk dalam ayat suci di dalam Al-Quran.
Menukil dari buku 'Pengelolaan Pembelajaran Afektif dalam Pembelajaran Al-Quran' tulisan Zaenuri, MPd, salah satu keutamaan membaca Al-Quran adalah meraih pahala yang tidak terhitung jumlahnya dari Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat Fathir ayat 29:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ٢٩
Innalladzîna yatlûna kitâballâhi wa aqâmush-shalâta wa anfaqû mimmâ razaqnâhum sirraw wa 'alâniyatay yarjûna tijâratal lan tabûr.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi."
Kemudian di dalam surat lainnya turut diterangkan Al-Quran adalah petunjuk bagi setiap hamba. Disampaikan dalam Surat Asy-Syura ayat 52, Allah SWT berfirman:
وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَاۗ مَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِيْمَانُ وَلٰكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِنَاۗ وَاِنَّكَ لَتَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۙ ٥٢
Wa kadzâlika auḫainâ ilaika rûḫam min amrinâ, mâ kunta tadrî mal-kitâbu wa lal-îmânu wa lâkin ja'alnâhu nûran nahdî bihî man nasyâ'u min 'ibâdinâ, wa innaka latahdî ilâ shirâthim mustaqîm.
Artinya: "Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) rūh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami menjadikannya (Al-Qur'an) cahaya yang dengannya Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Sesungguhnya engkau benar-benar membimbing (manusia) ke jalan yang lurus."
Sementara itu, di dalam buku karya Mustofa bertajuk 'Asyiknya Membaca Al-Quran', Al-Quran turut menjadi rahmat sekaligus obat bagi setiap muslim yang diberikan oleh Allah SWT. Di dalam Surat Yunus ayat 57, Allah SWT menyampaikan firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ٥٧
Yâ ayyuhan-nâsu qad jâ'atkum mau'idhatum mir rabbikum wa syifâ'ul limâ fish-shudûri wa hudaw wa raḫmatul lil-mu'minîn.
Artinya: "Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin."
Demikianlah bacaan Surat Ar-Ra'd ayat 11 beserta tafsir dan keutamaan membaca Al-Quran bagi kaum muslim. Semoga informasi ini membantu.
FAQ Tentang Surat Ar-Ra'd Ayat 11
1. Apa makna "Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum" dalam kehidupan sehari-hari?
Makna ayat ini menegaskan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan tanpa usaha . Dalam kehidupan sehari-hari, ayat ini mendorong setiap muslim untuk memperbaiki diri, baik dari sisi niat, pola pikir, akhlak, hingga tindakan nyata. Sebelum mengharapkan perubahan keadaan dari Allah SWT.
2. Apakah ayat 11 Surat Ar-Ra'd meniadakan takdir Allah SWT?
Surat Ar-Ra'd ayat 11 justru menunjukkan keseimbangan antara ikhtiar manusia dan ketetapan Allah (sunnatullah). Manusia diperintahkan untuk berusaha secara maksimal, sementara hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah SWT. Ikhtiar adalah bentuk ketaatan, bukan penolakan terhadap takdir.
3. Mengapa usaha manusia selalu ditekankan dalam Surat Ar-Ra'd ayat 11?
Penekanan terhadap usaha manusia dalam ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan hamba-Nya agar tidak pasif. Perubahan keadaan, baik individu maupun masyarakat, dimulai dari kesadaran dan tindakan nyata manusia itu sendiri. Ayat ini menjadi pengingat bahwa doa harus disertai ikhtiar, karena usaha adalah bagian dari tanggung jawab manusia sebelum datangnya pertolongan Allah SWT.
(par/par)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya